Perdagangan Saham Shanghai Ditutup Jatuh 8,4 Persen

Suwarjono

Senin, 27 Juli 2015 | 18:13 WIB
Perdagangan Saham Shanghai Ditutup Jatuh 8,4 Persen
Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/6). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Saham-saham Shanghai berakhir jatuh 8,48 persen pada Senin, menentang upaya-upaya pemerintah untuk menopang pasar, didorong kekhawatiran ekonomi terbesar kedua dunia itu sedang menuju penurunan tajam, kata para dealer.

Indeks komposit Shanghai ditutup turun 345,35 poin menjadi 3.725,56 dengan nilai transaksi 721,3 miliar yuan (117,9 miliar dolar AS).

Indeks komposit Shenzhen, yang melacak saham-saham di bursa kedua Tiongkok, turun 7,00 persen atau 162,62 poin, menjadi berakhir di 2.160,09 dengan nilai transaksi 667,7 miliar yuan.

Penurunan terjadi karena data ekonomi menyebabkan sentimen berbalik, meskipun pemerintah berupaya untuk menopang pasar saham menyusul kemunduran pasar yang dimulai bulan lalu, kata para dealer.

"Investor tidak yakin bahwa pasar bergairah akan segera kembali setiap saat," Jimmy Zuo, seorang pedagang di Guosen Securities, mengatakan kepada Bloomberg News.

"Orang-orang ingin mengantongi keuntungan setelah indeks naik melewati tanda 4.000." Pada Senin, pemerintah mengatakan bahwa keuntungan perusahaan-perusahaan industri besar turun 0,3 persen tahun-ke-tahun pada Juni menjadi 588,57 miliar yuan.

Pada Jumat, angka awal Indeks Pembelian Manajer (PMI) Caixin -- survei independen aktivitas manufaktur -- datang di 48,2 untuk Juli, angka terendah sejak 48,1 pada April 2014.

Para pejabat telah meluncurkan sejumlah tindakan, termasuk tindakan keras polisi terhadap "short-selling" dan larangan pemegang saham besar menjual saham mereka selama enam bulan, untuk mencegah kemerosotan yang dimulai pada pertengahan Juni.

Tetapi saham Shanghai merosot 1,29 persen pada Jumat, mengakhiri reli enam hari, setelah angka PMI mengecewakan.

Meskipun dibantah para pejabat, investor juga khawatir mengenai apakah pemerintah akan keluar dari pasar dengan menghapus dukungan dana yang telah menopang harga-harga.

"Kenaikan selama dua sampai tiga minggu terakhir ini terlalu besar, sehingga pasar perlu untuk memperbaiki dirinya sendiri," Zhang Qi, seorang analis dari Haitong Securities. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indeks Dow Catat Rekor Tertinggi

Indeks Dow Catat Rekor Tertinggi

Bisnis | Sabtu, 06 Desember 2014 | 07:13 WIB

Penutupan, IHSG Melemah 38,40 Poin

Penutupan, IHSG Melemah 38,40 Poin

Bisnis | Selasa, 26 Agustus 2014 | 18:27 WIB

Gugatan Pilpres Dimulai, Sesi Penutupan IHSG BEI Turun 50,86 Poin

Gugatan Pilpres Dimulai, Sesi Penutupan IHSG BEI Turun 50,86 Poin

Bisnis | Rabu, 06 Agustus 2014 | 17:39 WIB

Harga Emas Turun Tertekan Pasar Saham AS

Harga Emas Turun Tertekan Pasar Saham AS

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2014 | 05:20 WIB

Jokowi, Presiden Idaman Investor Pasar Saham

Jokowi, Presiden Idaman Investor Pasar Saham

Bisnis | Rabu, 23 April 2014 | 12:50 WIB

Terkini

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Syarat Perpanjang Paspor yang Sudah Mati Lebih dari 5 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Andrea Bocelli Bakal Dedikasikan Lagu untuk Perdamaian Dunia dalam Konser di Indonesia

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:18 WIB

Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil

Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil

Bekaci | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Cari Kerja Susah Malah Disuruh Wirausaha, Dikira Dagang Gak Pakai Duit?

Cari Kerja Susah Malah Disuruh Wirausaha, Dikira Dagang Gak Pakai Duit?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:15 WIB

DBS dan BCA Kompak Sebut Isu Merger Hoax

DBS dan BCA Kompak Sebut Isu Merger Hoax

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:14 WIB

×