Kontribusi BUMD Masih Minim

Adhitya Himawan

Rabu, 28 Oktober 2015 | 18:16 WIB
Kontribusi BUMD Masih Minim
Presiden Jokowi di Acara BUMD

Suara.com - Deputi Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bidang Akuntan Negara Gatot Darmasto mengatakan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)/Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Indonesia belum memberikan kontribusi APBD di daerahnya masing-masing.

"Sebanyak 1.477 BUMD/BLUD di seluruh Indonesia belum ada (kontribusi). Jika ada, kecil sekali konstribusi profit yang disetorkan ke APBD," kata Gatot Darmasto disela memberikan paparan acara Workshop Peningkatan Kapasitas BUMD/BLUD se-Jawa, di Solo, Rabu (28/10/2015).

Gatot mengakui jumlah BUMD/BLUD di Indonesia sebanyak itu  mayoritas belum sehat sehingga mereka belum bisa memberikan kontribusi ke APBD di daerahnya. Menurut Gatot, masih banyak BUMD/BLUD yang bermasalah di daerahnya atau sekitar 80 persen lebih. Mereka bermasalah mayoritas akibat mengadaan barang dan jasa.

Hal tersebut, kata dia, karena ada empat hal yakni pertama mengenai kelemahan Satuan Pengawsan Intern (SPI), ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kinerja tidak ekonomis-efisiensi-efektif dan penyimpangan administrasi.

"Kontribusi BPKP di dalam pembangunan ini, agar BUMD/BLUD ke depan semuanya berlajan lebih baik dan tidak ada masalah, maka salah satunya digelarnya workshop ini," katanya.

Menurut dia, kegiatan peningkatan kapasitas BUMD/BLUD di Solo, yang pertama kali dan ke depan akan dilanjutkan ke daerah-daerah di tingkat provinsi seluruh Indonesia.

Dia mengatakan, lain halnya di Badan Umum Milik Negara (BUMN) pada 2014 adanya sebanyak 119 BUMN yang menghasilkan laba sebanyak Rp152 triliun dan dividen yang disetorkan ke APBN hingga Oktober 2015 mencapai sebesar Rp35,08 triliun. "BUMN ada target laba tahun ini, sebesar Rp165,405 triliun dan target dividen 2016 sebesar Rp31,96 triliun," katanya.

Menurut dia, BUMN memang ada induknya yang mengawasi kinerja mereka yakni dari Kementerian BUMN, sedangkan BUMD tidak. Selain itu BUMD/BLUD yang selama ini, juga tidak memiliki targetnya laba. Seharusnya mereka juga ada target sehingga bisa bekerja optimal mengejar profit untuk disetorkan ke daerahnya.

Menurut dia, dari dilihat banyaknya BUMD/BLUD di Indonesia merupakan potensi besar jika mereka bisa menyetorkan dividen ke daerahnya, sehingga, perekonomian akhirnya juga akan berputar di lingkungan masyarakat.

Dia berharap dengan kegiatan workshop peningkatan kapasitas BUMD/BLUD tersebut mampu mengejar ketinggalannya sehingga kinerja dapat berjalan lebih baik. "Kami yang penting masalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) lebih profesional, sehingga peningkatan manajeman resiko, tata kelola dan pengendalian akan menjadi baik," katanya.

Menurut Penjabat Wali Kota Surakarta Budi Suharto dalam kesempatan tersebut mengatakan pihaknya menyambut baik dengan kegiatan workshop tentang meningkatkan kinerja kapasitas BUMD/BLUD tahun ini.

Menurut Budi Suharto, ada tiga hal yang harus ditingkatkan yakni pertama sistemnya, kedua organisasi atau personalia dan terakhir baik sarana maupun prasarananya. "Saya yakin jika kita mampu mengelola hal itu, BUMD/BLUD tidak hanya sekedar karena di Kota Solo selama ini belum bisa optimal," katanya.

Menurut dia, BUMD/BLUD di Solo plafonnya belum sampai mengurus profitnya. Pihaknya berharap BUMD/BLUD ke depan yang menjadi motor dari otomoni di daerah. Sementara kegiatan workshop peningkatan kapasitas yang diikuti 71 BUMD/BLUD dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur tersebut akan berlangsung dua hari yakni Rabu hingga Kamis (29/10). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon

Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 12:02 WIB

Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina

Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:37 WIB

Kuota Produksi Vale Dipangkas, Bahlil: Mereka Buat Laporan Sembarangan!

Kuota Produksi Vale Dipangkas, Bahlil: Mereka Buat Laporan Sembarangan!

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:49 WIB

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:21 WIB

Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C

Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:46 WIB

Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:16 WIB

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Keuangan INKA Jebol, Ekuitas Negatif Hingga Rugi Capai Rp670 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:55 WIB

Mengapa Purbaya Ngotot Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN?

Mengapa Purbaya Ngotot Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN?

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 16:19 WIB

PT PP dan Bank Sepakati Penyesuaian Pembayaran Utang

PT PP dan Bank Sepakati Penyesuaian Pembayaran Utang

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 15:51 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×