Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Ini Prinsip Pembagian Keuangan yang Efektif

Angelina Donna

Senin, 14 November 2016 | 09:30 WIB
Ini Prinsip Pembagian Keuangan yang Efektif
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Memiliki kondisi keuangan yang sehat dan tercukupi segala kebutuhannya adalah dambaan dari seluruh keluarga. Kondisi finansial yang sehat tidak luput dari peran serta seorang suami sebagai pencari nafkah dan istri sebagai pengatur keuangan.

Arus kas yang lancar berarti pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Artinya dana yang didapatkan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Agar arus kas lancar, dibutuhkan pengaturan keuangan yang cermat serta disiplin. Kunci pengaturan keuangan yang baik adalah kemampuan untuk dapat mengalokasikan anggaran sesuai dengan kebutuhan dan prioritas.

Langkah awal untuk mengatur keuangan adalah dengan mencatat keluar masuknya uang setiap bulannya, kemudian dari data tersebut, pisahkan dana sesuai dengan pembagian keuangan yang baik.

Salah satu prinsip pembagian keuangan yang cukup efektif adalah 50-30-10-10 dengan rincian sebagai berikut:

50% pendapatan bulanan untuk pengeluaran kebutuhan

Pengeluaran untuk kebutuhan dibagi menjadi dua, yaitu pengeluaran wajib dan pengeluaran fleksibel. Pengeluaran wajib meliputi cicilan atau asuransi, pajak, biaya air dan listrik, biaya transportasi. Pengeluaran fleksibel adalah pengeluaran yang disesuaikan dengan diri sendiri seperti, tagihan kartu kredit, tagihan telepon, biaya konsumsi (makan), pembelanjaan bahan kebutuhan pokok, hingga biaya untuk anak atau orang tua.

Langkah awal pembagian keuangan 50-30-10-10 adalah dengan memisahkan setengah dari pendapatan untuk pemenuhan kebutuhan pengeluaran keluarga dengan contoh alokasi anggaran sebagai berikut:

Jika anda berpenghasilan Rp5 juta per bulan, pisahkan Rp2,5 juta. Uang tersebut merupakan dana maksimum untuk memenuhi semua kebutuhan pokok. Dari Rp2,5 juta ini, pisahkan untuk masing-masing kebutuhan: (contoh)

  • Biaya konsumsi (makan)        : Rp1,5 juta (30*Rp50 ribu @hari)
  • Biaya listrik, air, dan telepon  : Rp300 ribu
  • Biaya transportasi                  : Rp200 ribu (bensin mobil @bulan)
  • Biaya belanja                           : Rp300 ribu
  • Biaya anak                              : Rp200 ribu

30% pendapatan bulanan untuk cicilan

Cicilan ini meliputi cicilan KPR, kendaraan, kartu kredit hingga pembayaran hutang. Pastikan bahwa penggunaan hutang atau cicilan adalah untuk kebutuhan atau aktivitas yang bersifat produktif. Jika alokasi ini kurang, berarti Anda harus mencari pendapatan tambahan seperti bekerja lembur, paruh atau lepas waktu (freelance). Anda juga dapat menyiasati kekurangannya dengan melakukan improvisasi pada pos lain.

10% pendapatan bulanan untuk investasi atau tabungan

Segera sisihkan 10% dari seluruh pendapatan bulanan untuk diinvestasikan atau ditabung. Memang jarang rumah tangga yang memprioritaskan hal tersebut, tetapi tabungan/investasi sangat penting untuk memastikan bahwa Anda memiliki pegangan untuk masa depan.

Tabungan atau investasi dapat berguna untuk berbagai kebutuhan nantinya seperti dana pendidikan anak, dana rekreasi, dana umroh hingga dana ketika anda telah pensiun.

Tabungan atau investasi juga dapat digunakan sebagai pos dana sosial atau darurat. Keberadaan dana darurat sangat penting terlebih jika Anda tidak memiliki perlindungan asuransi. Dengan menabung Anda akan berjaga untuk segala resiko yang mungkin akan menimpa keluarga. Kepanikan dan beban dapat berkurang jika Anda telah mempersiapkannya sejak jauh hari.

10% pendapatan bulanan untuk hiburan

Hiburan tidak kalah pentingnya untuk menghilangkan kebosanan bekerja dan untuk mempererat hubungan antar keluarga. Jika anda menerima gaji sebesar Rp5 juta per bulannya, Anda mempunyai maksimal Rp500 ribu setiap bulannya yang dapat dihabiskan untuk rekreasi atau mengunjungi tempat wisata.

Anda tidak harus selalu menghabiskan uang tersebut, opsi lain adalah dapat menyimpannya agar anda dapat berkunjung ke tempat yang lebih jauh bersama keluarga.

Jika Anda cermat dalam mencari cara untuk berhemat, mungkin alokasi anggaran ini tidak diperlukan mengingat banyaknya tempat wisata yang tersedia gratis sekarang ini (taman kota, museum dan sebagainya). Jangan habiskan uang yang telah anda pisahkan sebaliknya, tambahkan ke dalam tabungan atau investasi Anda.

Pengaturan Keuangan Sangat penting Dilakukan

Pembagian keuangan yang teratur adalah langkah awal untuk memberikan anda gambaran pengeluaran yang efektif. Tetapi kunci dari finansial yang stabil adalah kedisiplinan dan komitmen anda dalam menuruti dan menjalankannya sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Baca juga artikel Cermati lainnya:

Selamat Hari Keuangan Nasional, Inilah 11 Fakta di Balik Rupiah

Peluang Besar Ini Bisa Didapat dari Bisnis Asuransi

Mengenal Faktur Pajak dan Fungsinya

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Bisnis via Media Sosial Sukses? Baca Ini

Ingin Bisnis via Media Sosial Sukses? Baca Ini

Bisnis | Minggu, 13 November 2016 | 08:00 WIB

Ini Cara Siasati Kenaikan Harga Saat Gaji Tidak Naik

Ini Cara Siasati Kenaikan Harga Saat Gaji Tidak Naik

Bisnis | Kamis, 10 November 2016 | 08:51 WIB

Cara Hemat Paling Oke untuk Para Commuter

Cara Hemat Paling Oke untuk Para Commuter

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 10:00 WIB

Tips Sehat Keuangan di Era Digital

Tips Sehat Keuangan di Era Digital

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 06:54 WIB

Terkini

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:46 WIB

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41 WIB

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:57 WIB

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

×