Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

Adhitya Himawan

Rabu, 08 Juni 2016 | 09:28 WIB
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global
Logo Bank Dunia.

Bank Dunia pada Selasa (7/6/2016) memangkas proyeksinya untuk pertumbuhan global pada 2016 menjadi 2,4 persen. Bank Dunia mengatakan bahwa ekonomi dunia sedang menghadapi permasalahan (headwinds) yang lebih kuat.

Dalam Laporan Prospek Ekonomi Global yang dirilis Selasa (7/6/2016), lembaga yang berbasis di Washington itu memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 2,4 persen pada 2016, 0,5 persentase poin lebih rendah dari perkiraan bank pada Januari.

"Meskipun krisis keuangan global saat ini tujuh tahun di belakang kami, perekonomian dunia masih berjuang untuk mendapatkan kembali momentum," kata Kaushik Basu, kepala ekonom di Bank Dunia.

Pertumbuhan terus tertatih-tatih di negara-negara maju, sementara ada perbedaan kinerja yang cukup besar di seluruh negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang, serta pertumbuhan yang secara keseluruhan masih di bawah potensi, kata Basu.

Menurut laporan itu, negara-negara berkembang diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,5 persen pada 2016, 0,6 persentase poin lebih rendah dibandingkan proyeksi Januari, negara-negara maju diperkirakan akan tumbuh 1,7 persen tahun ini, 0,5 persentase poin lebih rendah dari perkiraannya pada Januari.

Di antara negara-negara emerging market utama, Tiongkok diperkirakan akan tumbuh sebesar 6,7 persen tahun ini, India diperkirakan akan tumbuh pada kecepatan kuat 7,6 persen, sementara Brazil dan Rusia akan melihat pertumbuhan ekonomi mereka masing-masing merosot 4,0 persen dan 1,2 persen, turun lebih lanjut dari perkiraan Januari Bank Dunia.

Dalam lingkungan pertumbuhan yang lemah, ekonomi global semakin menghadapi risiko-risiko penurunan, termasuk pelambatan lebih lanjut di negara-negara emerging markets utama, perubahan tajam dalam sentimen pasar keuangan, stagnasi di negara-negara maju, sebuah periode harga komoditas rendah yang lebih lama dari perkiraan, serta pengetatan kebijakan dan ketidakpastian geopolitik, kata laporan itu.

Dengan latar belakang pertumbuhan yang lemah dan ruang kebijakan yang terbatas, para pembuat kebijakan di negara-negara emerging market dan berkembang harus menempatkan premi pada reformasi yang diberlakukan, seperti investasi di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan keterampilan manusia lainnya, meningkatkan diversifikasi ekonomi serta liberalisasi perdagangan.

Adapun untuk negara-negara maju, Bank Dunia menyarankan mereka mempertahankan kebijakan moneter akomodatif sampai pengenduran ekonomi telah diserap dan inflasi bergerak kembali sesuai dengan tujuan kebijakan.

Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa Negara-negara maju bisa mengambil kebijakan untuk mendukung investasi infrastruktur, dan menerapkan pajak, serta reformasi pasar tenaga kerja dalam upaya meningkatkan pendapatan serta memperbaiki ruang kebijakan fiskal dan moneter. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS vs Bank Dunia: Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Bisa Berbeda Jauh?

BPS vs Bank Dunia: Mengapa Angka Kemiskinan Indonesia Bisa Berbeda Jauh?

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 07:00 WIB

Punya Data Angka Kemiskinan yang Beda Jauh dengan Bank Dunia, Ini Alasan BPS

Punya Data Angka Kemiskinan yang Beda Jauh dengan Bank Dunia, Ini Alasan BPS

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 14:02 WIB

Tukang Becak Disebut Kaya Raya, Mengapa Kemiskinan Semu di Mata Prabowo?

Tukang Becak Disebut Kaya Raya, Mengapa Kemiskinan Semu di Mata Prabowo?

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 11:39 WIB

Mesin Pertumbuhan Habis, Ekonomi RI Cuma Hanya Bisa Tumbuh 4,7% di 2027

Mesin Pertumbuhan Habis, Ekonomi RI Cuma Hanya Bisa Tumbuh 4,7% di 2027

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:56 WIB

Menteri LH Sentil World Bank buntut Tarik Dana Iklim 70 Juta USD dari Jambi

Menteri LH Sentil World Bank buntut Tarik Dana Iklim 70 Juta USD dari Jambi

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:03 WIB

Pemerintah Pangkas Pajak Makanan Jadi 1 Persen, Beban Hidup Rakyat Jepang Berkurang

Pemerintah Pangkas Pajak Makanan Jadi 1 Persen, Beban Hidup Rakyat Jepang Berkurang

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis

Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Curhat ke IMF dan World Bank, Purbaya: Saya Menteri Paling Apes di Dunia

Curhat ke IMF dan World Bank, Purbaya: Saya Menteri Paling Apes di Dunia

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Dampak Inflasi terhadap Keuangan & Strategi Menghadapinya

Dampak Inflasi terhadap Keuangan & Strategi Menghadapinya

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:55 WIB

Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global

Transaksi Olein Tembus Rp7,3 Triliun dan Timah Rp2,6 Triliun di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:50 WIB

Terkini

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

News | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:49 WIB

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:46 WIB

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

News | Senin, 28 September 2026 | 08:33 WIB

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:29 WIB

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 08:25 WIB

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

News | Senin, 28 September 2026 | 08:23 WIB

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

News | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

×