Terminal 3 Bandara Soeta akan Jadi yang Terbesar di Indonesia

Adhitya Himawan Suara.Com
Sabtu, 18 Maret 2017 | 20:29 WIB
Terminal 3 Bandara Soeta akan Jadi yang Terbesar di Indonesia
Pekerja menyelesaikan proyek Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (18/5). [Antara]

Suara.com - Industri penerbangan Indonesia kembali berkibar di dunia internasional setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditetapkan sebagai pemenang kategori The World’s Most Improved Airport 2017 dalam ajang World Airport Awards yang diselenggarakan oleh Skytrax.

Sebagai pemenang, Bandara Internasional Soekarno-Hatta berada di peringkat pertama melewati pencapaian Bandara Hamad Doha di peringkat kedua, lalu berturut-turut peringkat ketiga hingga sepuluh: Bandara Houston, Delhi, Haikou Meilan, Guangzhou, Phoenix, Tokyo Narita, Paris Charles  de Gaulle, dan Los Angeles. Seiring dengan keberhasilan meraih penghargaan ini, peringkat Bandara Internasional Soekarno-Hatta di The World’s Top 100 Airport pun naik menjadi berada di posisi ke 44 dari sebelumnya 63.

Adapun secara resmi penghargaan pemenang The World’s Most Improved Airport 2017 diterima oleh President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dari CEO Skytrax Edward Plaisted dalam ajang World Airport Awards yang digelar di Passenger Terminal EXPO, Amsterdam, Belanda, pada 14 Maret 2017 waktu setempat, atau 15 Maret 2017 waktu Indonesia.  

 

Seperti diketahui, penghargaan The World’s Most Improved Airport adalah salah satu kategori di dalam World Airport Awards yang merupakan salah satu ajang paling prestisius di industri kebandarudaraan global.

Para pemenang dalam ajang penghargaan ini ditentukan berdasarkan The Skytrax World Airport Survey yakni survei independen terhadap 13,82 juta responden dari 105 negara yang dilakukan di 550 bandara seluruh dunia pada Juli 2016 hingga Februari 2017, di mana survei ini mengevaluasi pengalaman traveller terhadap fasilitas dan produk bandara dari mulai check-in, kedatangan, transit, belanja, keamanan dan imigrasi, hingga ke gate keberangkatan.

"Merupakan suatu kebanggaan bagi kami karena Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil meraih penghargaan The World’s Most Improved Airport dari Skytrax, yang tidak lain adalah lembaga terpandang di dunia aviasi. Penghargaan ini kami persembahkan bagi Indonesia, industri penerbangan nasional, dan seluruh stakeholder yang telah mendukung kemajuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” kata President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

“Penghargaan dari Skytrax ini semakin memacu AP II untuk berbuat lebih baik lagi, menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan bandara-bandara lain di bawah lingkungan perusahaan sebagai bandara yang dapat mengharumkan nama bangsa, serta berkontribusi dalam pertumbuhan perekonomian dan pengembangan pariwisata. The World’s Most Improved Airport ini adalah pencapaian awal dari target kami yang lebih besar, yakni menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara terbaik,” jelas Muhammad Awaluddin. 

CEO Skytrax Edward Plaisted menuturkan pihaknya mengucapkan selamat kepada Bandara Internasional Soekarno-Hatta atas kesuksesannya dalam memenangkan penghargaan terpenting di bidang kepuasan pelanggan ini. "Penghargaan ini menggarisbawahi seberapa besar upaya Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus melakukan peningkatan standar, diantaranya melalui Terminal 3. Terpilih sebagai The World’s Most Improved Airport adalah pencapaian yang sangat baik,” ujar Edward.

Baca Juga: Angkasa Pura II Terapkan Transparansi Layanan Bagasi Terminal 3

Terminal 3 tidak dipungkiri merupakan salah satu faktor keberhasilan Bandara Internasional Soekarno-Hatta meraih penghargaan Skytrax ini. Mulai dioperasikan sebagian pada 9 Agustus 2016, Terminal 3 saat ini baru melayani penerbangan domestik Garuda Indonesia. Pada April 2017, AP II akan kembali mengoperasikan sebagian area Terminal 3 untuk penerbangan internasional Garuda Indonesia. Pada akhir tahun ini, seluruh area Terminal 3 ditargetkan dapat beroperasi sepenuhnya untuk melayani penerbangan domestik Garuda Indonesia dan semua penerbangan internasional.

Saat beroperasi penuh nanti, Terminal 3 secara resmi menjadi terminal penumpang pesawat terbesar dan terluas di Indonesia yang dapat menampung hingga 25 juta orang, serta dilengkapi dengan fasilitas dan sistem teknologi informasi termodern. Adapun diperkirakan pada tahun 2017, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 60 juta orang.

Selain Terminal 3, rencana pengembangan infrastruktur lainnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta adalah fasilitas kereta antarterminal atau Skytrain, stasiun kereta bandara, cargo village, integrated building, east cross taxiway, runway ketiga, serta revitalisasi Terminal 1 dan 2.

Adapun seluruh infrastruktur di Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga akan didukung oleh sistem teknologi informasi terkini baik itu untuk pelayanan kepada penumpang pesawat atau pelanggan maupun untuk efektifitas serta efisiensi operasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI