Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Bekraf: Indonesia Butuh Pengembang Industri Digital

Adhitya Himawan

Sabtu, 01 Oktober 2016 | 20:59 WIB
Bekraf: Indonesia Butuh Pengembang Industri Digital
Ilustrasi go digital. [shutterstock]

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar program "Developer Day" guna mewujudkan pemerataan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di bidang industri digital di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (1/10/2016).

Acara serupa sebelumnya telah digelar di Bandung (28/5), Yogyakarta (30/7) dan Surabaya (4/9) dan dihadiri ribuan peserta.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (1/10/2016), mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan para pengembang industri digital (developer) lokal yang berkualitas tinggi.

Pasalnya, selama ini sejumlah perusahaan besar di bidang teknologi di Tanah Air harus memakai jasa alih daya dari luar negeri.

"Karena itu kami memiliki sebuah program yang disebut Bekraf Developer Day untuk meningkatkan kompetensi dan memperbanyak 'developer' di Indonesia ini," katanya.

Khusus di Medan, Bekraf Developer Day menghadirkan sejumlah pakar dan pelaku industri untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi peserta serta membangun ekosistem yang berkualitas bagi para startup digital.

Kepada 535 peserta yang hadir, para pemateri memberikan dukungan, pengalaman, tips dan inspirasi dalam pengembangan industri digital, khususnya seputar "internet of things" (IoT) dan aplikasi Android.

Sejumlah hal yang dipelajari diantaranya tentang menentukan arah dan jenis aplikasi yang ingin dibuat serta memilih jenis platform yang sesuai untuk awal pengembangan aplikasi.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperbanyak developer lokal yang bisa bersaing secara global.

Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari menyebutkan developer game lokal hanya memiliki andil sebesar 1,2 persen dari pangsa pasar Indonesia yang mencapai Rp4,1 triliun pada 2015.

Oleh karena itu, menurut dia, diperlukan strategi yang tepat agar bisa bersaing dengan aplikasi asing.

"Jadi memang kita harus cari game-game yang disukai oleh orang Indonesia. Yang sangat 'localize'. Jadi jangan coba bertarung untuk membuat Counter Strike (game tembak menembak) yang baru," tuturnya.

Sementara itu, Co-Founder Dicoding Indonesia Narendra Wicaksono menilai pemerintah perlu menerbitkan regulasi yang memihak developer lokal.

Salah satunya bagaimana mendapatkan jalur distribusi yang maksimal lantaran saat ini jalur distribusi tersebut masih dikuasai asing seperti Playstore.

"Di industri film ada regulasi. Kalau film Indonesia, itu harus berapa persen dari total layar. Iya kan? Harus ada film Indonesia, jangan semuanya film Hollywood. Di industri ini belum diatur," katanya.

Menurut Narendra, jika ada, regulasi tersebut dinilai sangat memberatkan seperti aplikasi yang mengharuskan memiliki 1 juta pengguna aktif untuk bisa dihitung sebagai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Bekraf Developer Day diselenggarakan atas kerja sama Bekraf dan Dicoding dengan dukungan Komunitas ID-Android, Dirakit, Codepolitan dan perusahaan teknologi Indonesia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

LP3i : Jumlah Pengusaha Indonesia Harus Ditingkatkan

LP3i : Jumlah Pengusaha Indonesia Harus Ditingkatkan

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 20:31 WIB

KUR Biayai Startup, HIPMI Siap Kawal Paket Ekonomi Jilid XIV

KUR Biayai Startup, HIPMI Siap Kawal Paket Ekonomi Jilid XIV

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 19:22 WIB

BRI Bangun Layanan Finansial Digital Bersama Penggiat Startup

BRI Bangun Layanan Finansial Digital Bersama Penggiat Startup

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 13:54 WIB

Tiga StartUp Indonesia Ikut Akselerator Muru-D di Singapura

Tiga StartUp Indonesia Ikut Akselerator Muru-D di Singapura

Press Release | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 04:20 WIB

BCA: Teknologi Digital Perkuat Akses Keuangan di Masyarakat

BCA: Teknologi Digital Perkuat Akses Keuangan di Masyarakat

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 23:50 WIB

Jokowi Ingin Produk UKM Dipasarkan Lewat Ekonomi Digital

Jokowi Ingin Produk UKM Dipasarkan Lewat Ekonomi Digital

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 04:14 WIB

Industri Nasional Dituntut Harus Siap Hadapi Era Industry 4.0

Industri Nasional Dituntut Harus Siap Hadapi Era Industry 4.0

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 02:10 WIB

Hary Tanoe Dorong Pelaku Industri kreatif Mulai Gunakan digital

Hary Tanoe Dorong Pelaku Industri kreatif Mulai Gunakan digital

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 06:51 WIB

PERJAKBI Minta Pemerintah Terbitkan Regulasi Pro Pengusaha Pemula

PERJAKBI Minta Pemerintah Terbitkan Regulasi Pro Pengusaha Pemula

Bisnis | Sabtu, 10 September 2016 | 10:36 WIB

Industri Kreatif Didorong Berkembang di Luar Jakarta

Industri Kreatif Didorong Berkembang di Luar Jakarta

Bisnis | Sabtu, 10 September 2016 | 10:28 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×