Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Kontraktor Rumah

Angelina Donna

Jum'at, 10 November 2017 | 07:30 WIB
6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Kontraktor Rumah

Suara.com - Tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan uang lebih saat menyewa jasa kontraktor untuk mewujudkan hunian idaman mereka. Harapannya tentu untuk mendapatkan hasil bangunan yang berkualitas dan sesuai keinginan. Terlebih lagi, pembangunan pun dapat rampung tepat waktu.

Sebelum menjatuhkan pilihan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dulu. Jangan sampai terjebak kerja sama dengan kontraktor abal-abal, sehingga mengakibatkan kerugian! Berikut yang harus dipertimbangkan:

Testimoni Pengguna Terdahulu

Langkah pertama saat sebelum memilih kontraktor adalah melakukan riset mengenai track record mereka. Selain bertanya pada teman, mengetahui testimoni dari pengguna sebelumnya pun bisa dijadikan referensi. Mudah saja, cukup mencari ulasan seputar kontraktor tersebut di internet.

Berbadan Hukum

Setelah memeriksa sepak terjangnya, periksa dulu apakah kontraktor tersebut memiliki kantor yang jelas, berbadan hukum, serta mengantongi izin resmi. Apabila beberapa syarat tersebut telah dimiliki, maka kredibilitas dari kontraktor tersebut tidak perlu dipertanyakan lagi.

Melihat Hasil Kerja

Kontraktor profesional umumnya kerap memasukkan berbagai gambar dan penjelasan mengenai proyek yang telah berhasil mereka bangun. Portofolio tersebut bisa ditemukan pada website ataupun media sosial milik mereka. Hati-hati, bisa saja kontraktor memalsukan hasil kerja mereka!

Saat sudah memilih kontraktor yang ingin diajak bekerja sama, cobalah lakukan cross checked. Caranya, bisa dengan menghubungi klien yang telah mereka tangani ataupun langsung mengecek lokasi proyek garapan tersebut.

Pilih yang Sudah Spesialis

Memiliki impian untuk membangun rumah dengan gaya tertentu? Lebih baik pilihlah kontraktor yang memiliki spesialisasi dalam membangun gaya desain tersebut. Hasil bangunan rumah yang didapatkan bisa lebih detail dan juga maksimal.

 Jangan hanya karena harganya murah dan portofolionya kelihatan menarik, kemudian langsung buru-buru menjatuhkan pilihan. Salah memilih, bisa-bisa hasil yang sudah dibuat oleh kontraktor tersebut tidak sesuai dengan keinginan awal.

Harga Masuk Akal

Saat menemukan kontraktor yang menawarkan paket murah, jangan senang dulu! Begitu pula ketika menemukan yang menawarkan paket lengkap dengan harga yang mahal. Bisa jadi harga tersebut merupakan hasil kalkulasi yang tidak cermat.

Tak Segan Berikan Garansi

Kontraktor yang profesional umumnya tak segan memberikan garansi pada kliennya. Apabila dalam beberapa waktu setelah pembangunan terjadi kerusakan, cukup melaporkan ke pihak kontraktor, maka mereka pun akan langsung melakukan perbaikan. Jika menemukan kontraktor yang demikian, lebih tenang bukan?

Artikel ini bekerjasama dengan Urbanindo.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Garap Tol Layang AP. Pettarani, Bosowa Investasi Rp2 Triliun

Garap Tol Layang AP. Pettarani, Bosowa Investasi Rp2 Triliun

Bisnis | Sabtu, 21 Oktober 2017 | 09:02 WIB

Adhi Karya Berhentikan Djoko Prabowo dari Dewan Direksi

Adhi Karya Berhentikan Djoko Prabowo dari Dewan Direksi

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 18:52 WIB

Ada UU Konstruksi, Kontraktor dan Tenaga Kerja Kini Terlindungi

Ada UU Konstruksi, Kontraktor dan Tenaga Kerja Kini Terlindungi

Bisnis | Kamis, 09 Maret 2017 | 13:31 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×