6 Pelajaran Keuangan dari Robert Kiyosaki yang Mesti Dicermati

Angelina Donna | Suara.com

Selasa, 22 September 2015 | 07:17 WIB
6 Pelajaran Keuangan dari Robert Kiyosaki yang Mesti Dicermati
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com -  Pada dekade lalu, buku penulis satu ini laris luar biasa di negeri kita. Apa judulnya? Yaitu “Rich Dad, Poor Dad” karangan dari Robert Kiyosaki. Siapa Robert Kiyosaki ini? Dia adalah seorang investor, usahawan, penulis dan motivator asal Amerika Serikat. Banyak yang percaya, dengan membaca buku karangannya, kita akan mendapatkan nasihat-nasihat finansial untuk meraih status “financial freedom”.

Artinya, beliau menjanjikan bahwa kita tidak akan terseret arus krisis finansial suatu negara. Kebebasan finansial dapat dicapai dengan mendapatkan pendapatan pasif yang lebih besar daripada pengeluaran hidup sehari-hari. Apabila Anda belum pernah mendengar tentang beliau, dan memahami apa yang beliau ajarkan dalam kelas-kelas mengenai pengelolaan keuangan, maka berikut ini adalah intisarinya beserta dengan tips and trik yang bisa Anda lakukan sendiri:  

1.Anda Harus Punya Tujuan Keuangan

Siapapun orangnya, pasti dia punya keterbatasan terhadap uang. Artinya, uang adalah sumber daya yang sangat terbatas dalam tujuan mewujudkan tujuan-tujuan keuangan. Sebab, tidak semua tujuan keuangan dapat kita diwujudkan. Karena itu kita harus memilah dan memilih tujuan keuangan yang mana yang ingin diwujudkan sekarang dan nanti. Untuk itu, prioritaskan pada tujuan keuangan yang sedikit, serta mungkin untuk diwujudkan, dan pada tenggat waktu yang harus bisa kita capai.

2.Buat Anggaran Pendapatan dan Belanja (rumah tangga)

Setelah membuat tujuan keuangan, cobalah untuk diturunkan menjadi anggaran pendapatan dan belanja rumah tangga. Pendapatan yang akan Anda terima dalam periode satu bulan, tiga bulan, atau setahun harus Anda rencanakan. Berapa dari gaji, berapa dari kerja freelance, berapa dari usaha sampingan, dan seterusnya. Dan begitu pula dengan belanja. Apa dan berapa rupiah yang boleh dibelanjakan di supermarket, online shopping, liburan, untuk pendidikan anak, dan seterusnya.

3.Kendalikan Pengeluaran Anda

Saat ini kita hidup di masa di mana semua mendorong kita untuk berbelanja. Teman-teman, komunitas, keluarga mungkin akan turut mengajak kita untuk menjadi pembelanja yang massif. Selain itu, kencang pula beragam iklan di saluran TV dan radio. Segala yang ada di internet pun meminta kita untuk segera berbelanja seolah kita memang membutuhkannya. Apakah kita bisa menyalahkan mereka atas apa yang anda belanjakan? Tentu saja tidak. Semua pengeluaran yang Anda lakukan adalah perilaku diri sendiri. Sebab yang paling mengetahui apa yang menjadi kebutuhan maupun yang menjadi keinginan adalah Anda. Sebab itu cobalah untuk mengendalikan pengeluaran agar tidak berlebihan.

4.Hiduplah Lebih Sederhana Dari Waktu Ke Waktu

Setelah berhasil mengendalikan pengeluaran Anda, mulailah hilangkan berbagai hambatan yang ada dalam pikiran, terutama yang disebabkan oleh urusan-urusan finansial. Berpikirlah terbuka terhadap berbagai fasilitas yang bisa dimanfaatkan di sekitar kita. Misalnya, memanfaatkan transportasi umum untuk menghindari peliknya macet dibanding hanya seorang diri di dalam mobil pribadi.

5.Jangan Pernah Berutang

Sebenarnya hal ini tidak dilarang oleh Robert, kecuali untuk membeli barang investasi. Utang yang baik dan disarankan, contohnya adalah membeli rumah untuk disewakan, atau ruko erta kios untuk dijadikan tempat usaha. Atau misalnya berutang untuk membeli mobil box yang digunakan untuk transportasi barang dagangan. Utang yang buruk adalah semua utang yang menyebabkan Anda gagal mentaati rencana atau anggaran keuangan. Utang itu nantinya akan menghabisi impian-impian Anda. Komitmen mencapai kebebasan finansial diawali dengan tidak memiliki utang sama sekali.

6.Jangan Pernah Berhenti Belajar dari Pengalaman

Trik-trik menekan pengeluaran sesungguhnya hanya itu-itu saja. Tetapi berbeda dengan investasi, yang harus kita pelajari terus, dan kita awasi terus bagaimana perkembangan berbagai instrument investasi di pasar. Supaya kita berhasil memilih dan memilik instrument investasi yang tepat sesuai dengan profil risiko kita. Mengatur keuangan lebih menitikberatkan pada rencana dan pengalaman.

Baca Juga Artikel Cermati lainnya:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Pakai Fitur Laporan Kredit untuk Kelola Keuangan Gratis via Cermati

Cara Pakai Fitur Laporan Kredit untuk Kelola Keuangan Gratis via Cermati

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 06:50 WIB

Mulai Banyak Dipakai Orang, Yuk Bahas Kelebihan dan Kekurangan E-Wallet

Mulai Banyak Dipakai Orang, Yuk Bahas Kelebihan dan Kekurangan E-Wallet

Bisnis | Rabu, 11 Desember 2024 | 17:14 WIB

Cermati Kunjungi Kantor Suara.com Diskusi soal Investasi

Cermati Kunjungi Kantor Suara.com Diskusi soal Investasi

Foto | Selasa, 16 Mei 2023 | 19:21 WIB

3 Hal yang Perlu Kamu Cermati dari Calon Pasangan Masa Depanmu

3 Hal yang Perlu Kamu Cermati dari Calon Pasangan Masa Depanmu

Your Say | Kamis, 07 Juli 2022 | 10:30 WIB

Terkini

Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi

Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:51 WIB

PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026

PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:33 WIB

Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB

Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen

Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB

Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026

Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:56 WIB

Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan

Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:51 WIB

Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya

Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:20 WIB

RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok

RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:13 WIB

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:19 WIB