Menperin Saleh Resmikan Proving Ground Gajah Tunggal di Karawang

Adhitya Himawan

Kamis, 19 Mei 2016 | 12:56 WIB
Menperin Saleh Resmikan Proving Ground Gajah Tunggal di Karawang
Menteri Perindustrian Saleh Husin saat meresmikan proving ground milik produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/5/2016). [Kementerian Perindustrian]

Suara.com - Fasilitas uji produk ban atau proving ground diyakini memacu kinerja industri ban nasional. Penguatan menyasar meningkatnya kualitas produk, daya saing, penetrasi penjualan domestik dan ekspor serta kepercayaan konsumen.

Industri ban memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi perekonomian nasional. Khusus ban mobil penumpang, sekitar 70 persen hasil produksi diekspor ke berbagai negara di seluruh penjuru dunia dengan nilai ekspor 1,6 miliar pada tahun 2015.

"Fasilitas proving ground milik sendiri merupakan bagian dari R&D industri ban. Ini menunjukkan keseriusan perusahaan dan jelas-jelas sebagai tanda bahwa produsen bervisi jangka panjang," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin saat meresmikan proving ground milik produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/5/2016)  melalui keterangan tertulis.

Selain itu, juga menjadi simbol perkembangan industri ban di Indonesia dan kepercayaan diri di lingkungan industri global.

Menteri Saleh juga mencermati konsumen ban di Indonesia semakin sadar dan memperhatikan faktor keamanan berkendara, dan kualitas ban menjadi salah satu titik perhatian. "Nah bagi saya yang juga konsumen ban, proving ground seperti ini menjadi unsur pembanding atau komparasi, mendongkrak kepercayaan konsumen yang sangat mempengaruhi keputusan membeli. Karena soal security, trust itu nomor satu. Apalagi jika kenyamanan juga didapat dan harga tetap terjangkau," ulasnya.

Ke depan, Saleh berharap  pembangunan fasilitas penelitian dan pengembangan menjadi salah satu prioritas bagi produsen ban dalam rangka meningkatkan daya saing industri ban nasional.

Lebih lanjut, Politisi Hanura tersebut mengatakan industri ban merupakan salah satu sektor andalan manufaktur yang menyerap penggunaan bahan baku karet alam dalam negeri dalam jumlah besar.

Pada sisi proses produksi, industri ban dalam negeri menyerap sekitar 50 persen karet alam untuk diolah menjadi produk berkualitas dan bernilai tambah tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dan di tengah kondisi oversupply karet alam yang menyebabkan turunnya harga karet secara signifikan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, Indonesia sebagai salah satu negara utama penghasil karet alam perlu meningkatkan penyerapan karet alam.

Disaat yang sama, Presiden Direktur Gajah Tunggal Christopher Chan Siew Choong mengatakan pihaknya membelanjakan investasi lebih dari 100 juta Dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp1,34 triliun. Dibangun sejak Maret 2013, Gajah Tunggal membenamkan beragam teknologi dan sensor canggih pada fasilitas pengetesan ban ini.

"Ini merupakan proving ground hi-tech pertama di Indonesia dan bahkan ASEAN. Di luar negeri, fasilitas serupa antara lain ada di Jepang dan Eropa," katanya.

Usai beroperasinya proving ground tahap pertama untuk ban kendaraan penumpang ini, Gajah Tunggal berencana membangun tahap kedua yang diperuntukkan bagi ban kendaraan off-road. Selain tes produk ban, fasilitas ini juga dapat digunakan oleh produsen kendaraan bermotor mitra Gajah Tunggal.

Direktur Gajah Tunggal Catharina Widjaja menambahkan, perseroan optimistis proving ground bakal efektif mendongkrak penjualan dan kepercayaan konsumen, termasuk meningkatkan penjualan ban sebagai original equipment manufacturer/OEM ke pabrikan otomotif.

Sejauh ini aktivitas produksi Gajah Tunggal menyerap tenaga kerja 14.000 orang. Kapasitas produksi perseroan, untuk ban mobil mencapai 55 ribu unit per hari dan ban motor sebanyak 95 unit per hari.

Nilai ekspor ban Gajah Tunggal mencapai 617,19 juta Dolar AS. Sepanjang tahun lalu penjualan ekspor menyumpang terhadap pendapatan sebesar 43 persen dan tahun ini ditargetkan 50 persen. Pasar AS berkontribusi hingga 70 persen dari total ekspor Gajah Tunggal, selain negara lain seperti Asia, Jepang, Timur Tengah, Afrika, Eropa dan Amerika Latin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Konten Kena Shadow Ban? Komdigi Minta Platform Buka Mekanisme Banding

Konten Kena Shadow Ban? Komdigi Minta Platform Buka Mekanisme Banding

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:26 WIB

3 Opsi Ban Motor Honda Beat yang Cocok untuk Musim Hujan

3 Opsi Ban Motor Honda Beat yang Cocok untuk Musim Hujan

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Bukan Tanda Performa Ini Alasan Pabrikan Memberi Garis Warna Warni Pada Ban Mobil Baru

Bukan Tanda Performa Ini Alasan Pabrikan Memberi Garis Warna Warni Pada Ban Mobil Baru

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Awas Fatal! Ini Bahaya Tersembunyi Tukar Posisi Ban Depan dan Belakang Motor

Awas Fatal! Ini Bahaya Tersembunyi Tukar Posisi Ban Depan dan Belakang Motor

Otomotif | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Perkuat Vokasi Global, KP2MI dan Kemenperin Perluas Kerja Sama Lewat SMK Go Global

Perkuat Vokasi Global, KP2MI dan Kemenperin Perluas Kerja Sama Lewat SMK Go Global

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:15 WIB

2027 Warga RI Bakal Berebut Makanan dan Minuman, Rak Supermarket Terancam Kosong

2027 Warga RI Bakal Berebut Makanan dan Minuman, Rak Supermarket Terancam Kosong

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Impor Baja China Banjiri RI, Industri Lokal Terancam Gulung Tikar

Impor Baja China Banjiri RI, Industri Lokal Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Wajib Halal 5 Hari Lagi! Kemenperin Akui Industri Kecil Masih Keteteran

Wajib Halal 5 Hari Lagi! Kemenperin Akui Industri Kecil Masih Keteteran

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×