Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Pertamina Optimistis Pertalite Bisa Turunkan Impor Premium

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 22 April 2015 | 17:46 WIB
Pertamina Optimistis Pertalite Bisa Turunkan Impor Premium
Ilustrasi penggunaan BBM jenis Premium. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - PT Pertamina (Persero) telah menyatakan bakal merilis produk bahan bakar minyak (BBM) baru bernama Pertalite. Rencananya, bensin yang diproyeksikan akan mengganti keberadaan Premium itu akan diuji coba pada semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di jalan tol per Mei 2015.

Lebih dari itu, BBM baru bernama Pertalite ini digadang-gadang oleh PT Pertamina dapat mengurangi kuota impor Premium. Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, Ahmad Bambang, pihaknya sangat optimistis jika produk Pertalite ini akan menurunkan impor Premiun ke depannya jika berhasil dipasarkan ke masyarakat.

"Kami yakin, kalau Pertalite sudah bisa diterima masyarakat dan kemudian Premium dihapus, maka ketergantungan impor Premium akan menurun. Kalau soal kilang, akan kami hitung nanti. Sampai saat ini yang kita ketahui, kapasitasnya sangat jauh berkurang 50 persen, dan kita impor 60 persen," papar Ahmad, Rabu (22/4/2015), di Gedung DPR, Jakarta.

Ahmad menjelaskan, bahan baku Pertalite terdiri dari produk kilang yang tidak bermanfaat (naphtha), dengan kadar Research Octane Number (RON) 70 dicampur High Octane Mogas Component (HOMC) RON 92.

"Pertalite itu (bahan bakunya) naphtha dan HOMC. Naptha akan di-blending dengan HOMC," jelasnya.

Ahmad juga mengakui, HOMC yang akan dicampur dengan naphtha masih diimpor dari luar negeri. Hal itu karena kilang Pertamina masih terbatas dalam menghasilkan HOMC. Namun menurutnya, impor HOMC tak sebanyak impor Premium.

Hingga saat ini, Indonesia diketahui masih mengimpor Premium. Hal tersebut dikarenakan kapasitas kilang yang dimiliki Indonesia hanya mampu memenuhi 40 persen kebutuhan BBM khususnya Premium. Sisanya, sebanyak 60 persen Premium diimpor dari luar negeri dengan jumlah 10 juta barel per bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Pertamina Luncurkan BBM Pertalite

Ini Alasan Pertamina Luncurkan BBM Pertalite

Bisnis | Rabu, 22 April 2015 | 15:45 WIB

Harga Pertalite Diupayakan Sama dengan Premium?

Harga Pertalite Diupayakan Sama dengan Premium?

Bisnis | Rabu, 22 April 2015 | 05:47 WIB

Menteri Rini: Pertalite Tidak Boleh Gantikan Premium

Menteri Rini: Pertalite Tidak Boleh Gantikan Premium

Bisnis | Senin, 20 April 2015 | 15:01 WIB

Ini Dia Harga Pertalite, BBM Pengganti Premium

Ini Dia Harga Pertalite, BBM Pengganti Premium

Bisnis | Jum'at, 17 April 2015 | 13:09 WIB

Terkini

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:40 WIB

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:15 WIB

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:57 WIB

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:34 WIB

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 20:10 WIB

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:50 WIB

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 19:37 WIB

×