Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memperkirakan perekonomian Indonesia pada semester II-2015 bisa tumbuh lebih baik dari semester I-2015 yang hanya mencapai 4,7 persen.
"Pertumbuhan ekonomi akhir tahun masih bisa mencapai 5,0 persen hingga 5,4 persen. Jadi, pada Q3 dan Q4 harus mendorong pertumbuhan ekonomi di atas lima persen," kata Agus di Jakarta, Jumat (7/8/2015).
Agus mengataka, salah satu hal yang bisa membantu peningkatan angka pertumbuhan ekonomi pada semester II-2015 adalah percepatan realisasi belanja pemerintah pusat, terutama belanja pemerintah desa yang masih terhambat proses birokrasi.
"Kami melihat pemerintah daerah perlu melakukan konsolidasi untuk merealisasikan belanjanya. Kalau pemerintah pusat ada TEPPA (untuk mengawasi, Red), tetapi kalau di daerah, harus ada inisiatif," lanjut Agus.
Dia mengharapkan, ada upaya pendampingan dari pemerintah pusat, terkait perbaikan sistem administrasi atau pembenahan sumber daya manusia, untuk mempercepat penyerapan anggaran belanja pemerintah daerah tersebut.
"Kami memandang perlu ada pendampingan dan kami harapkan realisasi anggaran harus efektif, agar tidak terjadi kebocoran atau penyaluran yang tidak tepat sasaran," ujarnya lagi.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada semester II bisa mencapai 5,5 persen dengan melakukan tindakan maksimal, seperti memacu penyerapan belanja pemerintah pusat maupun daerah sebagai stimulus terhadap kegiatan ekonomi.
"Kami juga masih mencari upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, dan yang pasti itu bukan datang dari konsumsi masyarakat, karena kita berupaya mendorong dari investasi, baik dari swasta maupun belanja pemerintah," ujarnya lagi.
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah memprediksi pada akhir tahun 2015, perekonomian nasional bisa tumbuh pada kisaran 5,2 persen atau sedikit lebih baik dari angka pertumbuhan ekonomi pada 2014 yang tercatat 5,02 persen.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2015 mencapai 4,67 persen, melambat dibandingkan triwulan I-2015 sebesar 4,72 persen, sehingga pertumbuhan ekonomi semester I-2015 mencapai 4,7 persen. (Antara)