BKPM Minta Indonesia Waspada jika AS Terapkan Tax Amnesty

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 17 November 2016 | 14:42 WIB
BKPM Minta Indonesia Waspada jika AS Terapkan Tax Amnesty
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong. [Dok BKPM]

Sejak dibelakukan pada 18 Juli 2016 yang lalu, pemerintah Indonesia mendapat pujian dari negara-negara di dunia yang dinilai telah berhasil dalam menerapkan program pengampunan pajak atau tax amnesty. Pasalnya, pemerintah telah mampu membawa uangnya pulang ke Indonesia.

Hal ini membuat beberapa negara di dunia ingin menerapkan kebijakan yang sama, salah satunya adalah Amerika Serikat. Kepala Badan koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengatakan, Indonesia perlu mewaspadai jika AS menerapkan kebijakan tax amnesty ini.

Wacana tersebut muncul saat Trump mendapatkan masukan dari para penasihat ekonominya terkait stimulus fiskal yang akan diterapkan di negeri Paman Sam itu.

"Memang ini lucu. Banyak orang memperkirakan Presiden Trump akan mengikuti jejak dari Presiden Jokowi. AS membutuhkan dana besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata ‎Lembong, saat menghadiri DBS Asian Confrence 2016, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2016).

Menurut Lembong, kekayaan warga AS yang saat ini berada di luar negeri mencapai 2,5 triliun dolar AS.

Jika program pengampunan pajak ini diberlakukan oleh Trump, dana-dana tersebut berpotensi kembali ke AS dan bisa digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Jika ini terjadi, Indonesia perlu mewaspadai, pasalnya banyak dana warga AS yang berada di Indonesia dan di Eropa. Maka perekonomian Eropa akan terpukul.

"Jadi memang harus hati-hati. Jangan sampai nanti ada repatriasi besar-besar hal ini bisa memukul kondisi perekonomian baik dalam dan luar negeri," ungkapnya. 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Keuangan Era SBY Akui Tax Amnesty Era Jokowi Berhasil

Menteri Keuangan Era SBY Akui Tax Amnesty Era Jokowi Berhasil

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 14:56 WIB

Dana Tax Amnesty Capai Rp100 Miliar

Dana Tax Amnesty Capai Rp100 Miliar

Bisnis | Rabu, 16 November 2016 | 04:18 WIB

BKPM: Investor Kimia dari Korsel Ingin Investasi di Indonesia

BKPM: Investor Kimia dari Korsel Ingin Investasi di Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 16:59 WIB

Ditjen Pajak Akui Tax Amnesty Periode Dua Masih Rendah

Ditjen Pajak Akui Tax Amnesty Periode Dua Masih Rendah

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 15:26 WIB

DJP Ingin Kesadaran Pajak Masuk Kurikulum Sekolah

DJP Ingin Kesadaran Pajak Masuk Kurikulum Sekolah

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 14:06 WIB

Tax Amnesty Sukses, DJP : Bukti Kalau Masyarakat Belum Taat Pajak

Tax Amnesty Sukses, DJP : Bukti Kalau Masyarakat Belum Taat Pajak

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 13:51 WIB

DJP: Uang Tebusan Amnesti Capai Rp98,3 Triliun

DJP: Uang Tebusan Amnesti Capai Rp98,3 Triliun

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 00:08 WIB

Dirjen Pajak Ajak UMKM Lupakan Masalah Pajak Masa Lalu

Dirjen Pajak Ajak UMKM Lupakan Masalah Pajak Masa Lalu

Bisnis | Senin, 14 November 2016 | 17:55 WIB

BKPM: RI-Australia Berkolaborasi di Perdagangan dan Investasi

BKPM: RI-Australia Berkolaborasi di Perdagangan dan Investasi

Bisnis | Sabtu, 12 November 2016 | 09:01 WIB

Pemerintah Minta Pelaku UMKM Bisa Jadi Pahlawan Pajak

Pemerintah Minta Pelaku UMKM Bisa Jadi Pahlawan Pajak

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 13:33 WIB

Terkini

Kapan Harus Mulai Pakai Retinol? Ketahui Usia yang Tepat

Kapan Harus Mulai Pakai Retinol? Ketahui Usia yang Tepat

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 15:05 WIB

Investasi Hijau Triliunan Dolar AS Terancam Gagal Gegara Indonesia Kekurangan Teknisi

Investasi Hijau Triliunan Dolar AS Terancam Gagal Gegara Indonesia Kekurangan Teknisi

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 15:02 WIB

200.815 UMKM di Jateng Kantongi Sertifikat Halal, Siap Sambut Pariwisata Ramah Muslim

200.815 UMKM di Jateng Kantongi Sertifikat Halal, Siap Sambut Pariwisata Ramah Muslim

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:01 WIB

Prank Hihu: Ketika Kebebasan Bercanda Berhadapan dengan Etika Sosial

Prank Hihu: Ketika Kebebasan Bercanda Berhadapan dengan Etika Sosial

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 15:00 WIB

Tablet Motorola Rp5,7 Jutaan Ini Punya Layar 2,5K dan Baterai 10.200 mAh

Tablet Motorola Rp5,7 Jutaan Ini Punya Layar 2,5K dan Baterai 10.200 mAh

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 14:58 WIB

5 Shio Paling Beruntung Minggu Kedua November 2026, Ada Peluang Rezeki dan Cinta!

5 Shio Paling Beruntung Minggu Kedua November 2026, Ada Peluang Rezeki dan Cinta!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:56 WIB

Lebih Baik Shutdown atau Sleep Laptop saat Jeda Kerja? Ini Pilihan yang Aman

Lebih Baik Shutdown atau Sleep Laptop saat Jeda Kerja? Ini Pilihan yang Aman

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 14:55 WIB

Cara Mengatasi Gagal Verifikasi Wajah Biometrik di Aplikasi JMO dan Penyebabnya

Cara Mengatasi Gagal Verifikasi Wajah Biometrik di Aplikasi JMO dan Penyebabnya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:48 WIB

3 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Harganya Mulai Rp25 Ribuan

3 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Harganya Mulai Rp25 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 14:46 WIB

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Ancam Somasi Penyebar Isu dalam 3x24 Jam

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Ancam Somasi Penyebar Isu dalam 3x24 Jam

News | Sabtu, 07 November 2026 | 14:45 WIB

×