Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Indonesia Dorong Asing Investasi Pembangkit Listrik

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 17 April 2015 | 12:04 WIB
Indonesia Dorong Asing Investasi Pembangkit Listrik
Ilustrasi kelistrikan. (Suara.com/Oke Atmaja)
Kementerian Perindustrian (Kemperin) menyatakan Indonesia butuh investor untujk membangun pembangkit listrik di 14 kawasan industri baru. Investasi itu menyasar ke asing.

Sebab saat ini Indonesia tengah membangun 14 kawasan industri. Kawasan itu membutuhkan pasokan listrik yang besar. Pemenuhan kebutuhan tersebut tidak sekadar sampai di level cukup, tetapi harus dapat diandalkan.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menjelaskan infrastruktur pembangkit listrik itu bisa dibangun oleh negara-negara yang menguasai teknologi tinggi di sektor kelistrikan.

"Indonesia terbuka pada semua negara termasuk Polandia untuk menanamkan modalnya. Jadi, kita berharap mereka tidak hanya membawa masuk dana, tapi juga teknologi," kata Saleh Husin dalam keterangannya, Jumat (17/4/2015).

Hari ini Saleh Husin bertemu dengan pengusaha Polandia. Polandia salah satu negara yang ingin berinvestasi di sektor pembangkit listrik di kawasan-kawasan industri.

"Kawasan industri ini tentu saja memerlukan penyediaan listrik. Dalam kurun waktu 2015-2019, Indonesia memerlukan sumber daya listrik sebesar 35,5 gigawatt (GW)," jelasnya.

Di antara ke-14 kawasan yang membutuhkan pasokan listrik itu di antaranya kawasan industri di Teluk Bintuni, Papua Barat membutuhkan 300 Mega Watt (MW), Morowali di Sulteng 2000 MW, Konawe di Sultra memerlukan pembangkit berkapasitas 2x1000 MW. Sedangkan kawasan industri Batulicin Kalsel diperhitungkan memerlukan 2650 MW dan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik butuh pasokan 420 MW untuk peleburan tembaga dan produksi permesinan.

Sampai saat ini perusahaan dari Republik Rakyat Tiongkok sudah menanamkan modalnya di Kawasan Industri Morowali, Sulteng. Nilai investasi pada kawasan industri tersebut adalah sekitar Rp 49,7 triliun atau setara dengan 36,9 miliar dollar AS.

Kementerian Perindustrian juga telah menghitung kebutuhan energi 14 kawasan industri yang sebagian besar berada di Indonesia timur seperti Sulawesi, Maluku, Papua, selain Sumatera dan Kalimantan serta Gresik di Jawa Timur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pencurian Listrik, PLN Cikupa Rugi Rp151 Miliar per Tahun

Pencurian Listrik, PLN Cikupa Rugi Rp151 Miliar per Tahun

News | Rabu, 15 April 2015 | 11:35 WIB

Menko Sofyan Djalil: MMM Itu Investasi Bodong!

Menko Sofyan Djalil: MMM Itu Investasi Bodong!

Bisnis | Selasa, 14 April 2015 | 17:07 WIB

Bangun Tenaga Nuklir, JK Ungkap Kekurangan dan Kelebihannya

Bangun Tenaga Nuklir, JK Ungkap Kekurangan dan Kelebihannya

Bisnis | Selasa, 14 April 2015 | 14:19 WIB

Ide Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, JK: Itu Sembrono

Ide Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, JK: Itu Sembrono

Bisnis | Selasa, 14 April 2015 | 12:45 WIB

UMKM Belum Siap dan Pemerintah Tak Tanggap, MEA Dianggap Ancaman

UMKM Belum Siap dan Pemerintah Tak Tanggap, MEA Dianggap Ancaman

Bisnis | Senin, 13 April 2015 | 08:17 WIB

30 Sekolah Menunggak, Kadisdik DKI Pastikan Listrik Hidup saat UN

30 Sekolah Menunggak, Kadisdik DKI Pastikan Listrik Hidup saat UN

News | Kamis, 09 April 2015 | 21:11 WIB

Penerapan MEA, Pekerja Hotel Merasa Terkena Dampak Negatifnya

Penerapan MEA, Pekerja Hotel Merasa Terkena Dampak Negatifnya

Bisnis | Kamis, 09 April 2015 | 20:35 WIB

Janjikan Keuntungan 30 Persen Sebulan, Investasi Ini Diawasi OJK

Janjikan Keuntungan 30 Persen Sebulan, Investasi Ini Diawasi OJK

Bisnis | Kamis, 09 April 2015 | 17:42 WIB

Marak Investasi Bodong, Pemerintah Akui Makan Banyak Korban

Marak Investasi Bodong, Pemerintah Akui Makan Banyak Korban

Bisnis | Rabu, 08 April 2015 | 12:19 WIB

PLN Tunda Kenaikan Tarif Listrik untuk 1300-2200 KVA

PLN Tunda Kenaikan Tarif Listrik untuk 1300-2200 KVA

Bisnis | Selasa, 07 April 2015 | 17:42 WIB

Terkini

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:02 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

×