Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Forextime: Yen Jepang Masih Menjadi Pilihan Trader

Adhitya Himawan

Kamis, 04 Agustus 2016 | 23:22 WIB
Forextime: Yen Jepang Masih Menjadi Pilihan Trader
Mata uang Jepang, Yen. [Shutterstock]

Walaupun momentum beli Yen mulai melambat di pertengahan pekan ini, mata uang Jepang ini tetap menjadi pilihan trader yang mencari perlindungan dari aset safe haven. Ada sejumlah alasan mengapa Yen tetap menjadi pilihan investor. Alasan utamanya adalah lingkungan eksternal masih mengganggu sentimen investor terhadap aset berisiko.

"Alasan lainnya adalah berlanjutnya aksi jual minyak setelah komoditas ini memasuki pasar bearish membebani pasar saham dan membuat Yen semakin menguat," kata Jameel Ahmad, VP of Market Research Forextime dalam keterangan resmi, Kamis (4/8/2016).

Atmosfer menghindari risiko juga membuat Dolar kurang menarik, sehingga mata uang lainnya secara umum menguat terhadap Dolar dan begitu pula aset pasar berkembang. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS juga kembali mundur dan ini pun salah satu alasan mengapa USD mulai melemah. Seperti biasa, kita masih terus bertanya-tanya apakah dan kapan Fed akan meningkatkan suku bunga AS di tahun 2016 ini.

 Depresiasi Dolar memberi Emas momentum untuk kembali ke level tertinggi sejak Brexit yaitu di atas $1350. Saya pribadi meyakini bahwa Emas berpotensi semakin menguat sebelum akhir 2016 karena berbagai alasan. Pertama, depresi pasar minyak akan mengganggu pasar saham. Kedua, walaupun Federal Reserve menampilkan kecenderungan akan meningkatkan suku bunga AS, masih belum ada kepastian bahwa suku bunga akan benar-benar ditingkatkan di tahun 2016. Selain itu, masalah pertumbuhan ekonomi global masih terus menjadi kekhawatiran umum dan ini dapat mendorong investor jangka panjang untuk melirik Emas sebagai investasi alternatif.

Terkait menguatnya sejumlah mata uang terhadap USD, EURUSD adalah salah satu yang terdepan. Pasangan mata uang ini melejit dari 1.09 ke 1.12 selama beberapa sesi trading terakhir. Inilah yang umum terjadi pada EURUSD - mayoritas peningkatan EUR tergantung pada melemahnya USD. Dari sudut pandang fundamental, tidak ada berita baru di pasar untuk meningkatkan optimisme terhadap ekonomi Uni Eropa. Karena itu, para penjual kemungkinan akan membuka posisi setelah pasangan mata uang ini mengalami kelelahan setelah menguat selama beberapa hari terakhir. 

Terlepas dari segala berita dan data ekonomi yang menunjukkan bahwa hasil referendum Brexit yang mengejutkan ini akan memukul ekonomi Inggris, GBP ternyata juga menguat karena melemahnya USD. GBPUSD meningkat ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir yaitu 1.3365 di 24 jam terakhir.

"Sejujurnya, ini hanyalah pantulan teknikal dari zona support penting 1.3050 yang kita bahas pekan lalu. Dengan begitu banyaknya indikator ekonomi yang masih negatif dan dampak Brexit terhadap ekonomi Inggris, momentum GBPUSD pada jangka menengah dan jangka panjang sepertinya masih lebih mendukung para investor jual," tutup Jameel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime Sebut Saham Global Tertekan oleh Penurunan Harga Minyak

Forextime Sebut Saham Global Tertekan oleh Penurunan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2016 | 22:25 WIB

Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan

Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 23:27 WIB

Bloomberg Terkoneksi dengan Monitoring Perdagangan Bank Indonesia

Bloomberg Terkoneksi dengan Monitoring Perdagangan Bank Indonesia

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 02:02 WIB

Forextime: Pasar Tunggu Keputusan Bank of Japan

Forextime: Pasar Tunggu Keputusan Bank of Japan

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 00:28 WIB

Forextime Sarankan Bank of Japan Perlu Segera Bertindak

Forextime Sarankan Bank of Japan Perlu Segera Bertindak

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2016 | 11:38 WIB

Forextime Akui Sentimen Global Sempat Terpukul

Forextime Akui Sentimen Global Sempat Terpukul

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 15:19 WIB

Forextime Akui Ada Perbaikan Sentimen Ekonomi Terhadap Indonesia

Forextime Akui Ada Perbaikan Sentimen Ekonomi Terhadap Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 18:08 WIB

Dolar AS Naik Terhadap Yen Pascakudeta Gagal di Turki

Dolar AS Naik Terhadap Yen Pascakudeta Gagal di Turki

Bisnis | Selasa, 19 Juli 2016 | 06:14 WIB

Salip Malaysia & Thailand, Indonesia Emerging Market Terbesar

Salip Malaysia & Thailand, Indonesia Emerging Market Terbesar

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 12:54 WIB

Forextime: RUU Pengampunan Pajak Disahkan Dongkrak Sentimen Pasar

Forextime: RUU Pengampunan Pajak Disahkan Dongkrak Sentimen Pasar

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 13:54 WIB

Terkini

Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa

Skandal 'Bisnis Haram' Izin WNA di Bali, KPK Periksa Enam Saksi Agensi Visa

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:26 WIB

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:10 WIB

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:26 WIB

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:37 WIB

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:28 WIB

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:05 WIB

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:36 WIB

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:28 WIB

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:27 WIB