Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pengamat Usul Pengelolaan BUMN Diserahkan Bertahap ke Koperasi

Adhitya Himawan

Rabu, 21 Desember 2016 | 15:19 WIB
Pengamat Usul Pengelolaan BUMN Diserahkan Bertahap ke Koperasi
Gedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, mengatakan sangat sulit menampik bahwa sistem ekonomi yang dibangun suatu negara bisa berdiri sendiri atau terpisah dari sistem dan kebijakan politik suatu negara. Penjajahan dan kolonialisme yang telah terjadi berabad-abad lalu menjadi bukti tak terbantahkan mendominasinya pelaku ekonomi yang kuat terhadap yang lemah.

Atas dasar pengalaman itu pulalah, maka para pendiri bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia merumuskan dasar negara Pancasila dan konstitusi UUD 1945 (baca hasil Dekrit 1959) sebagai thesis sebuah ideologi dan sekaligus antithesis dari sistem kapitalisme dan komunisme yang saat itu menjadi arus utama di Eropa Barat dan Timur.

"Dalam konteks ini pulalah pasal 33 UUD 1945 menjadi sebuah kerangka hukum dalam menyusun sistem ekonomi nasional, dan segala sesuatu yang tidak merujuk pada konstitusi jelas merupakan pelanggaran dan atau penyimpangan, disebut sebagai inkonstitusional. Perintah pasal ekonomi pada ayat 1 menyebutkan: "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan". Jadi, kerangka umum sistem ekonomi nasional kita adalah Usaha Bersama dan azas kekeluargaan," kata Defiyan dalam keterangan resmi, Rabu (21/12/2016).

Posisi BUMN dan Koperasi

Di dalam ayat 2 pada pasal 33 memerintahkan, bahwa: Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara". Apa yang dimaksud dengan cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara? Sudahkah pernah diperjelas dalam sebuah Undang-Undang pengertian dari cabang produksi yang penting sehingga menjadi rujukan bersama (common denominator) bagi penyelenggara negara? Hajat hidup orang banyak menjadi keterangan pelengkap dalam konteks cabang-cabang yang harus dikuasai oleh Negara ini. "Pengertian dikuasai ini tentu saja harus mempunyai pijakan atau landasan hukum yang jelas, supaya tafsir atas penguasaan oleh negara tidak dimaknai secara sewenang-wenang," ujar Defiyan.

Berdasarkan atas perintah yang imperatif konstitusi ini, maka dapat dilihat bagaimana posisi strategis BUMN saat ini yang telah dijual sebagian pada pemegang saham pribadi atau organisasi di pasar bursa. Jika memang BUMN-BUMN yang sudah tidak 100 persen dikuasai oleh negara ini memang tidak menguasai hajat hidup orang banyak, supaya beban APBN menjadi ringan, maka sebaiknya dilepas saja seratus persen kepada swasta sehingga pemerintah dapat memungut pajak lebih optimal. "Atau jika BUMN-BUMN itu sebagiannya masih menguasai sebagian porsi hajat hidup orang banyak alangkah eloknya pemerintah membuat rancangan strategi dan tahapan kebijakan penyerahan pengelolaannya pada Koperasi," jelas Defiyan. 

Badan Usaha Milik Negara memiliki peran penting dalam memberikan sumbangan pada kegiatan perekonomian bangsa. Terkait dengan itu pula, dalam UU Nomor 17 tentang Keuangan Negara pasal 2 huruf (g) disebutkan adanya pemisahan kekayaan negara dari perusahaan milik negara/daerah. Hal ini tentu sangat fatal, dengan harta (asset) yang dimiliki oleh BUMN Rp5.395 triliun per Januari 2016 , maka peluang untuk melepas kembali BUMN ke pasar bursa demi kepentingan jangka pendek menjadi terbuka walau sekalipun butuh persetujuan DPR.

Defiyan menegaskan bahwa perlu disadari bahwa harta yang saat ini ada pada BUMN dan yang telah dilepas sebagian sahamnya pada pihak lain pada awalnya adalah harta atau modal yang berasal dari negara. Melepasnya sebagian atau seluruh kepemilikannya pada pihak lain bahkan pada asing adalah tindakan inkonstitusional atau makar karena merugikan negara. "Jadi, makar tidak hanya dipakai sebagai tindakan kejahatan politik pada pemerintahan yang sah saja, tapi sejatinya tindakan kejahatan ekonomi yang inkonstitusional juga telah makar atas negara dengan menyalahgunakan kekuasaan yang diamanahkan dan membuat bangsa dijajah secara ekonomi dan politik," tutup Defiyan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kedatangan Kapal Listrik Turki ke NTB Ditunda Februari 2017

Kedatangan Kapal Listrik Turki ke NTB Ditunda Februari 2017

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2016 | 06:34 WIB

Kembangkan UMKM, Bank Mandiri Ciptakan Startupberbagi.com

Kembangkan UMKM, Bank Mandiri Ciptakan Startupberbagi.com

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 06:45 WIB

Kontrak WIKA di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp57 Triliun

Kontrak WIKA di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp57 Triliun

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 12:01 WIB

Sertifikasi Serentak 2.250 Tenaga Konstruksi di Jakarta

Sertifikasi Serentak 2.250 Tenaga Konstruksi di Jakarta

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 09:49 WIB

Family Day Dalam Rangka HUT BRI 121 Berlangsung Meriah

Family Day Dalam Rangka HUT BRI 121 Berlangsung Meriah

Press Release | Senin, 19 Desember 2016 | 06:26 WIB

Jelang Tutup Tahun, Pegadaian Optimistis Penuhi Target

Jelang Tutup Tahun, Pegadaian Optimistis Penuhi Target

Bisnis | Minggu, 18 Desember 2016 | 07:26 WIB

BRI Luncurkan Layanan E-Tilang, SIM Online, E-Samsat

BRI Luncurkan Layanan E-Tilang, SIM Online, E-Samsat

Bisnis | Sabtu, 17 Desember 2016 | 20:44 WIB

Bank Mandiri dan Tokopedia Fasilitasi Pembayaran BPJS Kesehatan

Bank Mandiri dan Tokopedia Fasilitasi Pembayaran BPJS Kesehatan

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 13:37 WIB

Semen Baturaja Targetkan Penjualan Semen 2 Juta Ton di 2017

Semen Baturaja Targetkan Penjualan Semen 2 Juta Ton di 2017

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 09:02 WIB

Bank Mandiri Kembangkan Kapasitas Usaha Debitur KUR Mikro

Bank Mandiri Kembangkan Kapasitas Usaha Debitur KUR Mikro

Bisnis | Rabu, 14 Desember 2016 | 13:56 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB