IPW Akui Isu Politik Jelang 2019 Pengaruhi Investasi Properti

Adhitya Himawan

Jum'at, 14 Juli 2017 | 22:31 WIB
IPW Akui Isu Politik Jelang 2019 Pengaruhi Investasi Properti
Komplek perumahan subsidi di Citayam, Bogor, Jawa Barat. [Suara.com/Syaiful Rachman]

Berdasarkan riset yang dilakukan, diperlihatkan nilai penjualan rumah primer di wilayah Banten di sepanjang Kuartal II 2017 mengalami penurunan tipis sebesar 9,3 persen dengan total penjualan rumah sebesar Rp492,44 miliar. Capaian ini terjadi setelah pada triwulan sebelumnya juga mengalami 5,9 persen penurunan.

"Tren penurunan ini telah berlangsung selama 3 triwulan terakhir dan masih berlanjut sampai saat ini meskipun relatif mengalami penurunan yang landai. Penurunan hampir di semua wilayah Banten, kecuali Kabupaten Tangerang yang mengalami kenaikan sangat tipis 0,6 persen," kata Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, di Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Di tengah penurunan penjualan yang terjadi, ternyata berdasarkan unit terjual, segmen harga Rp300 – Rp500 juta mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 34,8 persen dan segmen Rp500 juta – Rp1 miliar sebesar 37,5 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Sedangkan segmen lainnya khususnya segmen atas di kisaran harga > Rp 1 miliar mengalami penurunan cukup tajam sebesar 63,6 persen.

"Penurunan juga terjadi di segmen harga < Rp 150 juta yang drop 16,7 persen dan segmen Rp 150 – 300 juta yang juga turun 26,5 persen," tambah Ali.

Meskipun demikian pasar penjualan rumah di segmen di bawah Rp 300 jutaan ini masih mendominasi penjualan rumah primer di wilayah Banten sebesar 54,7 persen, khususnya segmen rumah subsidi. Kapasitas pasar di segmen ini sangat besar terlihat dari analisis yang dilakukan terhadap beberapa proyek dengan rata-rata penjualan rumah subsidi dapat mencapai 50 – 100 unit per bulan. Karenanya pemerintah seharusnya memberikan perhatian lebih pada segmen ini.

"Hal ini juga terkait pemangkasan anggaran FLPP dari Rp 9,7 triliun menjadi Rp 3,1 triliun yang mendapatkan kritik keras dari Indonesia Property Watch. Kebijakan tersebut dirasakan kontraproduktif disaat pemerintah sedang gencar melaksanakan Program Sejuta Rumah dan pergerakan pasar yang cukup bagus di segmen ini," jelas Ali.

Melihat pergerakan tren pasar yang terjadi, IPW masih tetap yakin tumbuhnya penjualan di segmen menengah pada paruh kedua tahun 2017 ini, meskipun beberapa pihak masih meragukan kapasitas pasar yang ada saat ini. Kondisi ini agak berbeda dengan kondisi pasar menengah atas yang diperkirakan masih agak tertahan sampai akhir tahun. Dalam setiap siklus pasar properti, umumnya pergerakan akan dimulai dari sektor perumahan menengah bawah di susul oleh segmen menengah atas.

Sedangkan untuk sektor komersial diperkirakan masih harus menunggu agak sedikit lebih lama lagi. Kondisi investasi properti khususnya pasar komersial saat ini dirasakan banyak pihak belum terlalu kondusif, meskipun isu-isu sensitif terkait keamanan dan politik mulai mereda. Namun masih ada kekhawatiran isu ini akan kembali hangat mendekati pemilihan pemilu 2019. Kondisi ini membuat pasar segmen atas yang sangat sensitif terhadap isu ini masih akan menunda investasinya, meskipun kapasitas daya beli di segmen ini sangat besar.

baca juga

"Artinya belum bergeraknya pasar di segmen atas dan komersial bukan dikarenakan daya beli yang turun melainkan semuanya dalam posisi menunggu. Semoga pasar perumahan cepat benar-benar pulih," tutup Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IPW Dukung Pemerintah Pindahkan Ibu Kota Negara

IPW Dukung Pemerintah Pindahkan Ibu Kota Negara

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 15:21 WIB

IPW Kritik Pemerintah Gagal Paham Masalah Perumahan Subsidi

IPW Kritik Pemerintah Gagal Paham Masalah Perumahan Subsidi

Bisnis | Selasa, 11 Juli 2017 | 15:08 WIB

Rumah Ini Sangat Dekat Halte Bus, Berminat?   Salah

Rumah Ini Sangat Dekat Halte Bus, Berminat? Salah

News | Senin, 10 Juli 2017 | 05:22 WIB

Facebook Bikin Perumahan di Silicon Valley

Facebook Bikin Perumahan di Silicon Valley

Bisnis | Minggu, 09 Juli 2017 | 17:27 WIB

Lippo Klaim Polemik Izin Pembangunan Kota Meikarta Sudah Tuntas

Lippo Klaim Polemik Izin Pembangunan Kota Meikarta Sudah Tuntas

Bisnis | Jum'at, 07 Juli 2017 | 08:37 WIB

Mochtar Riady Beberkan Konsep Bisnisnya Selaku Developer

Mochtar Riady Beberkan Konsep Bisnisnya Selaku Developer

Bisnis | Jum'at, 07 Juli 2017 | 07:14 WIB

Adakah Pengaruh Ramadan Terhadap Bisnis Properti?

Adakah Pengaruh Ramadan Terhadap Bisnis Properti?

Bisnis | Rabu, 05 Juli 2017 | 16:44 WIB

Crown Group: Properti di Sydney Menarik Bagi Investor Asia

Crown Group: Properti di Sydney Menarik Bagi Investor Asia

Bisnis | Selasa, 04 Juli 2017 | 12:34 WIB

Kiara: Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Rampas Ruang Hidup

Kiara: Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Rampas Ruang Hidup

Bisnis | Selasa, 04 Juli 2017 | 10:48 WIB

Rumah Tahan Gempa Barataga "Dome" Tak Sesuai Iklim di Indonesia

Rumah Tahan Gempa Barataga "Dome" Tak Sesuai Iklim di Indonesia

Bisnis | Selasa, 04 Juli 2017 | 07:11 WIB

Terkini

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

×