Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Mantan KSAU Beberkan Akar Masalah Penerbangan Indonesia

Dythia Novianty | Nikolaus Tolen | Suara.com

Sabtu, 21 Mei 2016 | 12:55 WIB
Mantan KSAU Beberkan Akar Masalah Penerbangan Indonesia
Mantan Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia Cappy Hakim saat berdiskusi Ada Apa dengan Penerbangan Kita, di Jakarta, Sabtu (21/5/2016). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia, Cappy Hakim mengatakan, bahwa sering munculnya masalah di dunia penerbangan Indonesia karena adanya sejumlah faktor. Namun, baginya faktor utama yang memunculkan hal tersebut adalah karena tingginya pertumbuhan penumpang, tanpa dibarengi dengan antisipasi persiapan infrastruktur yang memadai.

"Kesenjangan yang terjadi antara pertumbuhan penumpang dan manajemen pengelolaan sumber daya manusia plus infrasturkutur itu lama-lama makin jauh. Ini lah kemudian yang menyebabkan banyak masalah yang terjadi di dunia penerbangan kita" kata Cappy di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa pertumbuhan penumpang yang meningkat tajam tersebut terjadi karena adanya orientasi bisnis dari pemilik maskapainya. Dengan demikian, dia menilai, bahwa dengan hanya fokus pada pertumbuhan penumpang, hal lain seperti kualifas pelayanan menjadi hal yang kurang diperhatikan.

"Iya, ini hanya fokus pada aspek komersial saja. Maskapai hanya ingin pertumbuhan penumpang tinggi, tapi infrastrukturnya tidak diantisipasi juga. Maka terjadi hal yang seperti kejadian kemarin itu," jelas Cappy.

Dia pun menuturkan, bahwa kesenjangan antara pertumbuhan penumpang dengan SDM dan infrastruktur tersebut, menyebabkan banyaknya pesawat yang delay, kecelakaan terjadi dimana-mana dan regulasi yang beku. Tidak hanya itu, persaingan harga tiket perjalanan pun semakin murah.

"Pasar begitu tinggi, tiket murah, orang-orangnya itu juga, regulator itu-itu juga fasilitas air controller itu-itu juga," ucapnya.

Cappy pun mencontohkan, permasalahan yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta yang menyelesaikan masalah hanya dengan memecat tapi tidak melihat akar permasalahan yang sebenarnya.

"Harus kita ingat secara komprehensif, kita yang biasa berada dalam mekanisme kerja yang tambal sulam yang kadang-kadang kita tidak tahu mau pergi ke mana. Itu yang sering kita jumpai dan akan menimbulkan masalah di tengah jalan. Lion Air dan Air Asia penerbangan internasional dibawa ke domestik, ini seakan biasa, sopir dipecat dan seolah selesai begitu saja. Meskipun ada ada penyelidikan dan sebagainya," papar Cappy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR: Lion Air Jadi Trademark Kebobrokan Penerbangan Kita

DPR: Lion Air Jadi Trademark Kebobrokan Penerbangan Kita

Bisnis | Sabtu, 21 Mei 2016 | 12:23 WIB

Soal Pembekuan "Ground Handling" Dua Maskapai, Ini Kata Fadli Zon

Soal Pembekuan "Ground Handling" Dua Maskapai, Ini Kata Fadli Zon

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 17:57 WIB

Laporan Pidana Lion Air ke Pejabat Kemenhub Dinilai Aneh

Laporan Pidana Lion Air ke Pejabat Kemenhub Dinilai Aneh

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 13:30 WIB

Salah Turunkan Penumpang, Lion Air: Kesalahan Supir Bus

Salah Turunkan Penumpang, Lion Air: Kesalahan Supir Bus

News | Kamis, 19 Mei 2016 | 19:59 WIB

Terkini

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:45 WIB

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:37 WIB

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:57 WIB

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:58 WIB