Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Lima Perusahaan Sawit Nasional Bentuk Tim Manajemen Palm Oil

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 25 Agustus 2015 | 02:00 WIB
Lima Perusahaan Sawit Nasional Bentuk Tim Manajemen Palm Oil
Sejumlah truk bermuatan kelapa sawit menunggu antrean bongkar muat di salahsatu perusahaan pengolahan sawit di Desa Rantau Sakti, Rokan Hulu, Riau, Selasa (16/9).

Suara.com - Lima perusahaan kelapa sawit besar membentuk tim manajemen Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP) sebagai tindak lanjut deklarasi penciptaan industri kelapa sawit yang berkelanjutan pada Sidang Umum PBB September 2014 silam.

"Penandatanganan deklarasi pada Konferensi Tingkat Tinggi tentang Iklim dalam Sidang Umum PBB tersebut sebagai upaya memutus produksi minyak sawit yang tidak berkelanjutan, dengan praktik deforestasi," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Lingkungan Hidup Shinta Widjaja Kamdani pada perkenalan tim manajemen IPOP di Jakarta, Senin (24/8/2015).

Tim manajemen IPOP yang telah terbentuk, menurut Shinta merupakan bentuk komitmen lima perusahaan pelaku industri kelapa sawit skala besar di Indonesia. Harapannya tata kelola sawit berkelanjutan dapat dilaksanakan dengan baik, di tataran strategis maupun operasional sesuai deklarasi.

Bagi Kadin, ia mengatakan IPOP menjadi titik puncak untuk mencapai visi membangun industri minyak sawit berkelanjutan dalam jangka panjang. Bersama dengan lima perusahaan minyak sawit besar, Kadin berkomitmen menciptakan industri minyak sawit bebas dari deforestasi, penanaman di luar lahan gambut, dan nonkonflik sosial.

Direktur Eksekutif Tim Manajemen IPOP Nurdiana Darus mengatakan misi IPOP menciptakan sebuah iklim kondusif mempromosikan produk kelapa sawit Indonesia secara berkelanjutan dengan mengimplementasikan praktik bertanggung jawab tanpa deforestasi, mampu memperluas manfaat sosial bagi masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing kelapa sawit Indonesia di pasar global.

"Harapannya (perusahaan minyak sawit) yang lain dapat bergabung dengan IPOP. Dengan berkolaborasi melalui IPOP diharapkan dapat menjadi cara untuk mencari solusi bersama menciptakan industri minyak sawit yang berkelanjutan," ujar dia.

Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ida Bagus Putera Parthama mengatakan pihaknya akan memastikan tidak ada perkebunan kelapa sawit yang akan menggunakan hutan dengan tutupan baik. Hanya dengan cara itu tujuan atau misi IPOP akan tercapai.

KLHK, lanjutnya, juga memastikan instrumen audit lingkungan akan berjalan untuk menjawab kecurigaan yang mungkin muncul dari dampak lingkungan perkebunan kelapa sawit.

Ia mengatakan bahwa kementeriannya akan mendukung hal positif yang sedang diupayakan IPOP untuk mencapai terbentuknya industri minyak sawit berkelanjutan.

"Bila memang perlu regulasi untuk mencapai itu, mari kita kerjakan bersama," kata dia.

Dalam perkenalan tim manajemen IPOP oleh Kadin hadir pula Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, Duta Besar Amerika Serikat Robert O Blake, Duta Besar Norwegia Stig Traavik, Duta Besar Inggris Moazzam Malik, dan Duta Besar Belgia Patrick Hermann.

Sejumlah perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti WWF, Greenpeace, Rainforest Alliance, dan CIFOR ikut hadir dalam acara tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Pastikan Ambil Alih Lahan Sawit Milik DL Sitorus

Pemerintah Pastikan Ambil Alih Lahan Sawit Milik DL Sitorus

News | Rabu, 29 April 2015 | 02:16 WIB

WWF: Petani Sawit Penyebab Hutan Sumatera Gundul

WWF: Petani Sawit Penyebab Hutan Sumatera Gundul

News | Selasa, 28 April 2015 | 22:02 WIB

Menkeu: CPO Fund Dipungut Bulan Depan

Menkeu: CPO Fund Dipungut Bulan Depan

Bisnis | Selasa, 21 April 2015 | 18:15 WIB

Ini yang Dibahas Jokowi dengan Presiden Uni Eropa

Ini yang Dibahas Jokowi dengan Presiden Uni Eropa

Bisnis | Rabu, 19 November 2014 | 10:05 WIB

Pengusaha Kelapa Sawit Dituding Permainkan Harga TBS

Pengusaha Kelapa Sawit Dituding Permainkan Harga TBS

Bisnis | Rabu, 23 Juli 2014 | 06:48 WIB

Bea Keluar Sawit Beratkan Pelaku Usaha Riau

Bea Keluar Sawit Beratkan Pelaku Usaha Riau

Bisnis | Minggu, 06 April 2014 | 15:21 WIB

Perkebunan Kelapa Sawit Harus Ramah Lingkungan

Perkebunan Kelapa Sawit Harus Ramah Lingkungan

Bisnis | Rabu, 12 Februari 2014 | 11:54 WIB

Industri Kelapa Sawit Indonesia Meroket

Industri Kelapa Sawit Indonesia Meroket

News | Rabu, 05 Februari 2014 | 17:55 WIB

Terkini

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 22:03 WIB

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 21:06 WIB

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:25 WIB

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:04 WIB

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:36 WIB

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:58 WIB