Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.196,430
LQ45 614,786
Srikehati 299,961
JII 371,907
USD/IDR 17.968

Pemerintah Butuh Rp 2.000 Triliun Bangun Energi Terbarukan

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 26 April 2015 | 03:00 WIB
Pemerintah Butuh Rp 2.000 Triliun Bangun Energi Terbarukan
Menteri ESDM Sudirman Said. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, Indonesia butuh Rp2.000 triliun untuk membangun energi terbarukan. Pembangunan itu dilakukan 20 tahun mendatang.

"Indonesia kaya sumber daya alam 20 tahun lalu, dan 20 tahun ke depan Indonesia butuh Rp2.000 triliun untuk membangun energi terbarukan agar kebutuhan energi masyarakat bisa dipenuhi," kata Sudirman Said saat meresmikan pemakaian 'city gas' di Jambi, Sabtu (25/4/2015).

Dia mengatakan Indonesia tidak boleh bergantung pada cadangan fosil sebagai sumber energi. Namun harus memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti Hidro, Geothermal, dan tenaga surya.

"Cadangan gas Indonesia hanya 0,2 persen dari jumlah cadangan dunia, minyak sudah impor, dan gas kita juga bakal impor. Jadi, jangan tergantung fosil, tapi bagaimana memanfaatkan energi terbarukan itu," katanya menjelaskan.

Saat meresmikan pemakaian gas alam di Jambi itu, Sudirman juga mengatakan bahwa program 'city gas' bertujuan menghilangkan pemakaian elpiji dan minyak tanah sebagai energi karena kedua jenis itu harganya semakin mahal.

"Jangka panjang, gas tabung akan dihapuskan untuk di perkotaan. Untuk di desa akan dihapus secara bertahap seiring pembangunan energi terbarukan. Artinya, subsidi yang besar akan jauh lebih hemat," katanya.

Khusus pengurangan pemakaian gas elpiji di Jambi, Sudirman mengatakan bahwa target pemasangan gas alam ke rumah-rumah sebanyak 4.000 unit, tapi baru bisa disalurkan ke 300 rumah. Namun, pada Agustus tahun ini secara bertahap city gas yang merupakan program Kementerian ESDM harus sudah tersalurkan ke 4.000 rumah.

"Ini proyek yang didanai dari APBN untuk mengalihkan pemakaian gas elpiji dan minyak tanah. Gas alam ini lebih murah dari energi lain. Mudah-mudahan secara bertahap 4.000 rumah di Jambi ini bisa teraliri gas alam," kata Sudirman.

Ia juga menjelaskan, target secara nasional pemakaian gas alam yakni 7,9 juta rumah. Sampai tahun 2014, baru 90.000 rumah yang sudah menikmati gas alam. Sudirman mengatakan bahwa gas alam merupakan energi yang bakal digunakan seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya yakin dengan gas alam ini industri kecil akan tumbuh dan semakin kencang. Karena harga gas alam ini murah," kata Sudirman.

Dia menambahkan, dengan pemakaian gas alam, masyarakat bisa menghemat hingga Rp40.000 per bulan dibandingkan dengan menggunakan elpiji tiga kilogram. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Said Didu Sebut Banyak Mafia Migas di Petral

Said Didu Sebut Banyak Mafia Migas di Petral

Bisnis | Jum'at, 24 April 2015 | 15:18 WIB

Menteri ESDM Pernah Jadi "Tumbal" Petral

Menteri ESDM Pernah Jadi "Tumbal" Petral

Bisnis | Jum'at, 24 April 2015 | 14:32 WIB

Mesir Jajaki Bisnis Energi di Indonesia

Mesir Jajaki Bisnis Energi di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 24 April 2015 | 12:38 WIB

