Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Dolar Tinggi, Pengusaha Tahu Aceh Ikut "Kelenger"

Siswanto | Suara.com

Kamis, 27 Agustus 2015 | 05:31 WIB
Dolar Tinggi, Pengusaha Tahu Aceh Ikut "Kelenger"
Kedelai (Antara)

Suara.com - Harga kedelai mengalami lonjakan paska melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat. Akibatnya sejumlah pengusaha tahu di Banda Aceh terancam gulung tikar.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Tahu Tempe Kota Banda Aceh, Mulizar, mengatakan, kedelai yang mengalami kenaikan harga adalah kedelai impor. Sepekan terakhir sebelum nilai tukar rupiah melemah, kedelai ini masih berada pada harga Rp6.800 per kilogram.

Namun, sejak dolar tembus ke angka Rp14 ribu, kedelai impor naik menjadi Rp7 ribu per kilogram.

Sedangkan harga kedelai lokal, kata dia, saat ini masih seperti biasa yaitu Rp6.400 per kilogram. Namun karena kualitasnya kurang baik, kedelai lokal jarang digunakan untuk membuat tahu dan tempe.

"Kalau sudah begini, yang impor-impor pasti naik. Nah, kedelai untuk tahu tempe kita di sini kan impor," kata Mulizar saat ditemui di Banda Aceh, Rabu (26/8/2015).

Jika rupiah terus melemah ke level tertinggi, selaku pengusaha tahu dan tempe, Mulizar memperkirakan harga kedelai juga akan ikut mahal. Jika hal itu terjadi kata dia, para pengusaha sekelasnya terancam gulung tikar.

"Kalau pemerintah tak mampu mengatasi ini, ekonomi semakin sulit. Bahan utama untuk membuat ini (tahu tempe) semakin mahal, tentu kita bisa gulung tikar. Dampaknya lainnya pun luar biasa," ujarnya.

Dikatakan, usaha miliknya, dalam sehari memproduksi 150 papan tahu dengan total penggunaan kedelai mencapai 500 kilogram. Harga tahu per papan dibanderol senilai Rp40 ribu.

"Kita sekali beli kedelai sampai empat ton. Harga jual per papan itu tidak naik, sementara untuk cost untuk bahan pembuatnya naik. Ini, kan masalah," tuturnya.

Sebab itu lah, kata dia, agar kerugian tidak terlalu besar, kini pihaknya mensiasati dengan memperkecil ukuran tahu.

"Ukurannya kita per kecil dari sebelumnya. Kalau kualitas sama. Ini kita lakukan agar tidak merugi," tuturnya. [Alfiansyah Ocxie]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panglima TNI: Dolar Tinggi Pengaruhi Perawatan Alutsista

Panglima TNI: Dolar Tinggi Pengaruhi Perawatan Alutsista

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 18:09 WIB

Rupiah Belum Bangkit, Kembali Melemah ke Posisi Rp 14.099

Rupiah Belum Bangkit, Kembali Melemah ke Posisi Rp 14.099

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 17:53 WIB

Jenderal Gatot Contohkan Warga Papua Tak Pernah Krisis Ekonomi

Jenderal Gatot Contohkan Warga Papua Tak Pernah Krisis Ekonomi

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 16:09 WIB

Gejolak Rupiah, Pedagang Tempe "Kelenger"

Gejolak Rupiah, Pedagang Tempe "Kelenger"

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 14:53 WIB

Ekonom UNS: Kembalikan Tahun Anggaran Negara dan Fiskal

Ekonom UNS: Kembalikan Tahun Anggaran Negara dan Fiskal

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 14:15 WIB

Terkini

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 20:05 WIB

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:47 WIB

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:37 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB

DJP Tunggu Restu Purbaya soal Kebijakan Pajak E-commerce

DJP Tunggu Restu Purbaya soal Kebijakan Pajak E-commerce

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 18:58 WIB

Dapat Rating BBB dari S&P, Purbaya Diperingatkan Rasio Bunga Utang Pemerintah

Dapat Rating BBB dari S&P, Purbaya Diperingatkan Rasio Bunga Utang Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 18:39 WIB