Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Versi Prakarsa, 52 Persen Penghasilan Sopir Gojek Dibawah UMP DKI

Adhitya Himawan

Senin, 24 Oktober 2016 | 14:26 WIB
Versi Prakarsa, 52 Persen Penghasilan Sopir Gojek Dibawah UMP DKI
Ribuan pengemudi perusahaan penyedia jasa transportasi Gojek melakukan unjuk rasa dari Senayan ke kantor pusatnya di Kemang, Jakarta, Senin (3/10/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

"Dunia kerja saat ini memiliki tantangan baru yang disebabkan oleh terjadinya transformasi ketenagakerjaan. Oleh karena itu, baik pengambil kebijakan, penyedia kerja maupun pekerja, harus siap mengantisipasi tantangan-tantangan tersebut," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Hanif Dhakiri saat memberikan pidato kunci dalam Konferensi "Transformations in Work" yang digawangi oleh JustJobs Network (JJN) pada Selasa (18/10/2016) di Berlin, Jerman.

Dalam konferensi tersebut, JJN, jejaring lembaga think tank dan masyarakat sipil global yang berfokus pada isu ketenagakerjaan yang berkeadilan, akan meluncurkan publikasi berjudul "Transformations in Work: Creating Job-Rich Economies in 21st Century". Dalam laporan terbaru ini, JJN meminta pemerintah untuk memanfaatkan potensi on-demand economy sembari meningkatkan kualitas kerja untuk para pekerja di sektor ini.

Perkumpulan Prakarsa sebagai bagian dari JJN telah melakukan penelitian terkait sektor transportasi berbasis aplikasi internet. Survei Prakarsa terhadap pekerja di sektor transportasi berbasis aplikasi internet di Jakarta menemukan bahwa penghasilan 52 persen pengemudi GoJek yang bekerja penuh waktu masih berada di bawah UMP Jakarta. Meski demikian, 82 persen menyatakan tetap lebih memilih pekerjaan ini dibandingkan pekerjaan sebelumnya, baik di sektor informal maupun formal.

"Ini menunjukkan bahwa on-demand economy menawarkan kesempatan bagi pekerja informal untuk meningkatkan pendapatan mereka sekaligus membuktikan bahwa di negara seperti Indonesia pekerjaan di sektor formal belum tentu memberikan hasil yang lebih baik," kata Ah Maftuchan, Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa dalam keterangan resmi, Jumat (21/10/2016).

"Perlu ada mekanisme untuk menjamin seluruh pekerja yang bekerja penuh waktu di sektor ini bisa mendapatkan upah minimum yang layak. Di samping itu, Pemerintah bisa memanfaatkan keberadaan on-demand economy, salah satunya dengan menghubungkan pekerja dalam jumlah besar ke layanan BPJS," papar Mahtuch.

Lebih jauh Maftuch menambahkan bahwa perusahaan penyedia platform harus membuka akses yang lebih luas ke lebih banyak pekerja. Saat ini, setidaknya 43 persen angkatan kerja tidak dapat bergabung dengan platform GoJek dan Grab Bike karena persyaratan pendidikan.

Senada dengan itu, Sabina Dewan, Direktur JJN menegaskan bahwa maraknya perkembangan teknologi harus diantisipasi bukan hanya bagi negara-negara maju,namun terutama bagi negara-negara berkembang dengan struktur ketenagakerjaan yang masih besar di sektor informal.

"Di banyak negara, memiliki pekerjaan tidak menjamin seseorang bisa keluar dari kemiskinan. Karenanya, kita perlu mendesain ulang kebijakan ekonomi dan sosial untuk mendorong kemajuan yang lebih merata dan memutus mata rantai kemiskinan," pungkas Sabina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Co-founder Go-Jek Michaelangelo Moran Mengundurkan Diri

Co-founder Go-Jek Michaelangelo Moran Mengundurkan Diri

Tekno | Rabu, 19 Oktober 2016 | 09:16 WIB

Buruh Jakarta Desak Ahok Tetapkan UMP 2017 Pakai Survey KHL

Buruh Jakarta Desak Ahok Tetapkan UMP 2017 Pakai Survey KHL

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2016 | 20:50 WIB

Menhub Kritik Taksi Online Jangan Egois dan Demo Terus

Menhub Kritik Taksi Online Jangan Egois dan Demo Terus

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2016 | 17:08 WIB

Menaker Klaim Kesejahteraan Pekerja Bukan Cuma Upah Tinggi

Menaker Klaim Kesejahteraan Pekerja Bukan Cuma Upah Tinggi

Bisnis | Minggu, 09 Oktober 2016 | 05:51 WIB

Geger Gojek, Bosnya Ketemu Driver di Polda Metro, Ini Hasilnya

Geger Gojek, Bosnya Ketemu Driver di Polda Metro, Ini Hasilnya

News | Selasa, 04 Oktober 2016 | 19:58 WIB

Inilah Aksi-aksi Demo yang Pernah Dilakukan Driver Gojek

Inilah Aksi-aksi Demo yang Pernah Dilakukan Driver Gojek

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 20:28 WIB

Yang Urusan Driver dan Bos Gojek, Ketemuannya Malah di Polda

Yang Urusan Driver dan Bos Gojek, Ketemuannya Malah di Polda

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 18:49 WIB

Sopir Gojek Minta Ahok Hubungi Nadiem Makarim

Sopir Gojek Minta Ahok Hubungi Nadiem Makarim

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 18:09 WIB

Politikus Gerindra Minta Gojek Penuhi Tuntutan Driver

Politikus Gerindra Minta Gojek Penuhi Tuntutan Driver

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 17:41 WIB

Gojek Belum Putuskan Tuntutan Driver Besok

Gojek Belum Putuskan Tuntutan Driver Besok

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 17:21 WIB

Terkini

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:11 WIB

Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot

Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:37 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:54 WIB

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:34 WIB

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:22 WIB

Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ

Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:17 WIB

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:15 WIB

Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran

Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:11 WIB