Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Begini Kronologis OTT Pungli Perkapalan di Kemenhub

Adhitya Himawan | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 12 Oktober 2016 | 16:15 WIB
Begini Kronologis OTT Pungli Perkapalan di Kemenhub
Aparat kepolisian melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Selasa (11/10). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Kementerian Perhubungan sebelumnya telah mencurigai adanya indikasi pungutan liar di Kementerian Perhubungan. Oleh karena itu pihaknya melakukan komunikasi dengan aparat kepolisian untuk menindaklanjuti indikasi tersebut.
 
Hal ini menyusul enam orang yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT), di Gedung Kementerian Perhubungan, Selasa siang (11//10/2016).
 
"Sejak dari proses sebelum penangkapan ini, kan di mulai dengan adanya komunikasi dengan pihak kepolisian ya, dari Pak Menhub (Budi Karya) itu sekitar satu setengah bulan yang lalu, bahwa ada indikasi adanya pungli, dari proses pendaftaran, yang kita sudah punya online, kita punya online yang seharusnya sudah begitu terbuka, tapi kita mendapat informasi bahwa itu ada juga punglinya," ujar  Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Internasional Dewa Made Sastrawan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (12/10/2016).
 
Usai mencurigai adanya laporan dugaan pungutan liar, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi langsung berkooordinasi dengan Kapolri Jenderal Polisi  Tito Karnavian untuk mengusut adanya dugaan pungli di Kementerian Perhubungan.
 
"Nah setelah itu pak menteri memutuskan untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian, berkonsultasi dengan Kapolri, kemudian mulailah proses pengamatan-pengamatan, sesudah proses penangkapan, sampai kemarin proses penangkapan,"katanya.
 
Meski begitu, pihaknya menyerahkan kewenangan kepada aparat kepolisian terkait kasus tersebut.
 
"Jadi apakah siapa yang ditangkap, kenapa, apa kesalahan, sekarang ada di tangan polisi, kami menyerahkan sepenuhnya. Jadi kita menunggu laporan polisi," jelas Dewa.
 
Lebih lanjut, Dewa menuturkan terkait adanya dua orang yang diduga merupakan PNS dari Kemenhub, nantinya jika terbukti akan diberikan sanksi berupa pemberhentian sebagai pegawai negeri sipil.
 
"Saya kira proses kepegawaiannya sudah ada aturan tertentu, jika seorang pegawai terbukti melakukan korupsi atau melakukan kesalahan yang sifatnya berat tentunya akan diberhentikan sebagai pegawai negeri, nah untuk proses hukumnya kita serahkan pada polisi
 
Diketahui, Tim satuan tugas khusus gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya melakukan operasi tangkap tangan terhadap enam orang saat melakukan transaksi pungutan liar di kantor Kementerian Perhubungan terkait perizinan administrasi perkapalan dan dokumen pelaut.
 
Enam orang tersebut saat ini sudah digelandang ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Satu orang di antaranya terlihat masih mengenakan pakaian dinas kementerian, namanya Abdul Rasyid.
 
Dari hasil tangkap tangan dan penggeledahan di kemenhub, pihak kepolisian juga menyita uang sebanyak Rp61 juta dan Rp1,2 miliar dalam tabungan rekening.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Lihat BB-nya, Tapi Apa Pesan Jokowi Tonton Langsung OTT

Jangan Lihat BB-nya, Tapi Apa Pesan Jokowi Tonton Langsung OTT

News | Rabu, 12 Oktober 2016 | 16:08 WIB

Jokowi Perintahkan Segera Bentuk Satgas Pemberantasan Pungli

Jokowi Perintahkan Segera Bentuk Satgas Pemberantasan Pungli

News | Rabu, 12 Oktober 2016 | 15:09 WIB

Jika Ada Pungli di Kemendag, Ini Janji Enggartiasto

Jika Ada Pungli di Kemendag, Ini Janji Enggartiasto

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 15:04 WIB

Jokowi Akan Sikat Pungli, Ahok: Kita Sudah dari Dulu Pecat PNS

Jokowi Akan Sikat Pungli, Ahok: Kita Sudah dari Dulu Pecat PNS

News | Rabu, 12 Oktober 2016 | 14:02 WIB

Kapolri Janji Berantas Pungutan Liar di Kantor Polisi

Kapolri Janji Berantas Pungutan Liar di Kantor Polisi

News | Rabu, 12 Oktober 2016 | 13:51 WIB

Gerakan Pemberantasan Pungli Jangan 'Angot-angotan'

Gerakan Pemberantasan Pungli Jangan 'Angot-angotan'

News | Rabu, 12 Oktober 2016 | 13:08 WIB

Status 6 Orang OTT di Kemenhub Akan Diumumkan

Status 6 Orang OTT di Kemenhub Akan Diumumkan

News | Rabu, 12 Oktober 2016 | 10:45 WIB

Memalukan, Pejabat yang Dibekuk Kasus Pungli Berseragam Kemenhub

Memalukan, Pejabat yang Dibekuk Kasus Pungli Berseragam Kemenhub

News | Selasa, 11 Oktober 2016 | 21:19 WIB

Siap-siap, Pejabat Hobi Pungli Bakal Disikat Jokowi Habis-habisan

Siap-siap, Pejabat Hobi Pungli Bakal Disikat Jokowi Habis-habisan

News | Selasa, 11 Oktober 2016 | 20:55 WIB

Jokowi Ciptakan Sejarah Ikut OTT, Bagaimana Awal Mulanya?

Jokowi Ciptakan Sejarah Ikut OTT, Bagaimana Awal Mulanya?

News | Selasa, 11 Oktober 2016 | 19:45 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB