Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Tersandung Bahan Baku Mesin, Boeing Terlambat Kirim Pesawat

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 08 November 2018 | 06:58 WIB
Tersandung Bahan Baku Mesin, Boeing Terlambat Kirim Pesawat
Boeing 737 MAX 8. (Wikimedia Commons/Sergey Ryabtsev)

Suara.com - Boeing mengakui bahwa pihaknya mengalami keterlambatan pengiriman pesawat ke konsumennya pada Oktober 2018.

Chief Financial Officer Boeing, Greg Smith mengatakan, keterlambatan pengiriman ini, karena produsen pesawat asal Amerika Serikat itu tersandung masalah bahan baku mesin.

Menurut Greg, pemasok mesin yakni General Electric terlambat mengirimkan mesin, sehingga mempengaruhi produksi pesawat.

"Pengiriman untuk tahun ini akan dimuat kembali. Anda akan melihat bulan Oktober yang lebih rendah dari biasanya, dan Anda akan melihat profil pengiriman lebih tinggi pada bulan November dan Desember," ujar Greg seperti dilansir Reuters, Kamis (8/11/2018).

Boeing saat ini fokus dalam rencana pemulihannya untuk pesawat seri 737 terlaris produksinya yang disebabkan oleh keterlambatan pesawat, mesin dan komponen lainnya, sehingga memicu hambatan produksi di pabriknya di Seattle.

"Kami fokus pada rantai pasokan GE dan GE mereka kembali pada rencana pemulihan. Kami masih belum sepenuhnya pulih dan tidak berharap sampai akhir tahun ini," tambahnya.

Selain mengumumkan keterlambatan pengiriman pesawat, Boeing juga menyatakan telah mengirim surat ke operator maskapai pengguna pesawat yang diproduksinya seperti pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 yang belum lama ini jatuh dan menyebabkan 189 orang jadi korban meninggal dunia.

Surat yang dikirimkan oleh Boeing isinya memberikan peringatan pada maskapai, jika ada kesalahan pembacaan sistem sedikit saja dapat menyebabkan pesawat secara tiba-tiba menyelam.

Sensor itu memberikan informasi kepada pilot soal posisi pesawat dan aliran udara di sekitarnya ketika terbang. Jika sudut pesawat ketika lepas landas dan hendak mencapai ketinggian jelajah terlampau tajam, maka bisa menyebabkan pesawat itu kehilangan kendali aerodinamika (stall).

“Boeing akan memperingatkan pilot untuk mengikuti prosedur yang ada untuk menangani masalah itu," kata pejabat Boeing yang tak ingin disebutkan namanya dilansir dari Reuters Rabu, (7/11/2018).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Insiden Lion Air, Boeing Kirim Surat ke Maskapai Operator 737 MAX

Insiden Lion Air, Boeing Kirim Surat ke Maskapai Operator 737 MAX

Bisnis | Kamis, 08 November 2018 | 05:46 WIB

Tabrak Tiang, Kemenhub Larang Pesawat Lion Air PK LGY Terbang

Tabrak Tiang, Kemenhub Larang Pesawat Lion Air PK LGY Terbang

News | Rabu, 07 November 2018 | 23:12 WIB

Lion Air Jatuh, Boeing Peringatkan Maskapai-maskapai Langganannya

Lion Air Jatuh, Boeing Peringatkan Maskapai-maskapai Langganannya

Tekno | Rabu, 07 November 2018 | 18:15 WIB

Terkini

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:04 WIB

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:53 WIB

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:35 WIB

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:33 WIB

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:02 WIB

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

×