Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Menteri PUPR: Pembuatan Jembatan Bentang Panjang Tak Perlu Impor

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 04 Desember 2017 | 10:13 WIB
Menteri PUPR: Pembuatan Jembatan Bentang Panjang Tak Perlu Impor
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, saat pelepasan keberangkatan kapal yang membawa satu dari dua bentang utama sepanjang 112,5 m, di pelabuhan PT. PAL, Surabaya, Minggu (3/12/2017). (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan, Indonesia memiliki kemampuan membangun jembatan bentang panjang dengan kualitas yang rapi dan kuat. Hal ini telah dibuktikan dengan inovasi yang dilakukan dalam pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura, dengan tipe box  baja pelengkung, dimana pengerjaannya dilakukan oleh PT. PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur.

Pembangunan Jembatan Holtekamp di Papua oleh Kementerian PUPR, dalam rangka mewujudkan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam membangun negeri dari kawasan pinggiran.

Jembatan Holtekamp memiliki nilai strategis, yakni untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Jembatan ini memangkas jarak tempuh hingga 17 km di antara kedua lokasi tersebut.

Hal ini berpengaruh pada waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam dan kini menjadi 60 menit saja. Jembatan Holtekamp akan menjadi ikon dan destinasi wisata baru di Papua, khususnya Jayapura.

"Saya minta kepada Dirjen Bina Marga dan Kepala Balitbang agar ke depan, pembangunan jembatan panjang bisa didesain untuk bisa dilaksanakan dengan sumber daya kita sendiri, jadi tidak perlu impor. Kebijakan ini akan mendorong inovasi, sehingga kita bisa bersaing," kata Menteri Basuki, saat pelepasan keberangkatan kapal yang membawa satu dari dua bentang utama sepanjang 112,5 m, di pelabuhan PT. PAL, Surabaya, Minggu (3/12/2017).

Acara pelepasan ini bertepatan dengan peringatan Hari Bakti PU ke-72, 3 Desember. Menurutnya, pembangunan jembatan dapat menggerakan industri baja nasional dan memberikan pekerjaan kepada para tenaga ahli dan pekerja konstruksi Indonesia.

Pengerjaan bentang utama oleh PT. PAL di Surabaya merupakan bagian dari memanfaatkan sumber daya yang dimiliki Indonesia, dimana PT. PAL memiliki fasilitas dan tenaga ahli, terutama untuk pengelasan baja di pelabuhan.

"Pengelasannya tidak main-main, karena berpengaruh terhadap kekuatan. Tidak semua memiliki fasilitas yang lengkap. Saat ini belum bisa dilakukan di Papua, karena fasilitasnya belum tersedia," katanya.

Pertimbangan lain untuk memproduksi bentang utama oleh PT. PAL Indonesia di Surabaya adalah untuk mitigasi kegagalan konstruksi bila rangka bentang utama dikerjakan di Jayapura. Pasalnya, kawasan tersebut termasuk lokasi rawan gempa, sehingga mampu meningkatkan aspek keselamatan kerja, dan mempercepat waktu pelaksanaan.

Penyelesaian bentang utama dengan bobot 2.000 ton ini lebih cepat dari jadwal karena menggunakan metode center span strand lifting, pertama kali dilakukan di Indonesia. Bentang utama 1 dikerjakan sejak 22 Juli 2017 dan selesai 17 Oktober 2017, sementara bentang utama 2 dikerjakan mulai 19 September hingga 3 Desember 2017.

Pembangunan Jembatan Holtekamp juga menjadi jembatan pertama yang dikapalkan secara utuh dan terjauh, karena menempuh jarak 3.200 km, dengan waktu 28 hari perjalanan.

Menteri Basuki menargetkan, pembangunan Jembatan Holtekamp dapat diselesaikan pada September 2018. Saat ini, progres pembangunan fisik jembatan telah mencapai 91,80 persen.

Data Teknis Jembatan Holtekamp
Total panjang bentang utama jembatan ini 400 m, ditambah jembatan pendekat 332 m, yang terdiri 33 m pendekat dari arah Hamadi dan 299 m dari arah Holtekamp, sehingga total  732 m. Lebar jembatan adalah 21 m, yang terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan.

Pembangunan Jembatan Holtekamp dilakukan bersama oleh Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura. Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama, Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan jembatan pendekat arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan.



Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jembatan di atas Teluk Youtefa ini mencapai Rp1,7 triliun. Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT. PAL Indonesia, Budiman Saleh, Dirut PT. PP Tumiyono, Dirut PT. Nindya Karya, Indrajaya Manopol, Direktur Operasi PT. Hutama Karya, Sugeng Rahmadi, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Balitbang, Danis H. Sumadilaga, Direktur Jembatan, Iwan Zarkasi, Kepala BBPJN XVIII Jayapura, Osman H. Marbun dan para pejabat tinggi pratama lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri PUPR:  Jembatan Holtekamp akan Jadi Ikon Wisata Papua

Menteri PUPR: Jembatan Holtekamp akan Jadi Ikon Wisata Papua

Bisnis | Senin, 04 Desember 2017 | 07:31 WIB

Bangun  Infrastruktur,  Serapan Keuangan PUPR Capai Rp75,55 T

Bangun Infrastruktur, Serapan Keuangan PUPR Capai Rp75,55 T

Bisnis | Kamis, 30 November 2017 | 11:30 WIB

PUPR: 35 Ruas Tol Berhasil Tarik Dana Swasta Rp300 T

PUPR: 35 Ruas Tol Berhasil Tarik Dana Swasta Rp300 T

Bisnis | Kamis, 30 November 2017 | 09:33 WIB

Terkini

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB

Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%

Sentimen BUMN Makelar Eskpor Bikin IHSG Kacau Balau, Ambruk Lagi 0,82%

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:06 WIB

Devisa Hasil Ekspor SDA Wajib Ditempatkan di Bank Himbara, Ini Skemanya

Devisa Hasil Ekspor SDA Wajib Ditempatkan di Bank Himbara, Ini Skemanya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:56 WIB

Mulai 1 Juni, BUMN Siap Jadi Makelar Ekspor SDA

Mulai 1 Juni, BUMN Siap Jadi Makelar Ekspor SDA

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:34 WIB

IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras

IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:23 WIB