Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Impor Gula Mentah Ditakutkan Pukul Petani Tebu

Adhitya Himawan

Minggu, 22 Mei 2016 | 23:00 WIB
Impor Gula Mentah Ditakutkan Pukul Petani Tebu
Impor gula putih kristal di Palembang, Sumatera Selatan. [Antara/Nova Wahyudi]

Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mempertanyakan dasar penentuan kebutuhan impor row sugar (gula mentah) yang ditetapkan sebanyak 381.000 ton karena dikhawatirkan akan merugikan petani.

"Ketika impor raw sugar direalisasikan, kami khawatir stok gula tahun 2016 justru melebihi kebutuhan dan dampaknya harga gula turun," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional APTRI M Nur Khabsyin di Kudus, Minggu (22/5/2016).

Pernyataannya itu, kata dia, sesuai dengan kesimpulan pada saat APTRI menggelar sarasehan persiapan giling tebu di Graha Kebon Agung, Surabaya pada Jumat (20/5/2016).

Selain kehawatiran stok gula akan melimpah, kata dia, pada awal tahun 2016 juga ada impor gula PPI sebanyak 200.000 ton.

Padahal, kata dia, neraca gula tahun 2016 sampai saat ini belum ditetapkan sehingga belum diketahui adanya kekurangan gula pada tahun 2016.

Taksasi produksi gula pada musim giling tahun 2016, kata dia, secara riil baru diketahui sekitar bulan Agustus 2016, ketika memasuki puncak musim giling, sehingga akan diketahui stok gula cukup atau tidak.

Kebijakan impor raw sugar dengan dalih sebagai kompensasi agar PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menjamin rendemen minimal 8,5 persen, kata dia, merupakan kebijakan instan dan tidak mendidik.

"Pada prinsipnya, para petani sangat mendukung jaminan rendemen 8,5 persen, dengan catatan tanpa embel-embel kompensasi impor raw sugar," ujarnya.

Menteri BUMN saat berkunjung ke sejumlah pabrik gula, kata dia, juga menyampaikan janjinya bahwa rendemen 8,5 persen tanpa kompensasi impor.

Hanya saja, dia kurang sependapat dengan adanya jaminan rendemen karena tidak mendidik petani.

Ia khawatir, petani justru menanam tanaman tebu dengan kualitas seadanya karena bakal dijamin rendemenya.

"Bagi pabrik gila juga akan manja memminta impor terus. Sudah ada buktinya Cepiring sekarang bangkrut gara-gara terlalu keenakan menggiling raw sugar," ujarnya.

Akar masalah rendemen yang rendah, kata dia, salah satunya karena faktor kinerja pabrik gula yang tidak efisien.

Pabrik gula yang efisien, kata dia, justru tingkat rendemennya bisa mencapai 8,5 persen lebih.

Menurut dia, untuk mencapai rendemen tinggi, pemerintah perlu memperbaiki kinerja pabrik gula agar lebih efisien.

Dasar kebijakan impor raw sugar untuk idle capacity (kapasitas tak terpakai), kata dia, semestinya ketika jumlah produksi gula lebih rendah dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional dan pabrik gula kekurangan bahan baku.

Persoalan di lapangan, kata dia, pabrik gula yang tidak efisien akan ditinggalkan petani sehingga praktis kekurangan tebu.

"Lebih baik pabrik gula yang tidak efisien itu direvitalisasi total, bukannya menggiling raw sugar," ujarnya.

Keuntungan dari hasil mengolah raw sugar bagi pabrik gula yang tidak efisien, katanya, akan habis untuk menjamin rendemen kepada petani.

Untuk itu, kata dia, keuntungan mengolah raw sugar tidak mungkin bisa digunakan untuk merevitalisasi pabrik gula. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat

Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'

Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:18 WIB

BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit

BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:30 WIB

BPDP Ungkap 41% Industri Sawit Nasional Dikelola Rakyat Langsung, Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja

BPDP Ungkap 41% Industri Sawit Nasional Dikelola Rakyat Langsung, Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:48 WIB

SPBUN-SGN Temui Dasco, Apresiasi DPR Fasilitasi Mediasi Buruh dengan Manajemen

SPBUN-SGN Temui Dasco, Apresiasi DPR Fasilitasi Mediasi Buruh dengan Manajemen

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:56 WIB

Dukung Petani Blora, Bulog Tingkatkan Kolaborasi demi Menjamin Penyerapan Tebu

Dukung Petani Blora, Bulog Tingkatkan Kolaborasi demi Menjamin Penyerapan Tebu

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:45 WIB

Presiden Minta Pabrik Gula Wajib Punya Kebun Tebu

Presiden Minta Pabrik Gula Wajib Punya Kebun Tebu

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:18 WIB

Kemenkes: Gula Darah Anak SD Sudah Tinggi, Risiko Jantung hingga Stroke Mengintai di Usia 40 Tahun

Kemenkes: Gula Darah Anak SD Sudah Tinggi, Risiko Jantung hingga Stroke Mengintai di Usia 40 Tahun

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 14:45 WIB

Kopdes Merah Putih Diklaim Bisa Pangkas Rantai Pasok, Petani Berpeluang Nikmati Rp263 Triliun

Kopdes Merah Putih Diklaim Bisa Pangkas Rantai Pasok, Petani Berpeluang Nikmati Rp263 Triliun

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:34 WIB

Bulog Catat Penyerapan 3,5 Juta Ton Setara Beras, Perkuat Cadangan Pangan Nasional

Bulog Catat Penyerapan 3,5 Juta Ton Setara Beras, Perkuat Cadangan Pangan Nasional

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:46 WIB

Terkini

Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset

Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok

Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan

Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:29 WIB

RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!

RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!

Entertainment | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:27 WIB

Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!

Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:24 WIB

Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara

Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20 WIB

AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan

AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:15 WIB

4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru

4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:13 WIB

Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru

Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru

Riau | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:11 WIB

JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026

JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:08 WIB

×