Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

PLN Mengalami Kerugian Rp 27,4 Triliun di Kuartal III 2015

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 28 Oktober 2015 | 11:57 WIB
PLN Mengalami Kerugian Rp 27,4 Triliun di Kuartal III 2015
Direktur Utama PT. PLN Sofyan Basir menghadiri rapat kerja dengan anggota Komisi VII DPR [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menerbitkan laporan keuangan Kuartal III tahun 2015.  Akibat beban kurs Rupiah melemah, perusahaan listrik pelat merah ini mengalami kerugian Rp 27,4 triliun.

Bambang Dwiyanto, Plt Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN mengatakan pendapatan penjualan tenaga listrik PT PLN (Persero) pada Kuartal III 2015 mengalami kenaikan sebesar Rp 20,7 triliun atau 15,56% sehingga menjadi Rp 153,9 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp133,3 triliun. “Pertumbuhan pendapatan ini berasal dari kenaikan volume penjualan kWh menjadi sebesar 149,7 Terra Watt hour (TWh) atau naik 1,94% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 146,8 TWh, serta adanya kenaikan harga jual rata-rata dari sebesar Rp 910,61/KWh menjadi Rp1.036,16/KWh, kata Bambang dalam siaran pers, Selasa (27/10/2015).

Jumlah pelanggan yang dilayani perusahaan pada akhir Triwulan III 2015 mencapai 60,3 juta pelanggan atau naik 13,78% dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 56,5 juta pelanggan. Bertambahnya jumlah pelanggan ini juga mendorong kenaikan rasio elektrifikasi nasional yaitu dari 82,9% pada September 2014 menjadi 87,3% pada September 2015.

Perusahaan dapat melakukan efisiensi sehingga subsidi listrik pada Triwulan III 2015 turun sebesar Rp37,28 triliun menjadi sebesar Rp45,9 triliun dibandingkan Triwulan III 2014 sebesar Rp83,35 triliun.

Meskipun volume penjualan meningkat, namun beban usaha perusahaan turun sebesar Rp13,3 triliun atau 7,45% menjadi Rp164,7 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp177,9 triliun. Penurunan ini terjadi karena program efisiensi yang terus dilakukan perusahaan antara lain melalui substitusi penggunaan bahan bakar minyak/BBM dengan penggunaan batubara/energi primer lain yang lebih murah, dan pengendalian biaya bukan bahan bakar, serta turunnya harga komoditas energi primer. Efisiensi terbesar terlihat dari berkurangnya biaya BBM sebesar Rp28,46 triliun sehingga pada Triwulan III 2015 menjadi Rp27,4 trilliun atau 50,93% dari tahun sebelumnya Rp55,9 trilliun.

Dengan demikian Laba operasi/usaha Perseroan pada Triwulan III 2015 sebesar Rp41,8 triliun, turun sebesar Rp1,6 triliun atau 3,63% dibanding periode lalu sebesar Rp43,6 triliun. Pada Triwulan III 2015, PLN mengalami rugi bersih sebesar Rp 27,4 triliun. “Terutama karena adanya rugi selisih kurs sebesar Rp45,7 trilliun akibat menurunnya nilai tukar Rupiah terhadap USD (kurs Rp/USD per 31 Desember 2014 dan per 30 September 2015 masing masing sebesar Rp12.440 dan Rp14.657),”  ujar Bambang.

Dengan diberlakukannya Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 8 mulai tahun 2012, maka sebagian besar transaksi tenaga listrik antara PLN dengan pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) dicatat seperti transaksi sewa guna usaha. Kondisi ini berdampak pada liabilitas/hutang valas PLN meningkat signifikan dan laba rugi PLN sangat berfluktuasi dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap valas.

Untuk mengurangi beban operasi akibat mata uang Rupiah terdepresiasi terhadap mata uang asing terutama USD, Perusahaan mulai bulan April 2015 telah melakukan transaksi lindung nilai atas sebagian kewajiban dan hutang usaha dalam valuta asing yang akan jatuh tempo.

Total aset PLN bertambah Rp 21,9 triliun dalam 9 bulan ditahun 2015 sehingga menjadi Rp632,9 triliun per 30 September 2015 atau naik 3,59% dibanding 31 Desember 2014 sebesar Rp611,1 triliun. Kenaikan total aset ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan asset operasional ketenagalistrikan sebesar Rp12,7 triliun (5,68 % ) sehingga menjadi Rp549,5 triliun, sejalan dengan adanya investasi terutama pada proyek pembangkit dan transmisi.

