Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Indonesia Jadi Incaran Investor Properti, Mengapa?

Ririn Indriani

Senin, 24 April 2017 | 08:29 WIB
Indonesia Jadi Incaran Investor Properti, Mengapa?
Ilustrasi investor di bidang properti. (Shutterstock)

Suara.com - Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) memaparkan, industri properti Indonesia saat ini mulai melonjak. Hal ini ditandai dengan masifnya pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan industri properti.    

Dengan begitu nantinya diperkirakan akan banyak investor yang menanamkan modalnya di Indonesia. Apalagi saat ini biaya produksi di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara lainnya di Indonesia.

Presiden Jokowi berkomitmen untuk menempatkan Indonesia pada peta investor global dengan melakukan serangkaian reformasi termasuk deregulasi dan proses lisensi yang cepat untuk proyek infrastruktur utama. Hal tersebut seiring dengan langkah Indonesia yang terus mengembangkan infrastruktur multinasional yang akan terus mendukung kelancaran bisnis kedepannya.

Stabilitas mata uang domestik juga akan menimbulkan kepercayaan pebisnis global untuk menanamkan modalnya di Indonesia, mengingat Renminbi (mata uang Cina) dan Dolar Amerika telah mengalami devaluasi.  

Tenaga kerja muda dan berpendidikan di Indonesia juga menjadi magnet bagi perusahaan multinasional, seperti Lamudi sebuah portal properti global. “Salah satu faktor yang menentukan kami memilih Indonesia sebagai tempat beroperasi adalah negara ini memiliki tenaga kerja yang berambisi, berpendidikan, dan masih berusia muda,” ucap Mart Polman Managing Director Lamudi Indonesia.

Namun, untuk terus merangsang keberlanjutan investasi, pemerintah harus terus menstimulasi konsumsi domestik, meningkatkan pendidikan, dan meningkatkan kemudahan berbisnis di negara ini. Itu sejalan dengan apa yang dilaporkan Reuters pada Juni di salah satu artikel mereka bahwa pegawai yang memiliki kemampuan sebenarnya hanya mampu menyelesaikan sekitar 10 persen dari total pekerjaan.

Dan hal itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa hanya ada satu perusahaan teknologi di Indonesia yang mencapai status unicorn dengan valuasi 1 miliar dolar AS. Vietnam berada di depan untuk hal mengentaskan kekurangan skill di negaranya mengalahkan Thailand, Indonesia, dan Malaysia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri BUMN Minta Perumnas Siapkan Perumahan Karyawan BUMN

Menteri BUMN Minta Perumnas Siapkan Perumahan Karyawan BUMN

Bisnis | Rabu, 19 April 2017 | 07:44 WIB

Orang Indonesia Incar Properti di Singapura dan Australia

Orang Indonesia Incar Properti di Singapura dan Australia

Bisnis | Jum'at, 14 April 2017 | 09:13 WIB

Penjualan Kondominium Grande Valore Telah 75 Persen

Penjualan Kondominium Grande Valore Telah 75 Persen

Bisnis | Kamis, 13 April 2017 | 14:05 WIB

Sasar Ekspatriat, Grande Valore Pasarkan 100 Unit Terbaik

Sasar Ekspatriat, Grande Valore Pasarkan 100 Unit Terbaik

Bisnis | Kamis, 13 April 2017 | 13:58 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB