Kemenperin Tekan Impor Bahan Baku Industri Keramik

Adhitya Himawan

Kamis, 12 Mei 2016 | 10:36 WIB
Kemenperin Tekan Impor Bahan Baku Industri Keramik
Keramik unik berbentuk binatang yang merupakan produk industri keramik.

Kementerian Perindustrian terus berupaya mengurangi ketergantungan impor bahan baku di industri keramik. Upaya ini akan dibarengi dengan meningkatkan kemampuan mengolah sumber dayaalam(SDA) di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan produksi.

“Pengolahan SDA lokal dalam rangka menekan impor bahan baku industri ini sejalan dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN),” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Haris Munandar pada pembukaan Seminar Nasional Keramik XV di Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/5/2016).

Terlebih lagi, Haris mengungkapkan, Indonesia merupakan produsen keramik yang memilikideposit tambang bahan baku cukup besar dan tersebar di berbagai daerah seperti ball clay, feldspar danzircon. “Untuk itu, hilirisasi SDAmerupakan salah satu program prioritas dalam pengembangan industri nasional. Hal ini juga telah didukung dengan kebijakan yang melarang ekspor SDA dalam bentuk bahanmentah,” tegasnya.

Haris memaparkan, industri keramik di Indonesia telah berkembang selama lebih dari 30 tahun. Bahkan, prospek industri keramik nasional dalam jangka panjang masih cukup besar seiring dengan pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat.

“Kami tetap optimistis, industri keramik nasional ke depannya lebih berkembang lagi karenadidukung juga oleh pertumbuhan pembangunan properti di Indonesia, terutama untuk permintaan jenis tileatau ubin dan kaca,” tuturnya. Pada tahun 2016, Indonesia merupakan produsen keramik tile terbesar keenam di dunia di bawah China, India, Brasil, Spanyol, dan Iran.

Di samping itu, produksi keramik nasional setiap tahunnya terus meningkat dan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyediaan barang keramik untuk kebutuhan domestik, perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja.

Haris juga menyampaikan, tantangan ke depan semakin berat dengan adanya pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA). Artinya, kemandirian dan daya saing industri nasional harusditingkatkan agar industri dalam negeri dapat terus tumbuh dan mampu diandalkan untuk mewujudkan ekonomi nasional yang tangguh.

Pencapaian tersebut, menurut Haris, dapat terealisasi apabila didukung dengan program dan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) yang terarah sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Misalnya,mampu menghasilkan produk yang berkualitas tinggi sekaligus mendayagunakan potensi ataukeunggulandalam negeri.

“Untuk itu, diharapkan industri dapat bersinergi dalam mengembangkan riset bersama dengan lembaga litbang di lingkungan Kemenperin sepertikerjasama antara industri keramik dengan Balai Besar Keramik di Bandung, sehingga dapat mempercepat pengembangan proses maupun produk yang ingindihasilkan,” paparnya.

Dalam pengolahan SDA, tambah Haris, diperlukan juga peran lembaga litbang yang dapat menyediakan pengetahuan dan teknologi yang diperlukan industri tersebut. “Di dalam RIPIN jugadisebutkan tujuan dan kebutuhan pengembangan teknologi serta penguasaan dan pemanfaatan teknologi industri adalah untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, nilai tambah, daya saing dan kemandirian industri nasional,” ulasnya.

Institusi litbang pun dapat menjadi mitra strategis bagi industri dalam melakukan pengembangan produk maupun proses produksi, termasuk dalam mengatasi permasalahan dalam menangani limbah.“Semuanya itu memerlukan adanya komunikasi yang baik antara lembaga litbang dan dunia usaha yang berujung pada terwujudnya kepercayaan dan kerja sama yang produktif dan saling menguntungkan,” tuturnya.

Haris mengharapkan, lembaga litbang di lingkunganKemenperin mengacu kepada bidang-bidang penelitian yang membantu industri prioritas, industri pendukung maupun industri hulu seperti yang tercantum di dalam RIPIN. “Inilah yang menjadi tantangan yang harus segera direspon oleh semua pemangku kepentingan,” tegasnya.

Selain mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor, persaingan yang semakin ketat menuntut industri untuk terus melakukan pengembangan dan perbaikan di berbagai aspek agar diperoleh kualitas produk yang semakin baik dan proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Sudah seharusnya industri dapat memanfaatkan lembaga-lembaga litbang di Indonesia sehingga menghasilkan inovasi-inovasi yang berhasil guna bagi masyarakat industri,” ujar Haris.

Ia pun menyebutkan, beberapa kelebihan yang dimiliki oleh lembaga litbang di lingkungan Kemenperin, diantaranya: (1) Memiliki sumber daya yang dibutuhkan oleh industri yaitu SDM, peralatan dan pengembangan standar; (2) Memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh industri; (3) Kedekatan dengan industri,karena Balai Besar maupun Baristand merupakan suatu lembagaone stop service bagi industri,seperti pengujian, kalibrasi, standardisasi, pelatihan, sertifikasi dan penelitian; serta (4)  Balai Besar dan Baristand Industri juga dapat berperan dalam menjembatani hubungan industri dengan universitas ketika diperlukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BGN Rancang Marketplace Khusus MBG, Diklaim Anti Kickback dan Hanky Panky

BGN Rancang Marketplace Khusus MBG, Diklaim Anti Kickback dan Hanky Panky

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:08 WIB

Petrokimia Gresik Gandeng Freeport Amankan Bahan Baku Pupuk, Ada Ancaman dari Geopolitik

Petrokimia Gresik Gandeng Freeport Amankan Bahan Baku Pupuk, Ada Ancaman dari Geopolitik

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:50 WIB

Target E20 Terancam, Pasokan Bioetanol Indonesia Masih Jauh dari Kebutuhan

Target E20 Terancam, Pasokan Bioetanol Indonesia Masih Jauh dari Kebutuhan

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 10:41 WIB

Industri Alas Kaki Ambruk Usai Musim Sekolah Lewat

Industri Alas Kaki Ambruk Usai Musim Sekolah Lewat

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Bendung Badai Penyakit Kronis, Pakar Sarankan Kemenkes Perketat Aturan di Hulu

Bendung Badai Penyakit Kronis, Pakar Sarankan Kemenkes Perketat Aturan di Hulu

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:32 WIB

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Diresmikan Jokowi, Kini PT GNI Terancam Bangkrut dan PHK Ribuan Karyawan! Bahlil: Jangan Tanya Saya!

Diresmikan Jokowi, Kini PT GNI Terancam Bangkrut dan PHK Ribuan Karyawan! Bahlil: Jangan Tanya Saya!

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Pemerintah Pusat Tolak Wacana Pajak Mobil Listrik DKI, Kemenperin Minta Industri Jangan Dibebani

Pemerintah Pusat Tolak Wacana Pajak Mobil Listrik DKI, Kemenperin Minta Industri Jangan Dibebani

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Tekanan Mereda, Kepercayaan Industri RI Kembali Menguat pada Juli 2026

Tekanan Mereda, Kepercayaan Industri RI Kembali Menguat pada Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:17 WIB

PHK Ribuan Pekerja Garmen di Jateng Akibat Turunnya Ekspor

PHK Ribuan Pekerja Garmen di Jateng Akibat Turunnya Ekspor

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:56 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×