Seknas Jokowi: Kementerian ESDM Tidak Pro Rakyat

Seknas Jokowi: Kementerian ESDM Tidak Pro Rakyat

Bisnis | Jum'at, 24 April 2015 | 05:13 WIB

Pertamina Optimistis Pertalite Bisa Turunkan Impor Premium

Pertamina Optimistis Pertalite Bisa Turunkan Impor Premium

Bisnis | Rabu, 22 April 2015 | 17:46 WIB

Usut Kasus Jero Wacik, KPK Periksa Pelayan dan Staf ESDM

Usut Kasus Jero Wacik, KPK Periksa Pelayan dan Staf ESDM

News | Senin, 20 April 2015 | 12:58 WIB

Pertalite Pengganti Premium

Pertalite Pengganti Premium

Foto | Jum'at, 17 April 2015 | 18:29 WIB

BBM Baru Petralite Berisiko Meningkatkan Impor Minyak

BBM Baru Petralite Berisiko Meningkatkan Impor Minyak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2015 | 17:33 WIB

Selain Jalan Tol, Petralite Akan Diujicoba di Jakarta Pusat

Selain Jalan Tol, Petralite Akan Diujicoba di Jakarta Pusat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2015 | 15:30 WIB

Bertekad Kurangi Impor Premium, Ini Kiat Pemerintah

Bertekad Kurangi Impor Premium, Ini Kiat Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 17 April 2015 | 14:49 WIB

Terkini

Dari Lelucon Erotis hingga Arisan Valas: Sisi Lain Kaum Borjuis Tempo Dulu

Dari Lelucon Erotis hingga Arisan Valas: Sisi Lain Kaum Borjuis Tempo Dulu

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 13:12 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai, Bawang, Beras hingga Daging Kompak Naik, Tekan Daya Beli Masyarakat

Harga Pangan Hari Ini: Cabai, Bawang, Beras hingga Daging Kompak Naik, Tekan Daya Beli Masyarakat

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 13:11 WIB

Bagaimana Mangrove Membantu Nelayan Kuri Caddi Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem?

Bagaimana Mangrove Membantu Nelayan Kuri Caddi Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem?

News | Senin, 27 Juli 2026 | 13:05 WIB

Kaesang Masuk 'Kandang Banteng' di 2029: Siapa Lebih Kuat, Figur Jokowi atau Mesin PDIP?

Kaesang Masuk 'Kandang Banteng' di 2029: Siapa Lebih Kuat, Figur Jokowi atau Mesin PDIP?

News | Senin, 27 Juli 2026 | 13:02 WIB

Sebanyak 69,5 Persen UMKM Kesulitan Akses Pembiyaan Perbankan, Ini Faktornya

Sebanyak 69,5 Persen UMKM Kesulitan Akses Pembiyaan Perbankan, Ini Faktornya

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 13:00 WIB

Ulasan Film Smile 2: Sekuel Paling Mencekam dengan Nuansa Horor yang Pekat!

Ulasan Film Smile 2: Sekuel Paling Mencekam dengan Nuansa Horor yang Pekat!

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 13:00 WIB

Fakta Baru di Sidang Pencemaran Nama Baik Heni Sagara: Pabrik Pernah Disegel dan Izin Kedaluwarsa

Fakta Baru di Sidang Pencemaran Nama Baik Heni Sagara: Pabrik Pernah Disegel dan Izin Kedaluwarsa

Entertainment | Senin, 27 Juli 2026 | 12:58 WIB

Review Buku 'Pertama, Sayangi Dirimu Lebih Dahulu': Kecil Langkahnya, Besar Dampaknya

Review Buku 'Pertama, Sayangi Dirimu Lebih Dahulu': Kecil Langkahnya, Besar Dampaknya

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 12:58 WIB

Cerita UMKM Manfaatkan QRIS dan Ekosistem Digital BRI Hingga Tembus Pasar Hong Kong

Cerita UMKM Manfaatkan QRIS dan Ekosistem Digital BRI Hingga Tembus Pasar Hong Kong

Bri | Senin, 27 Juli 2026 | 12:53 WIB

Perry Warjiyo Mundur, Komisi XI DPR Tunggu Nama Calon Gubernur BI dari Presiden

Perry Warjiyo Mundur, Komisi XI DPR Tunggu Nama Calon Gubernur BI dari Presiden

News | Senin, 27 Juli 2026 | 12:52 WIB

×