Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Membaik di Kwartal II

Laban Laisila | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Sabtu, 08 Agustus 2015 | 03:45 WIB
BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Membaik di Kwartal II
Dewan Gubernur BI yang dipimpin oleh Agus Martowardojo mengumumkan suku bunga acuan (BI Rate) di Jakarta, Selasa (17/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memperkirakan perekonomian Indonesia pada semester II-2015 bisa tumbuh lebih baik dari semester I-2015 yang hanya mencapai 4,7 persen.

"Pertumbuhan ekonomi akhir tahun masih bisa mencapai 5,0 persen hingga 5,4 persen. Jadi, pada Q3 dan Q4 harus mendorong pertumbuhan ekonomi di atas lima persen," kata Agus di Jakarta, Jumat (7/8/2015).

Agus mengataka, salah satu hal yang bisa membantu peningkatan angka pertumbuhan ekonomi pada semester II-2015 adalah percepatan realisasi belanja pemerintah pusat, terutama belanja pemerintah desa yang masih terhambat proses birokrasi.

"Kami melihat pemerintah daerah perlu melakukan konsolidasi untuk merealisasikan belanjanya. Kalau pemerintah pusat ada TEPPA (untuk mengawasi, Red), tetapi kalau di daerah, harus ada inisiatif," lanjut Agus.

Dia mengharapkan, ada upaya pendampingan dari pemerintah pusat, terkait perbaikan sistem administrasi atau pembenahan sumber daya manusia, untuk mempercepat penyerapan anggaran belanja pemerintah daerah tersebut.

"Kami memandang perlu ada pendampingan dan kami harapkan realisasi anggaran harus efektif, agar tidak terjadi kebocoran atau penyaluran yang tidak tepat sasaran," ujarnya lagi.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester II bisa mencapai 5,5 persen dengan melakukan tindakan maksimal, seperti memacu penyerapan belanja pemerintah pusat maupun daerah sebagai stimulus terhadap kegiatan ekonomi.

"Kami juga masih mencari upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, dan yang pasti itu bukan datang dari konsumsi masyarakat, karena kita berupaya mendorong dari investasi, baik dari swasta maupun belanja pemerintah," ujarnya lagi.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah memprediksi pada akhir tahun 2015, perekonomian nasional bisa tumbuh pada kisaran 5,2 persen atau sedikit lebih baik dari angka pertumbuhan ekonomi pada 2014 yang tercatat 5,02 persen.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2015 mencapai 4,67 persen, melambat dibandingkan triwulan I-2015 sebesar 4,72 persen, sehingga pertumbuhan ekonomi semester I-2015 mencapai 4,7 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penyebab Ekonomi Indonesia Melambat

Ini Penyebab Ekonomi Indonesia Melambat

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2015 | 20:38 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Jeblok, Menkeu Sudah Lapor ke Jokowi

Pertumbuhan Ekonomi Jeblok, Menkeu Sudah Lapor ke Jokowi

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2015 | 20:25 WIB

Meski Melambat, Menkeu Klaim Ekonomi Tumbuh Dibanding Negara Lain

Meski Melambat, Menkeu Klaim Ekonomi Tumbuh Dibanding Negara Lain

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2015 | 19:17 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB