Deflasi Harga Pangan Membuat Inflasi Oktober Tetap Rendah

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 06 November 2017 | 09:30 WIB
Deflasi Harga Pangan Membuat Inflasi Oktober Tetap Rendah
Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Bank Indonesia melaporkan inflasi Indeks Harga Konsumen pada Oktober 2017 yang tetap terkendali. Hal ini sejalan dengan sasaran inflasi 2017 sebesar 4,0±1% year on year (yoy).

Inflasi IHK pada Oktober 2017 tercatat rendah sebesar 0,01 persen month to month (mtm) atau 3,58 persen (yoy), melambat dibandingkan bulan lalu (0,13 persen mtm) dan jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi Oktober tiga tahun terakhir sebesar 0,18 persen (mtm).

Berdasarkan komponen, rendahnya inflasi tersebut dipengaruhi terutama oleh deflasi kelompok volatile food dan kelompok administered prices sebesar 2,67 persen.

Dikutip dari situs Bank Indonesia, kelompok volatile food tercatat deflasi sebesar 0,53 pesen melanjutkan deflasi bulan lalu sebesar 0,67 persen.

Sumber deflasi berasal dari komoditas daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras dan cabai rawit. Secara tahunan, inflasi volatile food tercatat rendah, yaitu 0,19 persen.
Kelompok administered prices juga tercatat deflasi sebesar 0,01 persen melambat dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 0,15 persen.

Deflasi administered prices terutama disumbang oleh menurunnya tarif angkutan udara. Secara tahunan, inflasi administered prices mencapai sebesar 8,68 persen. Inflasi inti tercatat sebesar 0,17 pefsen menurun dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 0,35 persen.

Inflasi dalam kelompok ini terutama disumbang oleh uang kuliah akademi/perguruan tinggi, mie dan nasi dengan lauk. Secara tahunan, inflasi inti tercatat rendah, yaitu 3,07 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inflasi Cukup Terkendali

Inflasi Cukup Terkendali

Foto | Kamis, 02 November 2017 | 16:22 WIB

Jokowi Ingin Proyek Infrastrukturnya Rampung Dua Tahun

Jokowi Ingin Proyek Infrastrukturnya Rampung Dua Tahun

Bisnis | Rabu, 25 Oktober 2017 | 15:18 WIB

Tahun Depan, Masuk Jalan Tol Cuma Pakai Sensor

Tahun Depan, Masuk Jalan Tol Cuma Pakai Sensor

Bisnis | Senin, 23 Oktober 2017 | 16:01 WIB

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,1-5,5 Persen

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,1-5,5 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Oktober 2017 | 20:31 WIB

BI Pertahankan BI-Day Reverse Repo Rate 4,25 Persen

BI Pertahankan BI-Day Reverse Repo Rate 4,25 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Oktober 2017 | 20:12 WIB

Yusuf Mansur Tegaskan Izin Usaha Paytren Masih Tunggu BI

Yusuf Mansur Tegaskan Izin Usaha Paytren Masih Tunggu BI

Bisnis | Kamis, 19 Oktober 2017 | 13:58 WIB

Uang Elektronik Dituduh Ilegal, BI: Aturan Ini Untuk Kebaikan

Uang Elektronik Dituduh Ilegal, BI: Aturan Ini Untuk Kebaikan

Bisnis | Jum'at, 13 Oktober 2017 | 18:23 WIB

Uang Elektronik Dituduh Ilegal, Ini Penjelasan Bank Indonesia

Uang Elektronik Dituduh Ilegal, Ini Penjelasan Bank Indonesia

Bisnis | Jum'at, 13 Oktober 2017 | 18:12 WIB

Bank Indonesia Pastikan Saldo Uang Elektronik Tidak Gratis

Bank Indonesia Pastikan Saldo Uang Elektronik Tidak Gratis

Bisnis | Rabu, 11 Oktober 2017 | 16:32 WIB

Isu Suku Bunga Fed Naik, BI Optimis Dana Asing Tetap Masuk

Isu Suku Bunga Fed Naik, BI Optimis Dana Asing Tetap Masuk

Bisnis | Kamis, 05 Oktober 2017 | 10:53 WIB

Terkini

ADRO Siapkan Rp4 Triliun untuk Buyback Saham, Boy Thohir Ungkap Rencananya

ADRO Siapkan Rp4 Triliun untuk Buyback Saham, Boy Thohir Ungkap Rencananya

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:24 WIB

Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar

Skandal BNI, Kronologi Hilangnya Uang Jemaat Gereja di Rantauprapat Rp 28 Miliar

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:20 WIB

BSI Siapkan Rp45 Triliun Uang Tunai dan Layanan Digital Selama Libur Lebaran

BSI Siapkan Rp45 Triliun Uang Tunai dan Layanan Digital Selama Libur Lebaran

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:12 WIB

Emas Antam Lebih Murah Lagi Hari Ini, Harganya Turun Rp 4.000

Emas Antam Lebih Murah Lagi Hari Ini, Harganya Turun Rp 4.000

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:12 WIB

Menhub Putar Otak Urai Kemacetan Kendaraan di Gilimanuk, Begini Jurusnya

Menhub Putar Otak Urai Kemacetan Kendaraan di Gilimanuk, Begini Jurusnya

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:07 WIB

Untung Mana Bea Cukai Bubar atau Reformasi Total?

Untung Mana Bea Cukai Bubar atau Reformasi Total?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:07 WIB

Tak Hanya Jaminkan Kredit, Jamkrindo Syariah Tebar Zakat Rp 1,09 Miliar

Tak Hanya Jaminkan Kredit, Jamkrindo Syariah Tebar Zakat Rp 1,09 Miliar

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:02 WIB

Cair! Bantuan Pasca-Bencana di Aceh Timur Tembus Rp 100 Miliar, Ini Rinciannya

Cair! Bantuan Pasca-Bencana di Aceh Timur Tembus Rp 100 Miliar, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:54 WIB

Strategi Prudential Syariah Tingkatkan Inklusi dan Garap Pasar Halal di RI

Strategi Prudential Syariah Tingkatkan Inklusi dan Garap Pasar Halal di RI

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:46 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:42 WIB