Defisit Neraca Transaksi Berjalan Tahun Ini Diprediksi Melebar

Adhitya Himawan

Kamis, 14 Januari 2016 | 20:25 WIB
Defisit Neraca Transaksi Berjalan Tahun Ini Diprediksi Melebar
Defisit Neraca Berjalan [Shutterstock]

Suara.com - Bank Indonesia memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan pada akhir 2016 akan melebar ke rentang 2,5 hingga 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto, di antaranya, karena dipicu terkereknya laju impor untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung di Jakarta, Kamis (14/1/2016), mengungkapkan sebenarnya impor barang modal dan bahan baku untuk pembangunan infrastruktur sudah terlihat dan memperlebar defisit neraca transaksi berjalan pada akhir 2015.

Namun, otoritas moneter masih mempertahankan proyeksi defisit neraca transaksi berjalan 2015 di 2 persen dari PDB, lebih baik dibanding realisasi 3,1 persen dari PDB pada 2014.

"Tapi impor untuk barang produktif, Tidak apa-apa. Memang keliatan dari barang modal yang sudah naik," ujarnya.

Peningkatan dari 2 persen ke 2,7 persen tersebut juga dipicu keyakinan BI akan derasnya investasi masuk ke industri domestik. Sehingga industri memiliki kapasitas permodalan yang cukup untuk melakukan ekspansi.

Juda menilai defisit transaksi berjalan 2,5-2,7 persen dari PDB masih di rentang yang cukup "sehat".

"Kenaikan defisit masih cukup sehat dibawah 3%," ujarnya.

Di akhir 2015, BI melihat penurunan defisit secara drastis dibanding 2014, karena aliran surplus dari transaksi modal dan finansial.

Aliran modal dan dana yang masuk ke dalam negeri, mennurut Juda, meningkat didorong agresifnya investasi portofolio pada obligasi pemerintah di paruh terakhir 2015, termasuk dengan penerbitan "Global Bond", dan investasi lainnya.

"Ini pula yang membuat neraca pembayaran Indonesia (NPI) akhir 2015 membaik," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.

Sementara, kalangan ekonom juga memprediksikan pelebaran defisit transaksi berjalan tahun ini di kisaran 2 persen terhadap PDB. Namun, selain peningkatan impor barang modal dan bahan baku, para ekonom juga melihar daya ekspor masih lesu.

"Memang membesar, saya perkirakan ke 2,0 persen dari PDB, dari (perkiraan) 2015 sebesar 1,8 persen dari PDB," kata Ekonom Senior Kenta Institute Eric Alexander Sugandi.

Dari kajiannya, Eric menilai, kebutuhan pembangunan infrastruktur dan sektor lain sepanjang 2016 akan mengerek laju impor hingga 160 miliar dolar AS pada akhir tahun, di mana 83 persennya merupakan impor non-minyak dan gas bumi (migas) sebesar 134 miliar dolar AS.

Sementara ekspor tetap tumbuh, meskipun tidak signifikan. Eric memprediksi nilai ekspor menjadi 172 miliar dolar AS pada akhir 2016 dari perkiraan 166 miliar dolar AS 2015. Dengan demikian, neraca perdagangan 2016 diprediksi Eric surplus 12 miliar dolar AS.

Namun, surplus tersebut tertekan paling besar oleh defisit neraca pendapatan primer yang diperkirakan mencapai 27 miliar dolar AS, dan neraca jasa yang defisitnya stagnan dengan 2015 di kisaran 8 miliar dolar AS. Untuk neraca pendapatan sekunder, dia memprediksi surplus akan bertahan sama dengan 2015 sebesar 5 miliar dolar AS.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Soroti Transaksi Tak Sah di Dompet Digital DANA

BI Soroti Transaksi Tak Sah di Dompet Digital DANA

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 11:47 WIB

Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di September

Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di September

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 07:05 WIB

Hanya 1 Tahun Menjabat, Uang Bertanda Tangan Purbaya Jadi Buruan Kolektor, BI Ungkap Fakta Ini

