Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Pemberdayaan Akuntan Profesional Bisa Perangi Kemiskinan

Adhitya Himawan

Kamis, 23 Juni 2016 | 09:32 WIB
Pemberdayaan Akuntan Profesional Bisa Perangi Kemiskinan
Ilustrasi akuntan. [Shutterstock]

Akuntan profesional yang memiliki kualifikasi sesuai standar internasional mutlak diperlukan gunamendukung pembangunan ekonomi untuk memberantas kemiskinan dan mendistribusikan kemakmuran di seluruh dunia. Secara individu, kualifikasi itu juga akan mendukung pengembangan karier seorang akuntan profesional di dunia bisnis.

Berdasarkan Report on the Observance of Standards and Codes (ROSC) Bank Dunia, menyebutkan Indonesia memerlukan banyak akuntan profesional untuk mendukung pertumbuhan ekonominya. Karena itu, Bank Dunia mendukung agar profesi akuntan di Indonesia dapat mencapai standar internasional.

“Keberadaan akuntan profesional dalam bisnis menjadi krusial karena Bank Dunia berkepentingan membangun masyarakat yang berlandaskan kepercayaan dimana tujuan akhirnya adalah memberantas kemiskinan,” kata Senior Financial Management Specialist Bank Dunia Jakarta, Christina Donna pada workshop Pengembangan Kurikulum Akuntansi sesuai Standar Internasional dan Kompetensi CA di Balai Kartini Jakarta, Rabu (22/06/2016). 

Menurut Christina, prioritas Bank Dunia adalah menghapuskan kemiskinan di dunia dengan target optimistis menurunkan kemiskinan hingga level terendah pada 2030. Berkurangnya angka kemiskinan, lanjut dia akan berimplikasi pada kemajuan perekonomian. Kondisi itu akan membuat akuntan profesional dan laporan keuangan yang berkualitas makin dibutuhkan.

Ditegaskannya, untuk membangun profesi akuntan yang berkualitas, perguruan tinggi berperan dalam menyiapkan calon akuntan yang memiliki basic requirement seperti telah ditetapkan International Accounting Education Standards Board (IAESB) IFAC. Kata Christina, beberapa perguruan tinggi terkemuka di Indonesia telah menyesuaikan kurikulumnya dengan standar tersebut, namun banyak perguruan tinggi lain belum menggunakan standar itu. Padahal profesi dalam menetapkan standar ujian sertifikasi untuk menuju akuntan profesional telah menggunakan standar ini.

“Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya kesenjangan antar lulusan perguruan tinggi,” ujarnya.

Christina mengemukakan, Indonesia memiliki banyak akuntan profesional yang memenuhi kualitas setara dengan akuntan global. Namun secara kuantitas, jumlahnya masih jauh dari cukup. Kondisi ini juga terjadi di negara-negara ASEAN lainnya. Data Bank Dunia dan ASEAN Federation of Accountants (AFA) Report 2014menyebutkan, di sebagian besar negara ASEAN terjadi kekurangan akuntan profesional dengan kualifikasi setara standar internasional.

Anggota Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN IAI) yang juga Anggota IAESB, Prof. Sidharta Utama menyatakan, Indonesia memiliki 265.498 mahasiswa akuntansi pada 2014, dan lebih dari 30 ribu lulusan S-1 Akuntansi setiap tahun. Namun dari jumlah itu hanya sedikit yang akhirnya menjadi akuntan profesional dan menjadi anggota organisasi profesi. Padahal dengan bergabung di profesi, seorang akuntan profesional dapat terus mengembangkan kompetensi dan dijaga kode etiknya.

“Kita harus mengejar kuantitas akuntan agar memadai dalam mendukung perekonomian nasional. Namun jangan sampai mengorbankan kualitas dalam upaya mengejar kuantitas. Adanya Sertifikasi Chartered Accountant (CA) Indonesia dibangun untuk memenuhi kualifikasi itu,” kata Sidharta.