Laporan Keuangan tahun 2013 dan 2014 disajikan kembali atas penerapan PSAK 24: Imbalan Kerja yang menyebabkan perusahaan merubah kebijakan pengakuan keuntungan/kerugian aktuaria yang sebelumnya menggunakan pendekatan koridor (corridor approach) menjadi pendekatan pendapatan komprehensif lain (other comprehensif income/OCI). Dengan perubahan ini, keuntungan/kerugian aktuaria yang semula diamortisasi (atas jumlah diatas koridor) menjadi diakui seluruhnya pada OCI tahun berjalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tahun Ini Kementerian ESDM Bangun PLTMH di Papua

Tahun Ini Kementerian ESDM Bangun PLTMH di Papua

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2015 | 17:13 WIB

Rasio Elektrifikasi Indonesia Jelang Akhir 2015 Capai 87 Persen

Rasio Elektrifikasi Indonesia Jelang Akhir 2015 Capai 87 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2015 | 14:15 WIB

PLN Akan Data Ulang Pelanggan Listrik Bersubsidi

PLN Akan Data Ulang Pelanggan Listrik Bersubsidi

News | Minggu, 25 Oktober 2015 | 19:15 WIB

PLN:  13 Pesen Penduduk Indonesia Belum Nikmati Listrik

PLN: 13 Pesen Penduduk Indonesia Belum Nikmati Listrik

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2015 | 12:43 WIB

Dusun SBY Ada yang Belum Dialiri Listik

Dusun SBY Ada yang Belum Dialiri Listik

News | Minggu, 25 Oktober 2015 | 13:57 WIB

Kantor Pemkab Cianjur Tunggak Bayar Listrik Rp1,2 Miliar

Kantor Pemkab Cianjur Tunggak Bayar Listrik Rp1,2 Miliar

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 19:40 WIB

Naikkan Tarif Listrik Prabayar, PLN Dinilai Abaikan Hak Konsumen

Naikkan Tarif Listrik Prabayar, PLN Dinilai Abaikan Hak Konsumen

News | Senin, 12 Oktober 2015 | 07:44 WIB

88 Investor Asing Lirik Proyek Listrik 35.000 MW

88 Investor Asing Lirik Proyek Listrik 35.000 MW

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 14:37 WIB

PLN 'Angkat Tangan' Atasi Krisis Listrik di Palu

PLN 'Angkat Tangan' Atasi Krisis Listrik di Palu

Bisnis | Rabu, 23 September 2015 | 09:10 WIB

Ini Alasan Proyek Listrik 35 Ribu MW Penting Bagi Pemerintah

Ini Alasan Proyek Listrik 35 Ribu MW Penting Bagi Pemerintah

Bisnis | Minggu, 13 September 2015 | 17:28 WIB

Terkini

BKI Mulai Ekspansi Sertifikasi dan Inspeksi ke Pembangkit Listrik

BKI Mulai Ekspansi Sertifikasi dan Inspeksi ke Pembangkit Listrik

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:48 WIB

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp44,47 Triliun, Cek Jadwalnya

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp44,47 Triliun, Cek Jadwalnya

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:48 WIB

Kinerja Bank Mandiri: Dividen Rp 44,47 T Siap Dibagikan, Intip Detail Buyback Saham

Kinerja Bank Mandiri: Dividen Rp 44,47 T Siap Dibagikan, Intip Detail Buyback Saham

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:37 WIB

460 Ribu Rekening Penipu Diblokir, Dana Rp169 Miliar Korban Berhasil Dikembalikan

460 Ribu Rekening Penipu Diblokir, Dana Rp169 Miliar Korban Berhasil Dikembalikan

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:34 WIB

Laporan Kinerja ISAT Kuartal I 2026, Buy atau Sell?

Laporan Kinerja ISAT Kuartal I 2026, Buy atau Sell?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 07:24 WIB

BBRI Jaga Margin di Tengah Gejolak Suku Bunga, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi Pasar

BBRI Jaga Margin di Tengah Gejolak Suku Bunga, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi Pasar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 06:52 WIB

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 22:21 WIB

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 20:09 WIB

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:34 WIB

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:14 WIB