Hanya 1 Tahun Menjabat, Uang Bertanda Tangan Purbaya Jadi Buruan Kolektor, BI Ungkap Fakta Ini

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 15:33 WIB

Seperti KPR, Pemerintah Butuh 30 Tahun Lunasi Utang BLBI Rp218,3 Triliun

Seperti KPR, Pemerintah Butuh 30 Tahun Lunasi Utang BLBI Rp218,3 Triliun

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 15:06 WIB

Purbaya dan Perry Tak Lagi Menjabat, Uang Rupiah Bertanda Tangannya Tetap Laku?

Purbaya dan Perry Tak Lagi Menjabat, Uang Rupiah Bertanda Tangannya Tetap Laku?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 14:24 WIB

Apakah Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Masih Sah Dipakai? Ini Penjelasan BI

Apakah Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Masih Sah Dipakai? Ini Penjelasan BI

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 13:05 WIB

BI Salahkan Kondisi Geopolitik Buat Rupiah Paling Loyo Hari Ini

BI Salahkan Kondisi Geopolitik Buat Rupiah Paling Loyo Hari Ini

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 20:23 WIB

Rupiah Kembali Tertekan ke Rp17.783, BI: Dihantam Minyak dan Arus Dana Keluar

Rupiah Kembali Tertekan ke Rp17.783, BI: Dihantam Minyak dan Arus Dana Keluar

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:18 WIB

Transaksi QRIS Tembus Rp600,7 Triliun, Pelindungan Konsumen Jadi Kunci Ekonomi Digital

Transaksi QRIS Tembus Rp600,7 Triliun, Pelindungan Konsumen Jadi Kunci Ekonomi Digital

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 07:18 WIB

Dorong Ekonomi Digital,  ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

Dorong Ekonomi Digital, ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

News | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Sumbar | Rabu, 23 September 2026 | 12:55 WIB

Menperin Sebut Industri Padat Karya Mulai Bangkit Usai Sempat Dihantam Badai PHK

Menperin Sebut Industri Padat Karya Mulai Bangkit Usai Sempat Dihantam Badai PHK

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 12:53 WIB

6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda

6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda

Jogja | Rabu, 23 September 2026 | 12:52 WIB

Misteri Jari Runcing Manusia Purba Sulawesi, Bertahan 67.000 Tahun Tanpa Luntur

Misteri Jari Runcing Manusia Purba Sulawesi, Bertahan 67.000 Tahun Tanpa Luntur

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 12:50 WIB

5 Sabun Muka Anti Acne Lokal Remaja untuk Kulit Bersih Bebas Jerawat

5 Sabun Muka Anti Acne Lokal Remaja untuk Kulit Bersih Bebas Jerawat

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 12:50 WIB

7 Tips Menikmati Perjalanan Kereta Malam Antar Kota

7 Tips Menikmati Perjalanan Kereta Malam Antar Kota

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 12:48 WIB

Listrik 24 Jam Segera Hadir di Pulau Tunda Serang

Listrik 24 Jam Segera Hadir di Pulau Tunda Serang

Banten | Rabu, 23 September 2026 | 12:47 WIB

3 Sepeda Listrik Lipat United Paling Murah untuk Komuter, Hemat dan Anti Macet

3 Sepeda Listrik Lipat United Paling Murah untuk Komuter, Hemat dan Anti Macet

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 12:46 WIB

5 Alasan Penumpang Rela Membayar Lebih untuk Gerbong Mewah

5 Alasan Penumpang Rela Membayar Lebih untuk Gerbong Mewah

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 12:46 WIB

Sunscreen Menggumpal seperti Daki Saat Ditimpa Bedak? Ini Penyebab dan Solusinya

Sunscreen Menggumpal seperti Daki Saat Ditimpa Bedak? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 12:42 WIB

×