Bank Dunia & ILO Serukan Reformasi Regulasi Pekerja

Adhitya Himawan

Kamis, 10 Desember 2015 | 21:41 WIB
Bank Dunia & ILO Serukan Reformasi Regulasi Pekerja
Antrean Pencari Kerja

Suara.com - Bank Dunia bersama Organisasi Pekerja Internasional (ILO) mengeluarkan kajian yang menunjukkan antara lain bagaimana negara-negara bisa mereformasi regulasi untuk melindungi pekerja tanpa mengurangi insentif penciptaan lapangan kerja.

"Lapangan pekerjaan adalah inti dari misi Grup Bank Dunia untuk menghentikan kemiskinan dan membagi kesejahteraan bersama," kata Direktur Senior Grup Bank Dunia Arup Banerji dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Menurut Arep Banerji, pihaknya bangga berkolaborasi dengan ILO dalam mengeluarkan kajian bertajuk "Balancing Regulations to Promote Jobs" (Menyeimbangkan Regulasi Guna Mempromosikan Lapangan Pekerjaan).

Kajian itu, ujar dia, merefleksikan visi bersama untuk membantu negara-negara dalam menciptakan kondisi yang tepat sehingga setiap orang berkesempatan mengamankan pekerjaan yang baik sekaligus membangun kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan anggota keluarganya.

"Kami mengharapkan kajian ini akan memberi informasi bagi negara-negar auntuk mengambil jalan guna mencapai Sasaran Global untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi inklusif, penciptaan lapangan kerja dan jenis pekerjaan yang lebih baik untuk semua," katanya.

Ia mengingatkan bahwa penciptaan lapangan kerja merupakan isu yang mendesak untuk ditangani baik di negara maju maupun negara berkembang saat ini, antara lain karena sekitar 200 juta orang di seluruh dunia saat ini diperkirakan adalah pengangguran.

Untuk itu, diperlukan tambahan 600 juta pekerjaan baru secara global dalam jangka waktu satu dekade mendatang untuk menjaga tingkat orang yang bekerja tetap stabil dan menjaga hal tersebut dengan pertumbuhan populasi.

Sementara itu, Deputi Direktur Jenderal untuk Kebijakan ILO Sandra Polaski menyatakan, pemerintah perlu diberikan nasihat yang tepat dalam bagaimana meregulasi pasar tenaga kerja untuk mendorong penciptaan lapangan kerja tetapi sekaligus melindungi kebutuhan dasar dari orang-orang yang bekerja.

Sementara itu, Global Worker Organisation (GWO), lembaga swadaya masyarakat di Taiwan, mengingatkan pemerintah Indonesia agar memberdayakan tenaga kerja Indonesia yang kembali ke Tanah Air.

"Sangat disayangkan kalau perspektif pemerintah Indonesia terhadap buruh migran (TKI) hanya untuk meraih devisa, tanpa diimbangi dengan upaya pemberdayaan," kata Koordinator GWO, Karen Hsu, saat dihubungi Antara dari Jakarta, Selasa (8/12).

Dia mendorong pemerintah Indonesia menyambut kepulangan TKI dari Taiwan dengan memberikan program-program pemberdayaan.

Di Indonesia, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengharapkan penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 78 tentang Pengupahan dilihat faktanya yang terjadi di lapangan.

"Saya meminta kepada semua pihak, tidak perlu meributkan mengenai PP Nomor 78, lihat saja faktanya di lapangan," kata Hanif di Jakarta, Selasa (1/12).

Menurut Hanif, fakta di lapangan menunjukkan adanya peningkatan upah minimum 11,5 persen bagi daerah yang telah mengimplementasikan kebijakan ini, sedangkan yang belum menimplementasikan kebijakan ini hanya meningkat sekitar enam hingga sembilan persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Teknologi AI Tak Hilangkan Lapangan Kerja, Justru Perkuat Peran Tenaga Kerja

Teknologi AI Tak Hilangkan Lapangan Kerja, Justru Perkuat Peran Tenaga Kerja

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:30 WIB

BPS vs Bank Dunia: Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Bisa Berbeda Jauh?