Dia bilang, untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di ranah global, diperlukan SDM akuntan profesional yang memadai secara kualitas dan kuantitas. Ini juga sejalan dengan upaya yang dilakukan negara-negara G-20 dan prioritas Bank Dunia terkait pengembangan SDM. 

Sementara anggota Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional Ikatan Akuntan Indonesia (DSAP IAI), Setio Anggoro Dewo mengatakan, akuntan profesional hari ini selain harus memiliki kompetensi inti, juga harus dibekali dengan berbagai skill lainnya.

“Perkembangan model bisnis yang makin kompleks di era globalisasi, harus diimbangi dengan penguasaanskill seperti teknik komunikasi dan networking, teknologi informasi, database, teknik negosiasi, skillpresentasi, hingga kemampuan data analytic dan leadership,” terangnya.

Setio yang juga CFO Trakindo Utama itu melihat, akuntan sebagai CFO saat ini sudah harus terbiasa dengan customer experience dan data analytic dalam rangka memastikan peningkatan revenue. Karena itu, ia mengharapkan perguruan tinggi sebagai penyedia calon akuntan profesional, bisa menjadikan kebutuhan itu dalam penyusunan kurikulum pengajarannya.

“Model bisnis di era revolusi digital sudah jauh berubah. Akuntan profesional harus mempersiapkan diri dan perguruan tinggi sebagai fondasi harus menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” ujarnya.

Workshop ini diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan dukungan Bank Dunia dan Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW). Workshop ini bertujuan untuk sinkronisasi silabus pengajaran S-1 Akuntansi dan mempermudah transfer knowledge agar mampu menjembatani mahasiswa akuntansi menjadi akuntan profesional melalui sertifikasi CA. Dalam kesempatan itu, IAI juga menyelenggarakan yudisium terhadap lulusan ujian sertifikasiCA periode I dan II tahun 2016. Workshop ini diikuti oleh para kepala program studi akuntansi lebih dari 100 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Orang Miskin Tak Bisa Berobat di RSUD Situbondo

Orang Miskin Tak Bisa Berobat di RSUD Situbondo

News | Jum'at, 17 Juni 2016 | 03:34 WIB

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

Bisnis | Rabu, 08 Juni 2016 | 09:28 WIB

Pengembangan Wisata Danau Toba akan Kurangi Kemiskinan

Pengembangan Wisata Danau Toba akan Kurangi Kemiskinan

Bisnis | Minggu, 15 Mei 2016 | 14:10 WIB

Branding Kantor Akuntan Diyakini Tingkatkan Kompetensi Akuntan

Branding Kantor Akuntan Diyakini Tingkatkan Kompetensi Akuntan

Bisnis | Kamis, 12 Mei 2016 | 14:49 WIB

Versi IMF, Suap Menghilangkan Dana 2 Triliun Dolar AS Tiap Tahun

Versi IMF, Suap Menghilangkan Dana 2 Triliun Dolar AS Tiap Tahun

Bisnis | Kamis, 12 Mei 2016 | 09:00 WIB

Kesenjangan Kaya-Miskin DKI Dikritik Calon Lawan Ahok

Kesenjangan Kaya-Miskin DKI Dikritik Calon Lawan Ahok

News | Selasa, 10 Mei 2016 | 13:52 WIB

Akuntansi Lingkungan Dinilai Mampu Tingkatkan Laba Perusahaan

Akuntansi Lingkungan Dinilai Mampu Tingkatkan Laba Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 07 Mei 2016 | 13:16 WIB

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Harga Minyak 2016

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Harga Minyak 2016

Bisnis | Rabu, 27 April 2016 | 08:02 WIB

Katakan Tidak Pada Mengemis, Cara Beda Membantu Sesama

Katakan Tidak Pada Mengemis, Cara Beda Membantu Sesama

Lifestyle | Minggu, 24 April 2016 | 09:15 WIB

RTI Dorong Penggunaan "Big Data" untuk Menentukan Kebijakan

RTI Dorong Penggunaan "Big Data" untuk Menentukan Kebijakan

News | Kamis, 21 April 2016 | 10:34 WIB

Terkini

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:45 WIB