Mantan KSAU Beberkan Akar Masalah Penerbangan Indonesia

Dythia Novianty, Nikolaus Tolen

Sabtu, 21 Mei 2016 | 12:55 WIB
Mantan KSAU Beberkan Akar Masalah Penerbangan Indonesia
Mantan Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia Cappy Hakim saat berdiskusi Ada Apa dengan Penerbangan Kita, di Jakarta, Sabtu (21/5/2016). [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia, Cappy Hakim mengatakan, bahwa sering munculnya masalah di dunia penerbangan Indonesia karena adanya sejumlah faktor. Namun, baginya faktor utama yang memunculkan hal tersebut adalah karena tingginya pertumbuhan penumpang, tanpa dibarengi dengan antisipasi persiapan infrastruktur yang memadai.

"Kesenjangan yang terjadi antara pertumbuhan penumpang dan manajemen pengelolaan sumber daya manusia plus infrasturkutur itu lama-lama makin jauh. Ini lah kemudian yang menyebabkan banyak masalah yang terjadi di dunia penerbangan kita" kata Cappy di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa pertumbuhan penumpang yang meningkat tajam tersebut terjadi karena adanya orientasi bisnis dari pemilik maskapainya. Dengan demikian, dia menilai, bahwa dengan hanya fokus pada pertumbuhan penumpang, hal lain seperti kualifas pelayanan menjadi hal yang kurang diperhatikan.

"Iya, ini hanya fokus pada aspek komersial saja. Maskapai hanya ingin pertumbuhan penumpang tinggi, tapi infrastrukturnya tidak diantisipasi juga. Maka terjadi hal yang seperti kejadian kemarin itu," jelas Cappy.

Dia pun menuturkan, bahwa kesenjangan antara pertumbuhan penumpang dengan SDM dan infrastruktur tersebut, menyebabkan banyaknya pesawat yang delay, kecelakaan terjadi dimana-mana dan regulasi yang beku. Tidak hanya itu, persaingan harga tiket perjalanan pun semakin murah.

"Pasar begitu tinggi, tiket murah, orang-orangnya itu juga, regulator itu-itu juga fasilitas air controller itu-itu juga," ucapnya.

Cappy pun mencontohkan, permasalahan yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta yang menyelesaikan masalah hanya dengan memecat tapi tidak melihat akar permasalahan yang sebenarnya.

"Harus kita ingat secara komprehensif, kita yang biasa berada dalam mekanisme kerja yang tambal sulam yang kadang-kadang kita tidak tahu mau pergi ke mana. Itu yang sering kita jumpai dan akan menimbulkan masalah di tengah jalan. Lion Air dan Air Asia penerbangan internasional dibawa ke domestik, ini seakan biasa, sopir dipecat dan seolah selesai begitu saja. Meskipun ada ada penyelidikan dan sebagainya," papar Cappy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR: Lion Air Jadi Trademark Kebobrokan Penerbangan Kita

DPR: Lion Air Jadi Trademark Kebobrokan Penerbangan Kita

Bisnis | Sabtu, 21 Mei 2016 | 12:23 WIB

Soal Pembekuan "Ground Handling" Dua Maskapai, Ini Kata Fadli Zon

Soal Pembekuan "Ground Handling" Dua Maskapai, Ini Kata Fadli Zon

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 17:57 WIB

Laporan Pidana Lion Air ke Pejabat Kemenhub Dinilai Aneh

Laporan Pidana Lion Air ke Pejabat Kemenhub Dinilai Aneh

News | Jum'at, 20 Mei 2016 | 13:30 WIB

Salah Turunkan Penumpang, Lion Air: Kesalahan Supir Bus

Salah Turunkan Penumpang, Lion Air: Kesalahan Supir Bus

News | Kamis, 19 Mei 2016 | 19:59 WIB

Terkini

Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 15:30 WIB

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

News | Senin, 02 November 2026 | 15:21 WIB

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

Masyarakat Adat Ciptagelar Punya Tiga Aturan untuk Membagi dan Menjaga Hutan

Masyarakat Adat Ciptagelar Punya Tiga Aturan untuk Membagi dan Menjaga Hutan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

2 Shade Bedak Wardah Luminous Compact Powder untuk Kulit Sawo Matang

2 Shade Bedak Wardah Luminous Compact Powder untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:14 WIB

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

News | Senin, 02 November 2026 | 15:11 WIB

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Health | Senin, 02 November 2026 | 15:07 WIB

Pakar: Nasib Gibran Sebagai Wapres, Kuncinya di Prabowo Subianto

Pakar: Nasib Gibran Sebagai Wapres, Kuncinya di Prabowo Subianto

News | Senin, 02 November 2026 | 15:07 WIB

Menbud Fadli Zon Tegaskan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Sejalan dengan Amanat Konstitusi

Menbud Fadli Zon Tegaskan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Sejalan dengan Amanat Konstitusi

News | Senin, 02 November 2026 | 15:01 WIB

14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas

14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 15:01 WIB

×