Array

Dukung Ketahanan Pangan, Pupuk Indonesia Perkuat Riset Pertanian

Adhitya Himawan Suara.Com
Selasa, 27 September 2016 | 04:03 WIB
Dukung Ketahanan Pangan, Pupuk Indonesia Perkuat Riset Pertanian
Pematang sawah padi di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (5/9/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

PT Pupuk Indonesia terus memperkuat kontribusinya terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah salah satunya melalui program riset ekstensifikasi pertanian di beberapa daerah.  Kali ini di wilayanya adalah Bahatap dan Kahoy, keduanya di Kabupaten Kapuas, Propinsi Kalimantan Tengah.

Direktur Investasi PT Pupuk Indonesia, Gusrizal, mengatakan sebagai perusahaan BUMN yang besar, Pupuk Indonesia terus berkontribusi dalam mengembangan sektor pangan untuk mencapai kedaulatan pangan di Tanah Air, salah satunya melalui program-program research and development (R&D).

“Kami terus berkontribusi dalam pengembangan ketahanan pangan. Semenjak 2013 kami kembangkan program-program riset guna mendukung hal tersebut. Walaupun awalnya bukan kompetensi kami, kini sudah menjadi kompetensi kami. Kami memiliki anak perusahaan yaitu PT. Pupuk Indonesia Pangan yang arahnya itu ke pangan,” ujar Gusrizal dalam keterangan tertulis, Senin (26/9/2016).

Program riset yang dikembangkan Pupuk Indonesia, kata Gusrizal, saat ini berlokasi di sejumlah daerah yakni di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah), Kabupaten Ketapang (Kalimantan Barat) dan Kabupaten Merauke (Papua). Dengan pembukaan lahan baru ini juga dapat meningkatkan jumlah Produksi pangan nasional.

Dalam riset tersebut, perseroan, melakukan kegiatan-kegiatan penelitian dan kajian terkait aspek pemupukan, pengelolaan sawah, produktivitas, hingga aspek pemasaran (hilir).

“Riset kami harus betul-betul kuat. Jadi bagaimana mengelola sawah, pemupukan yang tepat di lahan-lahan tertentu seperti lahan-lahan gambut, lahan yang pasang surut, treatment apa yang dilakukan,” papar Gusrizal.

Dalam melaksanakan program riset ini, Pupuk Indonesia menerjunkan tim ke daerah yang menjadi lokasi riset dan menggandeng pihak-pihak yang berkompeten, seperti perguruan tinggi yang memiliki penelitian-penelitian, Kementerian Pertanian, hingga korporat yaitu BASF.

“Dana riset yang kami siapkan sekitar Rp30 miliar untuk tahun ini. Di Merauke misalnya, tugas kami agak besar, tahap awal 400 hektar sawah kami kembangkan, dan kami sudah memikirkan hilirisasinya,” tutur Gusrizal. Sejak dikembangkan mulai 2013, lanjut Gusrizal, program riset ini telah menunjukkan progres yang cukup baik, termasuk dari sisi produktivitas yang mengingat dari tahun ke tahun.

“Ada yang sudah memasuki musim tanam ke-enam, dan produktivitas terus naik. Memang kendala masih ada dibeberapa aspek, seperti ketahanan terhadap hama dan kesiapan tanahnya. Kami uji terus, termasuk dari aspek pembiayaan sehingga sawah menjadi ekonomis. Ke depan kami akan banyak kembangkan riset-riset ke hilir, seperti hilir amoniak, urea, dan lainnya,” tutup Gusrizal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI