Rupiah Tertekan di Level 13.000, Menko Sofyan Anggap Masih Wajar

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 23 Juli 2015 | 14:18 WIB
Rupiah Tertekan di Level 13.000, Menko Sofyan Anggap Masih Wajar
Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil . [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Usai libur Lebaran, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini sempat berada di level Rp13.400, atau melemah 0,04 persen jika dibandingkan pada penutupan sebelumnya. Meski begitu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menganggap level tersebut masih wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

"Enggak ada yang perlu dikhawatirkan. Ini masih batas wajar. Walaupun orang mengatakan nilai rupiah undervalue, enggak ada masalah. Saya pikir ini tidak menjadi masalah yang harus dibesar-besarkan. Rupiah itu kan selalu menjadi pembicaraan yang menarik. Dalam iklim yang seperti kita ketahui, pasar seperti ini, naik-turunnya rupiah masih selama batas wajar," ujar Sofyan, saat ditemui di kantornya, Kamis (23/7/2015).

Sofyan meminta kepada masyarakat untuk tidak khawatir terhadap nilai tukar rupiah yang masih bertahan di level 13.000 per dolar. Pasalnya menurutnya, Bank Indonesia (BI) akan terus melakukan monitor yang detail di pasar.

"BI kan selama ini selaku melakukan pemantauan perkembangan di pasar. Dan kalau selama penurunan itu masih dalam batas yang wajar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Masyarakat tidak perlu khawatir akan hal itu," tegasnya.

Sofyan menjelaskan, level rupiah yang tertekan lebih disebabkan karena faktor eksternal. Dia menyebut, banyak terjadi aksi spekulasi akibat kondisi global saat ini, seperti krisis Yunani, spekulasi kebijakan penyesuaian suku bunga acuan The Federal Reserves, serta fenomena penguatan dolar AS terhadap seluruh mata uang akibat pemulihan ekonomi di AS.

"Ini kondisi eksternal yang tidak banyak yang bisa kita lakukan. Kita bisanya mengintervensi kondisi internal, dan semua yang bisa kita perbaiki, kita perbaiki. Pemerintah juga saat ini tengah berusaha untuk meredam fluktuasi mata uang. Jadi ini masalah yang tidak harus dibesar-besarkan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Potensi Tambah Impor Minyak, Menko Sofyan Tetap Dukung Pertalite

Potensi Tambah Impor Minyak, Menko Sofyan Tetap Dukung Pertalite

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2015 | 12:09 WIB

Rupiah Terus Melemah Menjadi Rp13.389

Rupiah Terus Melemah Menjadi Rp13.389

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2015 | 10:58 WIB

Saham Cina Anjlok, Ekspor Indonesia Terancam

Saham Cina Anjlok, Ekspor Indonesia Terancam

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2015 | 12:34 WIB

DPR Ingatkan Soal Perlambatan Ekonomi dan Lemahnya Nilai Rupiah

DPR Ingatkan Soal Perlambatan Ekonomi dan Lemahnya Nilai Rupiah

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2015 | 13:52 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×