Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pakai Gas Bumi PGN, Usaha Mie Tarempa Berhemat Rp15 Juta/Bulan

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 29 Desember 2016 | 14:25 WIB
Pakai Gas Bumi PGN, Usaha Mie Tarempa Berhemat Rp15 Juta/Bulan
Rumah Makan Mie Tarempa, di Batam, Kepulauan Riau, menggunakan gas bumi PGN. [Dok PGN]

Semakin banyak masyarakat di Indonesia beralih ke gas bumi yang terbukti memberikan banyak keuntungan. Salah satunya Rumah Makan Mie Tarempa, di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Mulai hari ini, rumah makan yang berlokasi di Ruko Royal Sincom, Batam Centre ini beralih menggunakan gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

"Ini salah satu wujud komitmen PGN untuk memperluas pemanfaatan gas bumi ke masyarakat. Seperti kali ini PGN menyalurkan gas bumi ke pelanggan baru di wilayah Batam Centre," kata Vice President Corporate Communication PGN, Irwan Andri Atmanto, Kamis (29/12/2016).

Irwan mengungkapkan dengan penggunaan gas bumi, rumah makan mie khas Kepulauan Riau ini bisa hemat cukup besar per bulannya.

Sebagai informasi, Rumah Makan Mie Tarempa ini sebelumnya dalam memasak makanan setiap harinya menggunakan LPG (Liquefied Petroleum Gas) ukuran 12 Kg. Dalam sebulan menghabiskan 200 tabung LPG dengan biaya total sekitar Rp 25.200.000/bulan. Harga LPG 12 Kg Rp 126.000 di luar biaya antar.

Dengan beralihnya menggunakan gas bumi PGN, Rumah Makan Mie Tarempa ini hanya membayar Rp 3.405/m3. Konsumsi gasnya sekitar 2.000-3.000 m3/bulan. Sehingga rumah makan ini hanya membayar sekitar Rp 9,5 juta/bulan. Artinya, dengan beralih ke gas bumi PGN, rumah makan ini bisa hemat pengeluaran dari biaya bahan bakar untuk memasak sekitar Rp 15,7 juta/bulan atau Rp 188 juta/tahun.

Irwan menambahkan, Rumah Makan Mie Tarempa di Batam ini merupakan salah satu contoh pelanggan PGN yang mendapatkan manfaat baik dengan beralih menggunakan gas bumi PGN.

Saat ini PGN terus memperluas jaringan gas bumi di berbagai daerah, agar makin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat penggunaan energi baik gas bumi. Sebagai contoh, PGN tahun ini saja telah menambah pemanfaatan gas bumi sebanyak 117 pelanggan di Cilegon, 213 pelanggan baru di Tangerang, 192 pelanggan baru di Jakarta, 3.537 pelanggan baru di Surabaya, 1.184 pelanggan baru di Sidoarjo.

"PGN juga menambah pelanggan baru di Tengerang, Bogor, Bekasi, Karawang, Cirebon, Medan, Batam, Semarang, Blora dan banyak daerah lainnya," kata Irwan.

Gas bumi yang disalurkan PGN saat ini telah dinikmati lebih dari 119.960 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.929 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.630 industri berskala besar dan pembangkit listrik.

Pelanggan PGN yang menikmati gas bumi tersebut dialirkan melalui infrastruktur pipa gas bumi yang tersebar diberbagai daerah, mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Kalimantan Utara serta Papua.

Tahun ini, PGN telah memperluas jaringan distribusi gas bumi mulai dari Batam di Kepulauan Riau sepanjang 27 kilometer (km), Muara Karang-Muara Bekasi sepanjang 42 km, pengembangan distribusi gas bumi Jawa Barat sepanjang 43 km, Sidoarjo sepanjang 32 km, Surabaya 23 km, Pasuruan 2 km dan perluasan program PGN Sayang Ibu, total panjang pipa yang dibangun tahun ini lebih dari 195 km.

Hingga saat ini PGN memiliki dan mengoperasikan jaringan pipa gas bumi lebih dari 7.200 km atau sekitar 78% dari jaringan pipa gas bumi hilir di Indonesia.

Irwan mengungkapkan, ke depannya, komitmen PGN untuk memperluas jaringan gas bumi tidak akan berhenti. PGN menargetkan dapat penambah panjang pipa gas buminya sepanjang 1.685 kilometer (km) dalam periode 2016-2019. Nantinya pada 2019 total panjang pipa PGN menjadi 8.656 km.

"Dari semua infrastruktur PGN yang sudah beroperasi saat ini, termasuk yang akan direncanakan sampai 2019 semuanya dibiayai sendiri tanpa mengandalkan APBN atau bantuan modal dari pemerintah," tegas Irwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri BUMN Rini Soemarno Dituding Merecoki Bisnis Pertamina

Menteri BUMN Rini Soemarno Dituding Merecoki Bisnis Pertamina

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 17:00 WIB

Buruh Pertamina Tolak Kerjasama Pertamina dengan Saudi Aramco

Buruh Pertamina Tolak Kerjasama Pertamina dengan Saudi Aramco

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 16:19 WIB

Investasi Pertamina di 3 Proyek PLTP Sulut Senilai Rp6,18 Triliun

Investasi Pertamina di 3 Proyek PLTP Sulut Senilai Rp6,18 Triliun

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 16:01 WIB

Listrik Menyala, Aktivitas Warga Bima Mulai Pulih

Listrik Menyala, Aktivitas Warga Bima Mulai Pulih

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2016 | 15:41 WIB

Holding BUMN Migas Dinilai Paling Mungkin Dalam Waku Dekat

Holding BUMN Migas Dinilai Paling Mungkin Dalam Waku Dekat

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 15:04 WIB

Ini Jurus PLN Pastikan Pasokan Listrik Akhir Tahun Cukup

Ini Jurus PLN Pastikan Pasokan Listrik Akhir Tahun Cukup

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 13:56 WIB

Konsumsi Listrik Saat Natal dan Tahun Baru Turun Hingga 24 Persen

Konsumsi Listrik Saat Natal dan Tahun Baru Turun Hingga 24 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 13:51 WIB

Kedatangan Kapal Listrik Turki ke NTB Ditunda Februari 2017

Kedatangan Kapal Listrik Turki ke NTB Ditunda Februari 2017

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2016 | 06:34 WIB

Ini 5 Strategi Pertamina untuk Jadi Perusahaan Energi Kelas Dunia

Ini 5 Strategi Pertamina untuk Jadi Perusahaan Energi Kelas Dunia

Bisnis | Rabu, 14 Desember 2016 | 06:58 WIB

PLN dan ROSATOM Optimis Industri Indonesia Bisa Konstruksi PLTN

PLN dan ROSATOM Optimis Industri Indonesia Bisa Konstruksi PLTN

Bisnis | Jum'at, 09 Desember 2016 | 06:17 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB