'Paprika Manjur' Ini Dibuat dari Limbah Biogas

Esti Utami

Selasa, 28 April 2015 | 07:42 WIB
'Paprika Manjur' Ini Dibuat dari Limbah Biogas
Ilustrasi pengolahan limbah biogas menjadi media tanam jamur. (Antara)

Suara.com - Empat mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) Malang, Jawa Timur berhasil menyulap limbah biogas yang melimpah dan selama ini dibuang percuma menjadi produk "Paprika Manjur" dengan nilai ekonomis tinggi.

Di bawah bimbingan Dr Ary Mustofa Ahmad, keempat mahasiswa itu mampu menciptakan Paprika Manjur yang merupakan singkatan dari pakan ternak, pakan ikan, pupuk organik dan media tanam jamur.

"Walaupun sekarang sudah ada produk yang sama dan dijual di pasaran, kami yakin Paprika Manjur akan tetap laku di pasaran karena lebih aman dan diolah dari bahan-bahan alami," kata Erina Aprilia Hidayati, satu dari empat mahasiswa itu.

Selain Erina (FTP 2011), tiga mahasiswa FTP-UB lainnya yang tergabung dalam tim yang difasilitasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Dikti 2015 itu adalah Munaworoh (FTP 2011), Arif Suryo Nugroho (FTP 2013), dan Faiq (FTP 2011).

Lebih lanjut, Erina mengatakan pembuatan Paprika Manjur tersebut juga tidak membutuhkan biaya mahal, sehingga harga jualnya bisa ditekan. Limbah yang awalnya tidak terpakai itu sekarang justru bisa dijual dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus bisa menyelamatkan lingkungan dari pencemaran limbah biogas di kawasan peternakan sapi di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kota Batu.

Pemanfaatan limbah ini dapat dilakukan dengan menggunakan spiner untuk memisahkan padatan dan cairan serta alat pembentuk pakan ikan (pellet). Proses pembuatannya pun relatif sederhana, yakni dengan menambahkan bahan tambahan dedak dan tepung ikan sebagai campuran pakan ikan serta EM4 untuk membantu proses fermentasi limbah biogas.

"Hasil dari padatan ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pakan ikan, pupuk padat dan media tanam jamur. Sedangkan hasil cair dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair," katanya.

Sebagian besar warga Dusun Toyomerto berprofesi sebagai peternak yang menggunakan biogas sebagai bahan bakar pengganti LPG (Liquid Petroluem Gas) dengan memanfaatkan kotoran ternak sebagai bahan bakunya.

Namun, biogas tidak hanya menghasilkan gas metana yang bermanfaat sebagai pengganti LPG, tetapi juga menghasilkan masalah baru, yakni limbah dari reaktor atau biasa disebut limbah biogas.

Ketua Kelompok Tani Sumber Hasil Toyomerto, Soedardji mengatakan selama ini limbah biogas tidak termanfaatkan dan dibuang. Tidak jarang warga bingung untuk membuangnya, sehingga limbah biogas yang berbentuk cair langsung dialirkan ke sungai dan kemungkinan besar juga mencemari lingkungan.

Padahal, limbah biogas masih memiliki banyak nutrisi, seperti protein dan unsur hara yang dapat dimanfaatkan kembali. Dengan sedikit usaha, limbah yang semula tidak berguna dapat dimanfaatkan menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomis.

"Sekarang limbah biogas tersebut sudah diolah dan dikemas menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomis, bahkan produknya juga sangat aman untuk ternak maupun tanaman," ujar Soedardji. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tong Kalap, Tong Nyesa: Siasat Kafe di Bandung Kurangi Limbah Makanan

Tong Kalap, Tong Nyesa: Siasat Kafe di Bandung Kurangi Limbah Makanan

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 15:55 WIB

Kotoran Manusia Diubah Jadi Campuran Beton, Hasilnya Makin Kokoh

Kotoran Manusia Diubah Jadi Campuran Beton, Hasilnya Makin Kokoh

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:29 WIB

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:31 WIB

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:55 WIB

Mengenal Barik, Upaya Olah Limbah Daun Nanas Kelud Menjadi Tekstil Berkelanjutan

Mengenal Barik, Upaya Olah Limbah Daun Nanas Kelud Menjadi Tekstil Berkelanjutan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:05 WIB

Kulit Jagung Dikembangkan Jadi Bioplastik, Bisakah Jadi Alternatif untuk Kurangi Sampah Plastik?

Kulit Jagung Dikembangkan Jadi Bioplastik, Bisakah Jadi Alternatif untuk Kurangi Sampah Plastik?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:15 WIB

Limbah Sabut Kelapa Berpotensi Bikin Jalan Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan; Bagaimana Caranya?

Limbah Sabut Kelapa Berpotensi Bikin Jalan Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan; Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 15:39 WIB

Lawan Abrasi, Bagaimana Limbah Plastik Disulap Jadi Alat Penahan Ombak?

Lawan Abrasi, Bagaimana Limbah Plastik Disulap Jadi Alat Penahan Ombak?

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 14:55 WIB

Sampah Produk Tak Hanya Urusan Pemerintah, Produsen Harus Bertanggung Jawab

Sampah Produk Tak Hanya Urusan Pemerintah, Produsen Harus Bertanggung Jawab

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:45 WIB

Pencemaran Limbah Potasium di Serang

Pencemaran Limbah Potasium di Serang

Foto | Jum'at, 04 September 2026 | 19:07 WIB

Terkini

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:37 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Sport | Senin, 21 September 2026 | 22:26 WIB

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

News | Senin, 21 September 2026 | 22:25 WIB

×