BPS vs Bank Dunia: Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Bisa Berbeda Jauh?

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 07:00 WIB

Punya Data Angka Kemiskinan yang Beda Jauh dengan Bank Dunia, Ini Alasan BPS

Punya Data Angka Kemiskinan yang Beda Jauh dengan Bank Dunia, Ini Alasan BPS

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 14:02 WIB

Kampus Tak Bisa Lagi Berjalan Sendiri di Tengah Dunia Kerja yang Berubah

Kampus Tak Bisa Lagi Berjalan Sendiri di Tengah Dunia Kerja yang Berubah

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 11:07 WIB

Geliat Konten Affiliate: Potret Gagalnya Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja

Geliat Konten Affiliate: Potret Gagalnya Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 15:00 WIB

Tukang Becak Disebut Kaya Raya, Mengapa Kemiskinan Semu di Mata Prabowo?

Tukang Becak Disebut Kaya Raya, Mengapa Kemiskinan Semu di Mata Prabowo?

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 11:39 WIB

Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang

Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Ketika Satu Pabrik Tutup, yang Runtuh Bukan Hanya Lapangan Kerja

Ketika Satu Pabrik Tutup, yang Runtuh Bukan Hanya Lapangan Kerja

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Merger Paramount - Warner Bros Mengancam PHK Ribuan Pekerja Film

Merger Paramount - Warner Bros Mengancam PHK Ribuan Pekerja Film

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Terkini

Viral Pungli Foodtruck Alkid, Sultan Khawatir Parkir Ilegal, Pemkot Siapkan SanksiTegas

Viral Pungli Foodtruck Alkid, Sultan Khawatir Parkir Ilegal, Pemkot Siapkan SanksiTegas

Jogja | Senin, 21 September 2026 | 14:38 WIB

Markas Judi Superketat di Malaysia Digerebek: 9 WNI Ikut Diciduk, 7 Paspor Indonesia Disita

Markas Judi Superketat di Malaysia Digerebek: 9 WNI Ikut Diciduk, 7 Paspor Indonesia Disita

News | Senin, 21 September 2026 | 14:35 WIB

Viral Aksi Tak Senonoh Dua Pria di Perbukitan Purasari, Polres Bogor Amankan Pelaku

Viral Aksi Tak Senonoh Dua Pria di Perbukitan Purasari, Polres Bogor Amankan Pelaku

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 14:34 WIB

Hujan Guyur Pekanbaru yang Tengah Dikepung Kabut Asap

Hujan Guyur Pekanbaru yang Tengah Dikepung Kabut Asap

Riau | Senin, 21 September 2026 | 14:33 WIB

Hasil Ekshumasi Sutrimo Diumumkan Pekan Ini!

Hasil Ekshumasi Sutrimo Diumumkan Pekan Ini!

News | Senin, 21 September 2026 | 14:32 WIB

Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

Badai Dujuan Sapu Pesisir Jepang Hingga Lumpuhkan Penerbangan dan Kereta Api

News | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Nusron Wahid Buka Suara Soal Isu Mundur dari Kepengurusan Golkar, Begini Katanya

Nusron Wahid Buka Suara Soal Isu Mundur dari Kepengurusan Golkar, Begini Katanya

News | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Saat Pakar Disebut 'Goblok': Mengapa Pemimpin Negara Harus Berbicara Berbasis Data?

Saat Pakar Disebut 'Goblok': Mengapa Pemimpin Negara Harus Berbicara Berbasis Data?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:31 WIB

Merangkul Keragaman dengan Komedi di Buku Pahlawan Tanpa Tanda Tangan

Merangkul Keragaman dengan Komedi di Buku Pahlawan Tanpa Tanda Tangan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 14:30 WIB

Cara Hitung Weton Jodoh Berdasarkan Hari dan Pasaran, Lengkap Artinya

Cara Hitung Weton Jodoh Berdasarkan Hari dan Pasaran, Lengkap Artinya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 14:29 WIB

×