Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Rupiah Anjlok, Ukuran Tempe Diperkecil

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 27 Agustus 2015 | 11:38 WIB
Rupiah Anjlok, Ukuran Tempe Diperkecil
Ilustrasi tempe. (suara.com)

Suara.com - Kalangan pengusaha tempe dan tahu di Kota Singaraja, Bali menurunkan jumlah produksinya karena rupiah yang terus melemah dari dolar Amerika Serikat. Penurunan produksi sampai 25 persen.

Saat ini harga kedelai di pasaran mencapai Rp8.000/kilogram. Kedelai itu merupakan produk impor dari Amerika Serikat.

"Mahalnya harga kedelai dipicu karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai sekitar Rp14.000," kata Ahmad Baharudin salah satu pengusaha tempe tahu di kota setempat, Kamis (27/8/2015).

Sebelum menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sejak beberapa minggu yang lalu, dalam sehari pihaknya memproduksi kedelai dijadikan tahu dan tempe sekitar 100 kilogram/hari.

"Namun, sekarang kami hanya memproduksi sekitar 75 kilogram dalam sehari. Mengantisipasi kemungkinan adanya kerugian akibat turunnya jumlah pembeli di pasar," kata dia.

Ia menuturkan, selain menurunkan jumlah produksi, pihaknya juga memperkecil ukuran tahu dan tempe buatannya. "Ukuran terpaksa dikurangi, untuk menutupi biaya produksi yang membengkak belakangan ini," kata dia.

Lebih lanjut, ia memaparkan, keadaan tersebut sering dikeluhkan oleh kalangan penjual tempe tahu yang menjadi langganannya setiap hari. "Langganan sering bercerita, para konsumen mengeluh karena ukuran tempe tahu lebih kecil dari biasanya," katanya.

Sementara itu, Made Sutama, salah seorang pengusaha tahu lainnya di daerah Taman Sari, Kota Singaraja mengatakan semakin mahalnya harga kedelai sangat meresahkan karena pendapatannya berkurang akibat pembatasan jumlah produksi.

"Dalam sehari omzet mencapai Rp200 ribu tetapi saat ini hanya di Rp150 ribu saja," kata dia.

"Kenaikan harga kedelai jelas sangat merugikan ditambah lagi dengan harga kebutuhan pokok dan BBM yang terus meningkat setiap saat," imbuhnya.

Oleh karena itu, Sutama berharap rupiah semakin menguat, sehingga tidak menyulitkan para pengusaha yang sangat bergantung dengan kedelai impor. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Kembali Jatuh di Level Rp14.140

Rupiah Kembali Jatuh di Level Rp14.140

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 10:43 WIB

Gubernur BI Imbau Eksportir Tak Simpan Dolar

Gubernur BI Imbau Eksportir Tak Simpan Dolar

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 05:17 WIB

Tekanan Terhadap Rupiah Lebih Terkendali Ketimbang Mata Uang Lain

Tekanan Terhadap Rupiah Lebih Terkendali Ketimbang Mata Uang Lain

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2015 | 03:34 WIB

Gejolak Rupiah, Pedagang Tempe "Kelenger"

Gejolak Rupiah, Pedagang Tempe "Kelenger"

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 14:53 WIB

Pengrajin TempeTerkena Dampak Kenaikan Dolar AS

Pengrajin TempeTerkena Dampak Kenaikan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 10:37 WIB

Rupiah Terus Melorot, IHSG Dibuka Naik

Rupiah Terus Melorot, IHSG Dibuka Naik

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2015 | 09:36 WIB

Rupiah Mendekati Rp14 Ribu Per Dolar AS

Rupiah Mendekati Rp14 Ribu Per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 18:15 WIB

Menkeu: Kondisi Ekonomi Sekarang Tak Rasional

Menkeu: Kondisi Ekonomi Sekarang Tak Rasional

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 17:18 WIB

Rupiah Terus Melemah, Menkeu: Kami Tidak Tinggal Diam!

Rupiah Terus Melemah, Menkeu: Kami Tidak Tinggal Diam!

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 14:21 WIB

Berapa Nilai Tukar Ideal Rupiah Terhadap Dolar AS?

Berapa Nilai Tukar Ideal Rupiah Terhadap Dolar AS?

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 06:30 WIB

Terkini

Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!

Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:04 WIB

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:47 WIB

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:32 WIB

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB