Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Jokowi Sebut Warga Tak Mampu Kini Bisa Nikmati Beras Berkualitas

Adhitya Himawan | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 23 Februari 2017 | 14:41 WIB
Jokowi Sebut Warga Tak Mampu Kini Bisa Nikmati Beras Berkualitas
Presiden Jokowi meluncurkan Bantuan Pangan Non Tunai di Jakarta. [Foto Kris Biro Pers Istana]

Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis (23/2/2017), memulai distribusi bantuan pangan dalam bentuk non tunai. Bantuan pangan sebagai pengganti program beras sejahtera (Rastra) tersebut disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Peluncuran bantuan pangan nontunai tersebut dilakukan di Gedung Olahraga POPKI, Cibubur, Jakarta Timur.

Melalui KKS, tiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp110.000 per bulannya. Saldo yang terdapat dalam KKS itu nantinya dapat ditukarkan dengan komoditas beras dan lainnya.

"Berasnya sudah kita siapkan dengan kualitas yang baik. Namanya "Beras Kita". Kalau dulu mau tidak mau terima beras ada yang hitam dan coklat (kualitas buruk). Sekarang bisa pilih beras yang baik. Ini per kilonya Rp8.500," Joko Widodo menerangkan di hadapan masyarakat penerima bantuan.

Selain untuk menyalurkan bantuan pangan nontunai, KKS juga mencakup bantuan program keluarga harapan (PKH). KKS yang diperuntukkan untuk menyalurkan PKH sendiri terdapat saldo sebesar Rp1.890.000 yang diperuntukkan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

"Tadi yang Rp1.890.000 itu diambilnya empat kali, tidak bisa diambil semuanya," ujar Presiden.

Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla memang sejak awal menjadikan sistem perbankan sebagai media penyaluran bantuan kepada masyarakat. Dengan diterapkannya sistem tersebut, penyalahgunaan dana bantuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat semakin diminimalisir.

"Ini memang sebuah sistem yang akan membawa kita kepada cara-cara yang lebih mudah dan tidak diselewengkan karena ini menggunakan sistem perbankan. Itu yang kita harapkan," Kepala Negara mengakhiri.

Distribusi bantuan pangan nontunai merupakan program pemerintah yang sejak lama dipersiapkan. Sebelumnya, pada 16 Maret dan 19 Juli tahun lalu, Presiden Joko Widodo telah membahas tentang rencana pemerintah untuk mendistribusikan bantuan pangan melalui kartu yang akan disampaikan langsung kepada rumah tangga yang menjadi sasaran. Kartu ini dapat digunakan untuk menebus beras, dan/atau telur, atau bahan pokok lainnya di pasar, warung, toko pada harga yang berlaku.

"Harapan saya adalah dengan reformasi ini, rakyat yang belum sejahtera, yang belum mampu akan memiliki lebih banyak pilihan. Mereka bisa membeli sembako di pasar atau toko dengan kualitas yang lebih baik dan juga bisa memperoleh nutrisi yang lebih seimbang. Tidak hanya karbohidrat, namun juga protein, misalnya telur," ujar Presiden kala itu.

Program Bantuan Pangan Non Tunai ini merupakan kelanjutan Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah disalurkan di 68 Kabupaten/Kota pada tahun 2016 menggunakan KKS. Sejalan dengan target wilayah penyaluran yang ditetapkan Kementerian Sosial, saat ini telah terdapat 15.878 agen Layanan Keuangan Digital (LKD) dan Laku Pandai yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah siap menyalurkan Bantuan Pangan.

Pada tahun 2017, penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai akan dilaksanakan secara serentak di 44 kota yang terdiri dari 7 kota di Sumatera, 34 kota di Jawa dan 3 kota di wilayah timur. Adapun target penyaluran tahun 2017 adalah sekitar 1,286 juta KPM dengan total nilai sebesar Rp1,7 triliun. Target ini direncanakan meningkat signifikan pada tahun 2018 menjadi sekitar 10 juta keluarga penerima bantuan.

Tampak hadir pada peluncuran BPNT ini, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI Alwi Shihab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Apresiasi Peluncuran Bantuan Pangan Non Tunai

BI Apresiasi Peluncuran Bantuan Pangan Non Tunai

Bisnis | Kamis, 23 Februari 2017 | 12:23 WIB

Bank Mandiri Siapkan 200 Agen untuk Bantuan Pangan Non Tunai

Bank Mandiri Siapkan 200 Agen untuk Bantuan Pangan Non Tunai

Bisnis | Kamis, 23 Februari 2017 | 11:49 WIB

Jokowi Luncurkan Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai di Cibubur

Jokowi Luncurkan Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai di Cibubur

Bisnis | Kamis, 23 Februari 2017 | 09:37 WIB

Polisi Bakal Tolak Permohonan Penghentian Kasus Ahmad Dhani

Polisi Bakal Tolak Permohonan Penghentian Kasus Ahmad Dhani

News | Rabu, 22 Februari 2017 | 09:19 WIB

Jokowi Mulai Lirik Pasar Ekspor Afrika dan Timur Tengah

Jokowi Mulai Lirik Pasar Ekspor Afrika dan Timur Tengah

Bisnis | Rabu, 22 Februari 2017 | 08:58 WIB

Pantau Harga Pangan, Jokowi Minta Kemendag Kembangkan Aplikasi

Pantau Harga Pangan, Jokowi Minta Kemendag Kembangkan Aplikasi

Bisnis | Rabu, 22 Februari 2017 | 08:33 WIB

#JokowiMenjawab, Kejutan Terbaru dari RI 1

#JokowiMenjawab, Kejutan Terbaru dari RI 1

Video | Sabtu, 18 Februari 2017 | 16:19 WIB

Fokus Pantau Pilkada Serentak, Jokowi Belum Jadwalkan Bersua SBY

Fokus Pantau Pilkada Serentak, Jokowi Belum Jadwalkan Bersua SBY

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 15:07 WIB

SBY Tuduh Grasi Antasari Bermotif Politis, Ini Reaksi Jokowi

SBY Tuduh Grasi Antasari Bermotif Politis, Ini Reaksi Jokowi

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 13:16 WIB

Dikawal Mensesneg, Presiden Jokowi dan Iriana Mencoblos di Gambir

Dikawal Mensesneg, Presiden Jokowi dan Iriana Mencoblos di Gambir

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 10:59 WIB

Terkini

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:45 WIB

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:37 WIB

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:57 WIB

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:58 WIB