Array

September Deflasi 0,05 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 01 Oktober 2015 | 14:58 WIB
September Deflasi 0,05 Persen, Ini Penyebabnya
Ilustrasi turunnya harga cabai turut menyumbang deflasi pada September 2015. (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Jakarta, Kamis, mengatakan pada September 2015 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen, dibanding Agustus. Dalam catatan BPS, bahan makanan penurunan harga daging ayam dan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax menjadi penyumbang utama deflasi ini.

Suryamin mengatakan, harga daging ayam ras yang turun sekitar 9,31 persen menyumbang deflasi sebesar 0,13 persen. Penurunan harga karena suplai dan persediaan di sentra produksi melimpah dan mencukupi kebutuhan.

"Penurunannya ini terjadi di 62 kota Indeks Harga Konsumen (IHK). Penurunan tertinggi terjadi di Jambi sebesar 25 persen dan Pematang Siantar 23 persen. Ini memang supplainya masih sangat banyak, sampai teman-teman saya mau bisnis ayam karena banyak sekali ayam ras," kata Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (1/10/2015).

Komoditas lainnya adalah cabai merah yang turun hingga 10,98 persen dengan andil deflasi sebesar minus 0,09 persen. Terjadi penurunan di 58 kota IHK dengan daerah tertinggi di Padang Sidempuan dan Jambi 40 persen, serta Lhokseumawe 38 persen.

"Ini juga sama karena sudah masuk musim kemarau ini, makanya suplainya melimpah," katanya.

Ketiga, tarif angkutan udara mengalami penurunan sebesar 10,22 persen dengan andil deflasi sebesar 0,09 persen. Ini karena ada penurunan tarif bawah karena kabut asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Penurunan terjadi di 30 kota IHK, yang tertinggi di Palembang dan Ternate sebesar 22 persen.

Keempat, minyak goreng dengan penurunan harga sebesar 1,95 persen dengan andil 0,02 persen. Karena pasilan dari distributor lancar.

"Ini juga ada dampak penurunan harga minyak kelapa sawit dunia yang turun, tapi minyak goreng tidak turun," katanya.

Kelima bawang merah dengan penurunan sebesar 9,97 persen dengan andil deflasi sebesar 0,04 persen. Keenam Cabai rawit dengan penurunan sebesar 12,27 persen dan andilnya sebesar 0,02 persen. Ketujuh adalah penurunan harga BBM pertamax yang yang penetapan harganya berdasarkan mekanisme pasar penurunannya sekitar 0,53 persen dengan andil 0,02 persen. Terjadi di 68 kita IHK tertinggi di Tarakan sebesar 2 persen.

"Jadi deflasi September 0,05 persen terjadi deflasi pada bahan makanan 1,7 persen diikuti transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,4 persen. Daging dan hasil-hasilnya deflasi 5,2 persen, di mana yang paling besar daging ayam," ujar Suryamin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI