Defisit Neraca Perdagangan Indonesia-Tiongkok 9,16 Miliar Dolar

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 19 November 2015 | 16:05 WIB
Defisit Neraca Perdagangan Indonesia-Tiongkok 9,16 Miliar Dolar
Menteri Perdagangan Thomas Lembong [Antara/R Rekotomo]

Suara.com - Pemerintah meminta Republik Rakyat Tiongkok untuk mengimbangi neraca perdagangan dengan meningkatkan investasi di Tanah Air karena Indonesia masih mengalami defisit cukup lebar.

"Untuk mengimbangi hubungan bilateral ada dua cara, pertama neraca perdagangannya imbang atau kedua neraca dagang meski defisit, akan tetapi uang yang keluar tersebut kembali masuk dalam bentuk investasi," kata Menteri Perdagangan Thomas Lembong di sela-sela Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Summit 2015 di Manila, Filipina, Rabu (18/11/2015).

Thomas mengatakan dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok Wang Shouwen, Indonesia membicarakan kemungkinan Tiongkok bisa menginvestasikan kembali uang yang diperoleh dari surplus negara tersebut dari perdagangan dengan Indonesia.

Menurut Thomas yang kerap disapa Tom tersebut, terkait dengan permintaan Indonesia itu, Tiongkok sangat mendukung. Namun, dengan catatan Indonesia harus bisa bergerak cepat dan menawarkan segera proyek-proyek apa saja yang bisa diinvestasi oleh Tiongkok.

"Memang, keperluannya besar. Kita harus agak gencar membantu supaya defisit neraca perdagangan dengan Tiongkok itu bisa diinvestasikan kembali ke Indonesia," kata Tom.

Sementara itu, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofyan Wanandi, saat ditemui di sela-sela rangkaian acara APEC Summit 2015 mengatakan bahwa terkait permintaan Indonesia ke Tiongkok tersebut sudah disampaikan secara informal oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

"Masalah ini sudah dibicarakan secara informal juga oleh Pak JK dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, mereka sudah membicarakan hal tersebut," kata Sofyan.

Sofyan menjelaskan beberapa hal yang disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla antara lain adalah Tiongkok diharapkan bisa mengimpor produk Indonesia lebih banyak dari saat ini, kemudian investasi di bidang infrastruktur di Indonesia.

"Tiongkok itu harus lebih banyak impor dari kita, investasi dalam infrastruktur, bagaimana Tiongkok mau lebih banyak berinvestasi di Indonesia. Jangan hanya bangun infrastruktur tapi jual barang dari Tiongkok, kita nanti rugi juga," kata Sofyan.

Sofyan menjelaskan Tiongkok diharapkan bisa membangun pabrik-pabrik di Indonesia seperti pabrik komponen agar neraca perdagangan antara Indonesia dengan Negeri Panda tersebut bisa jauh lebih berimbang, karena defisit yang tercatat mencapai di atas 12 miliar dolar AS per tahun.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada periode Januari hingga Agustus 2015, defisit neraca perdagangan Indonesia dengan republik Rakyat Tiongkok mencapai 9,16 miliar dolar AS. Defisit tersebut melebar jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 lalu yang tercatat sebesar 7,90 miliar dolar AS atau mengalami kenaikan sebesar 15,83 persen.

Sementara untuk total perdagangan, dalam periode yang sama tercatat mengalami penurunan menjadi 29,16 miliar dolar AS, di mana pada tahun lalu mencapai 31,63 milir dolar AS atau terjadi kontraksi sebesar 7,80 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen

Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 22:44 WIB

Pelebaran Defisit Anggaran Tekan Rupiah Loyo di Level Rp 16.896

Pelebaran Defisit Anggaran Tekan Rupiah Loyo di Level Rp 16.896

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:36 WIB

Penerimaan Pajak 2025 Tekor Rp271,7 Triliun

Penerimaan Pajak 2025 Tekor Rp271,7 Triliun

Foto | Rabu, 14 Januari 2026 | 19:54 WIB

UU APBN 2026: Defisit Anggaran Dipatok 2,68% Tahun Ini

UU APBN 2026: Defisit Anggaran Dipatok 2,68% Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 11:48 WIB

Penyebab IHSG Anjlok Hampir 2 Persen Sampai 614 Saham Kebakaran

Penyebab IHSG Anjlok Hampir 2 Persen Sampai 614 Saham Kebakaran

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:59 WIB

Utang Negara Membengkak, Kenapa Para Menteri Justru Ramai-ramai Minta Tambahan Anggaran?

Utang Negara Membengkak, Kenapa Para Menteri Justru Ramai-ramai Minta Tambahan Anggaran?

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 19:42 WIB

Pasak Lebih Tinggi dari Tiang: Potret Suram Keseimbangan Fiskal Indonesia

Pasak Lebih Tinggi dari Tiang: Potret Suram Keseimbangan Fiskal Indonesia

Your Say | Sabtu, 05 Juli 2025 | 09:09 WIB

Pemerintahan Prabowo Hadapi Tantangan Defisit Anggaran Hingga Rp 616 Triliun, Pengamat: Akumulasi Utang

Pemerintahan Prabowo Hadapi Tantangan Defisit Anggaran Hingga Rp 616 Triliun, Pengamat: Akumulasi Utang

Bisnis | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 20:55 WIB

Airlangga Bicara Defisit Anggaran Dan Makan Siang Gratis, Pemerintah Harus Kencang Ikat Pinggang?

Airlangga Bicara Defisit Anggaran Dan Makan Siang Gratis, Pemerintah Harus Kencang Ikat Pinggang?

News | Senin, 17 Juni 2024 | 16:44 WIB

Dampak Makan Siang Gratis pada APBN 2025: Antara Manfaat dan Kekhawatiran

Dampak Makan Siang Gratis pada APBN 2025: Antara Manfaat dan Kekhawatiran

Bisnis | Selasa, 27 Februari 2024 | 19:10 WIB

Terkini

Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026

Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 10:07 WIB

Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025

Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:29 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp16.983

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp16.983

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:29 WIB

Update Harga Pangan, Cabai Rawit 'Gila-gilaan', Beras dan Minyak Ikut Kompak Naik

Update Harga Pangan, Cabai Rawit 'Gila-gilaan', Beras dan Minyak Ikut Kompak Naik

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:23 WIB

Warga Belanja di Korsel Bisa Bayar lewat QRIS

Warga Belanja di Korsel Bisa Bayar lewat QRIS

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:15 WIB

Indonesia Siap Beli Pesawat Tempur KAAN Turki dengan Pinjaman Luar Negeri

Indonesia Siap Beli Pesawat Tempur KAAN Turki dengan Pinjaman Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:51 WIB

Laba Bersih Jamkrindo Syariah Meroket 160 Persen, Tembus Rp141,03 Miliar pada 2025

Laba Bersih Jamkrindo Syariah Meroket 160 Persen, Tembus Rp141,03 Miliar pada 2025

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:27 WIB

Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI

Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:04 WIB

Harga Emas di Pegadaian Naik Signifikan Hari Ini, Kembali ke Rp 3 Jutaan

Harga Emas di Pegadaian Naik Signifikan Hari Ini, Kembali ke Rp 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:04 WIB

Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan Diklaim Sukses Dongkrak Kepercayaan Investor

Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan Diklaim Sukses Dongkrak Kepercayaan Investor

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:00 WIB