Permintaan Properti Naik, Permintaan Besi dan Baja Ikut Naik

Adhitya Himawan

Selasa, 30 Agustus 2016 | 20:50 WIB
Permintaan Properti Naik, Permintaan Besi dan Baja Ikut Naik
Komplek perumahan sederhana di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/7/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Pada 13-21 Agustus 2016 yang lalu, Bank Tabungan Negara (BTN) kembali menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) 2016. Event yang  didukung lebih dari 300 pengembang dan memamerkan 700 proyek perumahan di seluruh Indonesia tersebut, menunjukkan betapa tingginya permintaan akan rumah (property) dalam negeri. Data Pendapatan Nasional Bruto (Gross Domestic Product / GDP) yang mengindikasikan pertumbuhan ekonomi adalah salah satu faktor pendorong bertumbuhnya permintaan properti.

Selain itu, trend penurunan suku bunga dan relaksasi LTV juga turut mendorong tingginya minat masyarakat untuk membeli rumah melalui skim KPR perbankan. IPEX 2016 juga merupakan event yang mendukung program pemerintah untuk membangun sejuta rumah. Hingga Agustus 2016 dalam program sejuta rumah, telah tercapai 400.000 rumah, dan diharapkan pada akhir tahun ini dapat melampaui target tahun lalu, yaitu 690.000.

Proyek konstruksi dan pembangunan proeperty yang saat ini sedang bertumbuh tentu bukan hanya akan berdampak pada meningkatnya permintaan semen namun juga berdampak pada meningkatnya permintaan akan besi dan baja. Johanes W Edward, Investor Relation PT. Steel Pipe Industry of Indonesia (Spindo) menjelaskan bahwa dewasa ini, penggunaan material kayu dalam kontruksi sebuah bangunan (property) mulai berkurang dan digantikan dengan penggunaan besi baja. Besi Hollow adalah besi yang berbentuk pipa kotak yang materialnya terdiri dari besi baja galvanis atau stainless. Belakangan ini, hollow banyak digunakan sebagai pengganti kayu penopang untuk langit-langit (plafon), atap rumah, pagar,serta digunakan juga sebagai penopang partisi gipsum ruangan dan aplikasi lainnya.

Selain harganya yang relatif murah dibanding kayu, besi hollow juga memiliki beberapa keunggulan, antara lain: lebih cepat dalam proses pemasangan karena bobotnya  lebih ringan, lebih kuat karena terbuat dari besi baja, anti karat karena salah satu bahan material dari bessi hollow adalah stainless, tahan api, dan anti rayap. Tak heran bila besi hollow semakin banyak digunakan kontrkator dalam proyek-proyek pembangunan property. Selain digunakan pada konstruksi bangunan besi hollow juga biasanya digunakan pada peralatan yang sebagian bahan menggunakan besi, seperti pada kaki–kaki meja, rak, lemari dan lainya. “Yang penting costumer tahu material besi hollow yang baik, dimana spesifikasinya sudah memenuhi SNI sehingga tidak kecewa”, katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/8/2016).

Berbicara mengenai permintaan besi hollow yang diprediksi meningkat sejalan dengan bertumbuhnya sektor kontruksi dan properti, Edward menyatakan bahwa hal ini tidak bisa lepas dari peran Spindo sebagai pemain dominan di industri pipa besi baja termasuk besi hollow. PT Steel Pipe Industry of Indonesia (Spindo) yang memasarkan produk besi hollow dengan merek dagang “Spindo Z12” didirikan pada tahun 1971 dan pada tahun 2013 melakukan penawaran umum saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham ISSP.  "Spindo adalah produsen pipa baja yang memiliki kapasitas produksi terbesar di Indonesia," ujar Edward.

Untuk masalah properti, pemerintah sangat mendukung pertumbuhan industry properti. Selain deregulasi terkait dengan pembangunan dan kepemilikan property (termasuk kepemilikan asing atas properti di Indonesia) yang telah dilakukan pemerintah, kebijakan fiskal berupa pemangkasan pajak final properti juga diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri properti dimasa mendatang.

Sebagaimana diketahui bahwa selama ini Investor properti Indonesia harus mengeluarkan setidaknya 10,8 persen dari total nilai transaksi yang menjadi bagian dari pendaftaran properti (registering property). Di negara lain biaya tersebut hanya sebesar kurang dari 5 persen dari total nilai transaksi. Terkait dengan kebijakan fiskal, pemerintah tidak hanya berencana memangkas pajak penghasilan atau PPh final properti namun jugamendorong adanya penurunan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) bagi pembeli properti.

"Memang dengan adanya kebijakan tersebut, akan mempengaruhi pada berkurangnya pendapatan daerah dari sektor pajak. Namun hal tersebut akan menjadi daya tarik bagi investasi pada sektor properti," tutup Edward.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IPW: Keterlaluan Jika Pasar Properti Tidak Bangkit Juga!

IPW: Keterlaluan Jika Pasar Properti Tidak Bangkit Juga!

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 16:19 WIB

Kualitas Pekerja Konstruksi di Indonesia Masih Rendah

Kualitas Pekerja Konstruksi di Indonesia Masih Rendah

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 15:09 WIB

Pertumbuhan Industri Logam Pada Tahun 2015 Sebesar 6,48 Persen

Pertumbuhan Industri Logam Pada Tahun 2015 Sebesar 6,48 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 11:26 WIB

Kualitas Infrastruktur di Indonesia Masih Rendah

Kualitas Infrastruktur di Indonesia Masih Rendah

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 09:39 WIB

Tax Amnesty Bikin Kapitalisasi Pasar Konstruksi Rp2000 Triliun

Tax Amnesty Bikin Kapitalisasi Pasar Konstruksi Rp2000 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 20:13 WIB

Pasar Properti Indonesia di Semester I 2016 Diprediksi Masih Lesu

Pasar Properti Indonesia di Semester I 2016 Diprediksi Masih Lesu

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 13:40 WIB

REI Prediksi Pasar Perumahan akan Membaik 2 Bulan Pasca Lebaran

REI Prediksi Pasar Perumahan akan Membaik 2 Bulan Pasca Lebaran

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2016 | 12:12 WIB

BKPM: KLIK Percepat Konstruksi 16 Proyek Senilai Rp9,06 Triliun

BKPM: KLIK Percepat Konstruksi 16 Proyek Senilai Rp9,06 Triliun

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2016 | 12:14 WIB

Dua Investor Konstruksi Jepang akan Investasi Rp4 Triliun

Dua Investor Konstruksi Jepang akan Investasi Rp4 Triliun

Bisnis | Sabtu, 21 Mei 2016 | 00:01 WIB

Trakindo Memperkenalkan CAT 320D2 GC, Hydraulic Excavator 20 Ton

Trakindo Memperkenalkan CAT 320D2 GC, Hydraulic Excavator 20 Ton

Otomotif | Jum'at, 22 April 2016 | 08:29 WIB

Terkini

Polemik Lahan Teuku Umar 2, Temasra Jaya Bantah Klaim Aset BMN Mabes TNI

Polemik Lahan Teuku Umar 2, Temasra Jaya Bantah Klaim Aset BMN Mabes TNI

News | Senin, 28 September 2026 | 21:12 WIB

Dear Bakom RI! Ini Santapan Lamine Yamal Biar Gesit, Apa Ada di Menu MBG?

Dear Bakom RI! Ini Santapan Lamine Yamal Biar Gesit, Apa Ada di Menu MBG?

Bola | Senin, 28 September 2026 | 21:06 WIB

Motul Pamerkan Teknologi Pelumas McLaren di Grand Prix Italia

Motul Pamerkan Teknologi Pelumas McLaren di Grand Prix Italia

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya Guruh

Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati, Sampaikan Belasungkawa Atas Berpulangnya Guruh

News | Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

Menko Polkam Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Menko Polkam Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Video | Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

News | Senin, 28 September 2026 | 20:55 WIB

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

×