Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Membaik di Kwartal II

Laban Laisila, Dian Kusumo Hapsari

Sabtu, 08 Agustus 2015 | 03:45 WIB
BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Membaik di Kwartal II
Dewan Gubernur BI yang dipimpin oleh Agus Martowardojo mengumumkan suku bunga acuan (BI Rate) di Jakarta, Selasa (17/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memperkirakan perekonomian Indonesia pada semester II-2015 bisa tumbuh lebih baik dari semester I-2015 yang hanya mencapai 4,7 persen.

"Pertumbuhan ekonomi akhir tahun masih bisa mencapai 5,0 persen hingga 5,4 persen. Jadi, pada Q3 dan Q4 harus mendorong pertumbuhan ekonomi di atas lima persen," kata Agus di Jakarta, Jumat (7/8/2015).

Agus mengataka, salah satu hal yang bisa membantu peningkatan angka pertumbuhan ekonomi pada semester II-2015 adalah percepatan realisasi belanja pemerintah pusat, terutama belanja pemerintah desa yang masih terhambat proses birokrasi.

"Kami melihat pemerintah daerah perlu melakukan konsolidasi untuk merealisasikan belanjanya. Kalau pemerintah pusat ada TEPPA (untuk mengawasi, Red), tetapi kalau di daerah, harus ada inisiatif," lanjut Agus.

Dia mengharapkan, ada upaya pendampingan dari pemerintah pusat, terkait perbaikan sistem administrasi atau pembenahan sumber daya manusia, untuk mempercepat penyerapan anggaran belanja pemerintah daerah tersebut.

"Kami memandang perlu ada pendampingan dan kami harapkan realisasi anggaran harus efektif, agar tidak terjadi kebocoran atau penyaluran yang tidak tepat sasaran," ujarnya lagi.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester II bisa mencapai 5,5 persen dengan melakukan tindakan maksimal, seperti memacu penyerapan belanja pemerintah pusat maupun daerah sebagai stimulus terhadap kegiatan ekonomi.

"Kami juga masih mencari upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, dan yang pasti itu bukan datang dari konsumsi masyarakat, karena kita berupaya mendorong dari investasi, baik dari swasta maupun belanja pemerintah," ujarnya lagi.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah memprediksi pada akhir tahun 2015, perekonomian nasional bisa tumbuh pada kisaran 5,2 persen atau sedikit lebih baik dari angka pertumbuhan ekonomi pada 2014 yang tercatat 5,02 persen.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2015 mencapai 4,67 persen, melambat dibandingkan triwulan I-2015 sebesar 4,72 persen, sehingga pertumbuhan ekonomi semester I-2015 mencapai 4,7 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penyebab Ekonomi Indonesia Melambat

Ini Penyebab Ekonomi Indonesia Melambat

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2015 | 20:38 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Jeblok, Menkeu Sudah Lapor ke Jokowi

Pertumbuhan Ekonomi Jeblok, Menkeu Sudah Lapor ke Jokowi

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2015 | 20:25 WIB

Meski Melambat, Menkeu Klaim Ekonomi Tumbuh Dibanding Negara Lain

Meski Melambat, Menkeu Klaim Ekonomi Tumbuh Dibanding Negara Lain

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2015 | 19:17 WIB

Terkini

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:59 WIB

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:46 WIB

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:09 WIB

BUMI Resmi Tak Bagikan Dividen, Ke Mana Larinya Laba Bersih Tahun 2025?

BUMI Resmi Tak Bagikan Dividen, Ke Mana Larinya Laba Bersih Tahun 2025?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:46 WIB

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:42 WIB

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:39 WIB

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB