IAGI Kritik Konflik Dalam Pengelolaan Blok Masela

Adhitya Himawan

Selasa, 27 Oktober 2015 | 17:29 WIB
IAGI Kritik Konflik Dalam Pengelolaan Blok Masela
Ilustrasi kilang minyak. (Shutterstock)

Suara.com - Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menilai polemik pengembangan Lapangan Abadi, Blok Masela di Laut Arafura, Maluku akan berdampak negatif bagi iklim investasi. "Ketidakpastian ini akan mengundang keraguan investor lain yang sedang mengerjakan kegiatan eksplorasi di sekitar Masela," ujar Ketua IAGI Sukmandaru Prihatmoko di Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Menurut dia, IAGI berkepentingan terhadap percepatan pengembangan Masela karena penundaan atau pengunduran monetasi dari suatu penemuan akan memundurkan kegiatan eksplorasi berikutnya baik di Masela maupun blok lain sekitarnya. "Investor perlu kepastian, agar eksplorasi tidak tertunda lagi," ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi langkah pemerintah menunjuk konsultan independen yang akan mengkaji opsi mana yang terbaik apakah darat (onshore) dengan pipa atau terapung (floating LNG/FLNG). Ia berharap, dalam dua bulan ke depan, sudah ada hasil kajiannya. "Apapun hasil kajiannya harus didukung semua pihak, sehingga polemiknya selesai dan eksplorasi Masela dan blok sekitarnya tidak terganggu," tambah Prihatmoko.

Sukmandaru menambahkan, sejumlah hal lain yang perlu menjadi perhatian pemerintah dalam pengembangan Masela adalah terkait sumber daya, cadangan, dan potensi eksplorasi. "Jumlah cadangan dan sumber daya serta potensi eksplorasi dari Lapangan Masela dan sekitarnya perlu dikaji terus, dan dapat dipergunakan sebagai pertimbangan pengembangan industri hilirnya," katanya.

Hal lain, lanjutnya, yang perlu menjadi perhatian adalah mitigasi potensi kebencanaan baik gempa maupun tsunami. Menurut dia, jika melihat konfigurasi tektonik di Masela, maka konstruksi yang direncanakan baik di darat maupun laut harus memperhatikan potensi kebencanaan tersebut. "Jangan sampai, setelah dibangun dengan biaya mahal, tapi terpengaruh oleh bencana itu," ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, berdasarkan peta batimetri, potensi longsoran bawah laut akibat gempa kemungkinan akan terjadi yang mempengaruhi konstruksi pipa. "Gempa akan men-'trigger' longsoran bawah laut yang akan mempengaruhi konstruksi pipa, sehingga harus dikaji potensi kebencanaan ini secara benar," katanya.

Terakhir, menurut Sukmandaru, pengembangan Masela perlu memperhatikan soal lingkungan. "Apapun pilihannya, apakah darat maupun laut, pastinya akan meninggalkan jejak atau pengaruh terhadap lingkungan. Dengan demikian, kajian konservasi lingkungan semestinya sudah dilakukan," katanya.

Saat ini, hak partisipsi Masela dimiliki Inpex Masela Ltd yang sekaligus bertindak sebagai operator sebesar 65 persen dan Shell Corporation 35 persen. Blok Masela terletak di lepas pantai Laut Arafura berbatasan dengan Australia dan Timor Leste.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menko Rizal ke Pejabat ESDM: Jangan Mau Jadi Kelinci Percobaan

Menko Rizal ke Pejabat ESDM: Jangan Mau Jadi Kelinci Percobaan

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2015 | 06:12 WIB

Kementerian ESDM Akan Putuskan Soal Blok Masela pada 10 Oktober

Kementerian ESDM Akan Putuskan Soal Blok Masela pada 10 Oktober

Bisnis | Kamis, 24 September 2015 | 01:46 WIB

Soal Blok Masela, Menteri ESDM Tetap Pakai Rekomendasi SKK Migas

Soal Blok Masela, Menteri ESDM Tetap Pakai Rekomendasi SKK Migas

News | Rabu, 23 September 2015 | 14:06 WIB

Faisal: 2025, Produksi Minyak Indonesia 400 Ribu Barel Per Hari

Faisal: 2025, Produksi Minyak Indonesia 400 Ribu Barel Per Hari

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2015 | 15:53 WIB

Cadangan Minyak Indonesia akan Habis 13 Tahun Lagi

Cadangan Minyak Indonesia akan Habis 13 Tahun Lagi

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2015 | 13:48 WIB

Produksi Minyak Menurun, Ancam Penerimaan Negara

Produksi Minyak Menurun, Ancam Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 09 April 2015 | 18:03 WIB

2025, Cadangan Minyak dan Gas Bumi Indonesia Habis

2025, Cadangan Minyak dan Gas Bumi Indonesia Habis

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2014 | 20:53 WIB

20 Tahun Lagi, Cadangan Minyak Indonesia Habis

20 Tahun Lagi, Cadangan Minyak Indonesia Habis

Bisnis | Rabu, 02 April 2014 | 17:47 WIB

Terkini

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Gaya Pelari Ramaikan Milo ACTIV Indonesia Race 2026 di Jakarta

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:30 WIB

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×