PAN Anggap Reforma Agraria Palsu Kalau Cuma Bagi-bagi Sertifikat

Adhitya Himawan, Dian Rosmala

Kamis, 29 Maret 2018 | 17:55 WIB
PAN Anggap Reforma Agraria Palsu Kalau Cuma Bagi-bagi Sertifikat
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hanafi Rais. [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP PAN, Hanafi Rais menilai isu terkait ketimpangan kepemilikan tanah di Indonesia yang dikritik Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, telah bergeser menjadi isu yang sifatnya teknis bahkan menjadi politis.

"Ini menjadi isu yang sifatnya itu kok menjadi sangat teknis. Menjadi soal metodologi dan koleksi data. Bahkan kemudian menjadi sangat politis dan mengaburkan substansi kritik perihal penegakan reforma agraria di masa pemerintahan Joko Widodo saat ini," kata Hanafi di DPR, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Hanafi menerangkang, kritik yang disampaikan ayahnya, Amien Rais adalah ketimpangan penguasaan lahan di Indonesia, bukan soal teknis metodologi data semata, apalagi, kekinian menjadi isu yang sangat politis.

Hanafi tidak tahu apakah pergeseran isu itu disengaja atau tidak, tapi yang jelas, PAN sangat menyayangkannya

Hanafi mengakui, PAN sangat setuju dengan Perpres No. 5/2016 Tentang RPJMN 2014-2019. Di dalam Perpes itu, terdapat janji pemerintah akan menunaikan semua janji yang ada di dalam Nawa Cita, yang salahsatunya yaitu mengenai reforma agraria atau land reform.

Dalam reforma agraria disebutkan mengenai dua hal penting, legalisasi aset dan redistribusi tanah. Bagian terpenting dari reforma agraria yaitu redistribusi lahan atau tanah.

"Program ini dihadapkan pada fakta, yang bisa kita saksikan bersama-sama bahwa kenyataannya terdapat ketimpangan penguasaan lahan kan. Ada sebagian kecil orang menguasai banyak atau mayoritas lahan di Indonesia," tutur Hanafi.

Fakta tersebut, lanjut Hanafi, mesti dijawab oleh pemerintah supaya program reforma agraria yang telah dijanjikan dapat diselesaikan pada periode pemerintahan sekarang.

Program sertifikasi tanah yang kini digalakkan pemerintah, belum bisa menjawab persoalan ketimpangan tanah yang ada. Bahkan tidak bisa disebut sebagai reforma agraria.

"Reforma agraria, kalau sekedar kemudian diselesaikan dengan masalah bagi-bagi sertifikat itu kemudian reforma agraria tidak lagi asli. Reforma agararianya menjadi palsu kalau cuma sekedar dimaknai dan diutamakan bagi-bagi sertifikat, apa lagi sertifikat itu sudah haknya masyarakat," tutur Hanafi.

"Kalau sertifikat dibagi ya memang sudah haknya. Masyarakat otomatis senang karena selama ini mereka bertahun-tahun (tak pernah pegang sertifikat)," kata Hanafi.

Namun di sisi lain, masih banyak masyarakat yang tidak merasakan reforma agraria ala pemerintahan sekarang. Mereka yang semestinya memiliki tanah, justru dihadapkan dengan berbagai konflik agraria.

"Terutama menghadapi konflik dengan pengusaha yang sampai sekarang itu belum di urus secara serius dan mengalami kemajuan yang berarti oleh pemerintah sekarang ini," kata Hanafi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

8.093 Berkas Sertifikat Tanah Warga Jakarta Mandek, DPRD Desak Percepatan Penyelesaian

8.093 Berkas Sertifikat Tanah Warga Jakarta Mandek, DPRD Desak Percepatan Penyelesaian

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Perangi Liberalisasi Pertanahan, KPA Desak Pembentukan Badan Reformasi Agraria

Perangi Liberalisasi Pertanahan, KPA Desak Pembentukan Badan Reformasi Agraria

News | Jum'at, 04 September 2026 | 18:51 WIB

Lepas Jabatan Ketua Umum Partai Ummat, Menantu Amien Rais Ngaku 'Ngos-ngosan'

Lepas Jabatan Ketua Umum Partai Ummat, Menantu Amien Rais Ngaku 'Ngos-ngosan'

Video | Kamis, 03 September 2026 | 20:10 WIB

Lepas Jabatan Ketum Partai Ummat, Menantu Amien Rais Ngaku 'Ngos-ngosan'

Lepas Jabatan Ketum Partai Ummat, Menantu Amien Rais Ngaku 'Ngos-ngosan'

News | Rabu, 02 September 2026 | 14:19 WIB

Menantunya Mundur dari Ketum Partai Ummat, Amien Rais Tunjuk Ustaz Sambo Jadi Plt

Menantunya Mundur dari Ketum Partai Ummat, Amien Rais Tunjuk Ustaz Sambo Jadi Plt

News | Rabu, 02 September 2026 | 13:10 WIB

Hashim Djojohadikusumo Mau Bagi-bagi 8 Juta Sertifikat  Tanah Gratis

Hashim Djojohadikusumo Mau Bagi-bagi 8 Juta Sertifikat Tanah Gratis

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:59 WIB

DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan

DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:34 WIB

Sempat Mandeg Sejak 2019, Sertifikasi Tanah Warga Jakarta Butuh Dana Pemerintah Pusat

Sempat Mandeg Sejak 2019, Sertifikasi Tanah Warga Jakarta Butuh Dana Pemerintah Pusat

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:51 WIB

Setengah Abad Menanti Sertifikat: Perjuangan Warga Dua RW di Jaksel Mencari Kepastian Hak Tanah

Setengah Abad Menanti Sertifikat: Perjuangan Warga Dua RW di Jaksel Mencari Kepastian Hak Tanah

News | Senin, 06 Juli 2026 | 09:43 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×