Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Kondisi Ekonomi Setelah 20 Tahun Reformasi Versi Sri Mulyani

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 22 Mei 2018 | 13:02 WIB
Kondisi Ekonomi Setelah 20 Tahun Reformasi Versi Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara Festival Literasi Kementerian Keuangan 2017 di aula Mezzanine, gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (05/09/2017). [Suara.com/Dian Hapsari Kusumo]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, kondisi dan situasi ekonomi di Indonesia telah berkembang setelah 20 tahun reformasi dan kondisinya jauh berbeda dengan kondisi sebelum krisis moneter 1997-1998.

Menurut mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut, sebelum reformasi tidak ada institusi pengawas sektor keuangan yang independen.

"Sekarang Bank Indonesia memiliki independensi dan tujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar maupun inflasi. Mereka sekarang punya bauran kebijakan. Dulu mereka tidak punya," kata Sri Mulyani, Selasa (22/5/2018).

Sri Mulyani juga menilai, di era reformasi terdapat mekanisme koreksi terhadap para pemilik industri perbankan dan sektor keuangan non bank, terutama yang mengalami kondisi yang tidak baik.

Koreksi dan mekanisme pengawasan tersebut dijalankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sri Mulyani mengatakan, koreksi semacam itu tidak ada karena pengawasan sektor keuangan sebelumnya terpecah antara Kemenkeu dan BI.

Kemudian, Sri Mulyani juga menilai bahwa tata kelola pemerintah dan swasta sudah semakin transparan. Dari sisi pemerintah, pada masa sebelum reformasi defisit APBN tidak dilakukan presentasi seperti sekarang.

"UU Keuangan Negara memberikan rambu-rambu mengenai jumlah defisit dan utang. Dari sisi setting, 20 tahun lalu penyelewengan dan tata kelola yang buruk bisa meluas tanpa mekanisme cek," kata dia.

Tata kelola juga semakin transparan karena banyak institusi yang melakukan publikasi dari keseluruhan neracanya sebagai perusahaan terdaftar (listed company).

Sri Mulyani juga mengatakan, kondisi yang membedakan era sebelum dan sesudah reformasi adalah mekanisme atau sistem nilai tukar.

Ia mengatakan, sistem nilai tukar saat ini fleksibel, artinya pada saat ekonomi berkembang positif maka rupiah bisa menguat.

Kalau sedang terkena imbas seperti yang terjadi saat ini, rupiah juga akan mengalami tekanan atau koreksi sama seperti banyak kondisi mata uang lain. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Berbeda dari Krisis 1998

Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Berbeda dari Krisis 1998

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 07:55 WIB

Sri Mulyani Out! Pernah Curhat Soal Drama di DPR: Penuh Kepura-puraan!

Sri Mulyani Out! Pernah Curhat Soal Drama di DPR: Penuh Kepura-puraan!

News | Senin, 08 September 2025 | 17:25 WIB

Harta Kekayaan Sri Mulyani Setiap Tahun Naik Belasan Miliar, Disalahkan karena Apa-apa Kena Pajak

Harta Kekayaan Sri Mulyani Setiap Tahun Naik Belasan Miliar, Disalahkan karena Apa-apa Kena Pajak

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 08:30 WIB

PPN Naik 12 Persen Bikin Rakyat Kian Terjepit

PPN Naik 12 Persen Bikin Rakyat Kian Terjepit

Bisnis | Jum'at, 15 November 2024 | 15:57 WIB

Sepanjang Tahun 2023, IKN Sudat Sedot Duit Negara Rp26,7 Triliun

Sepanjang Tahun 2023, IKN Sudat Sedot Duit Negara Rp26,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 03 Januari 2024 | 10:23 WIB

Sri Mulyani: Pembiayaan Utang RI Turun 40%

Sri Mulyani: Pembiayaan Utang RI Turun 40%

Bisnis | Kamis, 21 September 2023 | 11:19 WIB

Uang Perjalanan Dinas PNS Makin Tokcer, Tertinggi Rp580 Ribu

Uang Perjalanan Dinas PNS Makin Tokcer, Tertinggi Rp580 Ribu

Bisnis | Selasa, 29 Agustus 2023 | 11:23 WIB

Kemenkeu Ketar-ketir Anggaran Subsidi Tahun Ini Jebol

Kemenkeu Ketar-ketir Anggaran Subsidi Tahun Ini Jebol

Bisnis | Jum'at, 11 Agustus 2023 | 17:30 WIB

Sri Mulyani: Dunia Akan Gelap Gulita

Sri Mulyani: Dunia Akan Gelap Gulita

Bisnis | Senin, 31 Juli 2023 | 14:56 WIB

Sri Mulyani Kantongi Penerimaan Pajak Rp970 Triliun

Sri Mulyani Kantongi Penerimaan Pajak Rp970 Triliun

Bisnis | Senin, 24 Juli 2023 | 16:37 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:17 WIB

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:15 WIB

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:00 WIB

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:48 WIB

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:45 WIB

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:18 WIB

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:15 WIB

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB