Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Ingin Sehat Mengelola Keuangan Keluarga? Segera Hindari 4 Hal Ini

Angelina Donna | Suara.com

Rabu, 14 September 2016 | 19:10 WIB
Ingin Sehat Mengelola Keuangan Keluarga? Segera Hindari 4 Hal Ini
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Setiap keluarga pasti memiliki tujuan keuangan (finansial) untuk menjadi bahagia dan sejahtera. Sejatinya kebahagiaan datang bukan hanya sekedar dari materi saja tetapi riakan kecil akibat adanya masalah finansial dapat merusak keharmonisan rumah tangga dan memicu perseteruan dalam sebuah keluarga.

Oleh karena itu, pengelolaan keuangan yang baik dalam keluarga perlu dilakukan agar tujuan keuangan dapat tercapai. Kadang kala, perbedaan pengelolaan keuangan antara suami dan istri menjadi pemicu terjadinya kesalahan dalam pengelolaan keuangan.

Penyebab kegagalan dalam mengelola keuangan yang sering terjadi adalah karena adanya keinginan yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan yang harus dicukupi. Tatkala meski kita sudah memiliki rencana keuangan, hal tersebut juga bisa gagal karena kenyataannya pengeluaran melebihi perkiraan/dugaan.

Kemudian, rupanya ada beberapa hal lain yang apabila kita lakukan dapat memicu kesalahan dalam pengelolaan keuangan keluarga, di antaranya sebagai berikut:

1. Kurangnya Komunikasi

Tidak terjadi komunikasi dan musyawarah yang baik antara suami dan istri dalam mengelola keuangan tentunya akan membuat hubungan kedua belah pihak tidak enak dan tidak ada kepercayaan satu sama lain.

Misalnya saja, sang suami tidak terbuka dalam membantu keuangan setiap bulan kepada orang tuanya atau saudara kandungnya. Ini akan membuat sang istri tidak mengetahui keadaan suami yang sebenarnya sehingga mungkin saja sang istri dapat berprasangka buruk terhadap suaminya sendiri.

2. Kesulitan untuk menyamakan persepsi mengenai keuangan

Memiliki perbedaan latar belakang keluarga, pergaulan, atau pendidikan bisa menjadi kendala dalam pengelolaan keuangan. Misalnya sang suami menganggap bahwa asuransi itu tidaklah penting. Di sisi lain, istri menganggap asuransi penting atau mengkategorikannya sebagai kebutuhan antara primer, sekunder, dan tersier yang berbeda satu sama lain. Perbedaan ini akan membuat pengelolaan keuangan yang sehat terkendala.

3. Tidak ada pencatatan

Kesalahan yang paling banyak terjadi adalah tidak adanya pencatatan yang dilakukan pengelola keuangan keluarga. Apabila terjadi besar pasak daripada tiang maka tidak bisa diketahui kemana uang paling banyak keluar.

Pemasukan dan pengeluaran tidak diatur secara baik sehingga bisa berpotensi memiliki utang untuk memenuhi segala bentuk pengeluaran yang ada.  Tentunya utang yang terlalu besar ini akan memberatkan keuangan keluarga sehingga dapat menghambat sebuah keluarga dalam mencapai tujuan keuangannya.

4. Kurang komitmen dan tidak ada perencanaan

Perencanaan keuangan butuh komitmen yang tangguh. Contoh kecilnya adalah pencatatan keluar masuk uang harus dilakukan setiap hari dan mungkin akan sangat membosankan bagi kita yang tidak terbiasa melakukannya. Namun, cara inilah yang akan menyelamatkan keuangan keluarga kita setiap bulannya atau pada masa yang akan datang.

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB