Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Ketergantungan Terhadap Utang Bisa Jadi Candu Ekonomi Indonesia

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 03 Mei 2017 | 15:23 WIB
Ketergantungan Terhadap Utang Bisa Jadi Candu Ekonomi Indonesia
Gedung Kementerian Keuangan, di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, meminta pemerintah melalui Kementerian Keuangan harus lebih piawai dalam mencari terobosan-terobosan yang non konvensional dalam pembangunan ekonomi nasional. Terutama dalam upaya mengurangi beban utang.

"Ketergantungan terhadap utang bisa menjadi candu yang akan menghancurkan kemandirian pembangunan ekonomi bangsa di masa depan," kata Defiyan di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Menurutnya, krisis ekonomi dan keuangan yang telah terjadi berkali-kali di Indonesia seharusnya sudah menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah dan otoritas keuangan dan moneter. Termasuk untuk lebih berani berpikir di luar buku teks (out of the book) dan diluar paradigma sistem kapitalisme dan neoliberalisme.

"Kepatuhan atas konstitusi dalam menjalankan sistem perekonomian adalah hal mendasar dan utama, bukan hanya menjiplak sistem ekonomi yang asing bagi bangsa dan bertentangan dengan hukum konstitusi," ujarnya.

Ia mengkritik APBN yang selalu defisit setiap tahun anggaran ini. Padahal menurutnya, ini bukanlah sesuatu yang berat untuk diatasi apabila pemerintah mampu mengkonsolidasikan semua peluang dan potensi entitas bisnis dan ekonomi nasional.

Salah satu prasyaratnya tentu saja harus mampu keluar dari kerangka berpikir utang sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi bangsa, dan hanya melalui kebijakan moneter ansich tanpa melihat potensi ekonomi lokal yang begitu besar.

"Perubahan pola pikir dan atau pemahaman arus utama (mainstream) ini memang tidak mudah karena terkadang menyangkut kebiasaan dalam keilmuan, mudah-mudahan tak sampai pada keyakinan pemegang otoritasnya," tutupnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Dianggap Salah Data Soal Pertumbuhan Ekonomi RI

Jokowi Dianggap Salah Data Soal Pertumbuhan Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 03 Mei 2017 | 14:51 WIB

Jokowi Minta Sulsel Jadi Lokomotif Ekonomi Pulau Sulawesi

Jokowi Minta Sulsel Jadi Lokomotif Ekonomi Pulau Sulawesi

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2017 | 20:46 WIB

Jokowi Yakin Infrastruktur Jadi Kunci Ekonomi Jawa Barat

Jokowi Yakin Infrastruktur Jadi Kunci Ekonomi Jawa Barat

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2017 | 19:10 WIB

Presiden Jokowi Luncurkan Kebijakan Pemerataan Ekonomi

Presiden Jokowi Luncurkan Kebijakan Pemerataan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 25 April 2017 | 09:00 WIB

Wapres JK Dorong KNPI Lahirkan Pengusaha Muda di Indonesia

Wapres JK Dorong KNPI Lahirkan Pengusaha Muda di Indonesia

Bisnis | Selasa, 25 April 2017 | 07:22 WIB

Posisi Jawa Timur Strategis Bagi Perekonomian Daerah Lain

Posisi Jawa Timur Strategis Bagi Perekonomian Daerah Lain

Bisnis | Jum'at, 21 April 2017 | 11:33 WIB

Membangun Human Capital Bukan Belanja Habis Pakai

Membangun Human Capital Bukan Belanja Habis Pakai

Bisnis | Jum'at, 21 April 2017 | 11:14 WIB

Istana Dukung Rencana Investasi Disneyland di Boyolali

Istana Dukung Rencana Investasi Disneyland di Boyolali

Bisnis | Selasa, 18 April 2017 | 09:30 WIB

Sri Mulyani: Setiap Orang Indonesia Tanggung Utang Rp13 Juta

Sri Mulyani: Setiap Orang Indonesia Tanggung Utang Rp13 Juta

Bisnis | Senin, 17 April 2017 | 13:57 WIB

Panglima TNI: Kaya Energi, Indonesia Dapat Ancaman Dari Luar

Panglima TNI: Kaya Energi, Indonesia Dapat Ancaman Dari Luar

Bisnis | Rabu, 12 April 2017 | 06:46 WIB

Terkini

IHSG Berpotensi Rebound! Cek Analisis Teknikal dan Sentimen Positif Hari Ini

IHSG Berpotensi Rebound! Cek Analisis Teknikal dan Sentimen Positif Hari Ini

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:19 WIB

Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang

Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:13 WIB

TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun

TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB

Tak Perlu Dicicil Lagi? Ini Aturan Baru Pencairan Dana Pensiun

Tak Perlu Dicicil Lagi? Ini Aturan Baru Pencairan Dana Pensiun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:54 WIB

BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia

BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:30 WIB

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:31 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 21:34 WIB

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 20:07 WIB

×