Impor Gula Mentah Ditakutkan Pukul Petani Tebu

Adhitya Himawan

Minggu, 22 Mei 2016 | 23:00 WIB
Impor Gula Mentah Ditakutkan Pukul Petani Tebu
Impor gula putih kristal di Palembang, Sumatera Selatan. [Antara/Nova Wahyudi]

Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mempertanyakan dasar penentuan kebutuhan impor row sugar (gula mentah) yang ditetapkan sebanyak 381.000 ton karena dikhawatirkan akan merugikan petani.

"Ketika impor raw sugar direalisasikan, kami khawatir stok gula tahun 2016 justru melebihi kebutuhan dan dampaknya harga gula turun," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional APTRI M Nur Khabsyin di Kudus, Minggu (22/5/2016).

Pernyataannya itu, kata dia, sesuai dengan kesimpulan pada saat APTRI menggelar sarasehan persiapan giling tebu di Graha Kebon Agung, Surabaya pada Jumat (20/5/2016).

Selain kehawatiran stok gula akan melimpah, kata dia, pada awal tahun 2016 juga ada impor gula PPI sebanyak 200.000 ton.

Padahal, kata dia, neraca gula tahun 2016 sampai saat ini belum ditetapkan sehingga belum diketahui adanya kekurangan gula pada tahun 2016.

Taksasi produksi gula pada musim giling tahun 2016, kata dia, secara riil baru diketahui sekitar bulan Agustus 2016, ketika memasuki puncak musim giling, sehingga akan diketahui stok gula cukup atau tidak.

Kebijakan impor raw sugar dengan dalih sebagai kompensasi agar PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menjamin rendemen minimal 8,5 persen, kata dia, merupakan kebijakan instan dan tidak mendidik.

"Pada prinsipnya, para petani sangat mendukung jaminan rendemen 8,5 persen, dengan catatan tanpa embel-embel kompensasi impor raw sugar," ujarnya.

Menteri BUMN saat berkunjung ke sejumlah pabrik gula, kata dia, juga menyampaikan janjinya bahwa rendemen 8,5 persen tanpa kompensasi impor.

Hanya saja, dia kurang sependapat dengan adanya jaminan rendemen karena tidak mendidik petani.

Ia khawatir, petani justru menanam tanaman tebu dengan kualitas seadanya karena bakal dijamin rendemenya.

"Bagi pabrik gila juga akan manja memminta impor terus. Sudah ada buktinya Cepiring sekarang bangkrut gara-gara terlalu keenakan menggiling raw sugar," ujarnya.

Akar masalah rendemen yang rendah, kata dia, salah satunya karena faktor kinerja pabrik gula yang tidak efisien.

Pabrik gula yang efisien, kata dia, justru tingkat rendemennya bisa mencapai 8,5 persen lebih.

Menurut dia, untuk mencapai rendemen tinggi, pemerintah perlu memperbaiki kinerja pabrik gula agar lebih efisien.

Dasar kebijakan impor raw sugar untuk idle capacity (kapasitas tak terpakai), kata dia, semestinya ketika jumlah produksi gula lebih rendah dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional dan pabrik gula kekurangan bahan baku.

Persoalan di lapangan, kata dia, pabrik gula yang tidak efisien akan ditinggalkan petani sehingga praktis kekurangan tebu.

"Lebih baik pabrik gula yang tidak efisien itu direvitalisasi total, bukannya menggiling raw sugar," ujarnya.

Keuntungan dari hasil mengolah raw sugar bagi pabrik gula yang tidak efisien, katanya, akan habis untuk menjamin rendemen kepada petani.

Untuk itu, kata dia, keuntungan mengolah raw sugar tidak mungkin bisa digunakan untuk merevitalisasi pabrik gula. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:38 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Kementan Resmikan Korporasi Petani Lahan Kering dan Lepas Ekspor Salak ke Kamboja

Kementan Resmikan Korporasi Petani Lahan Kering dan Lepas Ekspor Salak ke Kamboja

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Perbedaan Gula, Stevia, dan Pemanis Buatan: Mana yang Paling Aman Dikonsumsi?

Perbedaan Gula, Stevia, dan Pemanis Buatan: Mana yang Paling Aman Dikonsumsi?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Rogoh Kocek APBN Rp600 Miliar, Mentan Amran Mau Buat Koperasi Peternak Ayam dan Petani Jagung

Rogoh Kocek APBN Rp600 Miliar, Mentan Amran Mau Buat Koperasi Peternak Ayam dan Petani Jagung

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Bantu Petani Hadapi Kekeringan, Pupuk Indonesia Bangun Irigasi di 5 Daerah

Bantu Petani Hadapi Kekeringan, Pupuk Indonesia Bangun Irigasi di 5 Daerah

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Terkini

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:39 WIB

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:38 WIB

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

News | Senin, 02 November 2026 | 18:32 WIB

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:25 WIB

×