Sri Mulyani Klaim Sistem Keuangan Indonesia 2018 Membaik

Rabu, 24 Januari 2018 | 15:02 WIB
Sri Mulyani Klaim Sistem Keuangan Indonesia 2018 Membaik
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (12/7/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim kondisi sistem keuangan Indonesia pada 2018 terkendali. Hal tersebut disampaikan Ani dalam konferensi pers hasil rapat anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2018).

“Kondisi tersebut ditandai dengan tingkat inflasi yang rendah sesuai target, neraca transaksi berjalan pada tingkat yang sehat, aliran masuk modal asing yang stabil, nilai tukar rupiah yang terjaga, dan cadangan devisa yang menguat, serta kebijakan fiskal dengan tingkat defisit anggaran dan defisit primary balances yang lebih rendah dari target Anggaran Perencanaan dan Belanja Negara APBNP 2017,” kata Ani.

Selain itu, kinerja perbankan dan pasar modal juga menunjukkan kondisi yang baik, performa dari SBN yang positif, adanya kecukupan dana penjamin simpanan, persepsi investor yang positif, serta prospek perekonomian Indonesia kedepan yang juga membaik.

 

Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo juga menyatakan bahwa stabilitas makro ekonomi dan stabilitas sistem keuangan cukup terjaga.

“Kita melihat resiliensi perekonomian Indonesia semakin membaik, dan itu ditandai dengan inflasi yang terjaga, dan bisa sesuai dengan target selama 3 tahun terakhir. Nilai tukar stabil dan dana masuk ke Indonesia juga menunjukkan kondisi yang kuat. Kita lihat cadangan devisa juga cenderung meningkat,” ujar Agus.

Secara umum dapat dicermati bahwa stabilitas sistem keuangan dalam kondisi baik dan tercemin dari industri keuangan yang kuat. Untuk kedepannya, KSSK mencermati tentang adanya beberapa tantangan dan resiko terhadap stabilitas sistem keuangan, baik yang berasal dari eksternal maupun internal (domestik).

Adapun dari segi eksternal, KSSK memantau bahwa normalisasi neraca bank sentral Amerika Serikat, normalisasi moneter dari negara-negara maju seperti Eropa dan Jepang, moderasi dari pertumbuhan ekonomi Tiongkok serta dinamika konflik geopolitik akan berpengaruh pada sistem keuangan di Indonesia.

Sedangkan dari segi domestik dampak dari kenaikan harga minyak terhadap inflasi dan subsidi serta aliran dana non residence pada pasar keuangan serta tingkat permintaan kredit perbankan yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Sri Mulyani : Tiap Unit Di Kemenkeu Harus Saling Kolaborasi

Selain itu, isu-isu terkait kondisi politik menjelang Pilkada serentak tahun 2018 dan Pilpres 2019 dapat mempengaruhi persepsi pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI