Tersandung Bahan Baku Mesin, Boeing Terlambat Kirim Pesawat

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 08 November 2018 | 06:58 WIB
Tersandung Bahan Baku Mesin, Boeing Terlambat Kirim Pesawat
Boeing 737 MAX 8. (Wikimedia Commons/Sergey Ryabtsev)

Suara.com - Boeing mengakui bahwa pihaknya mengalami keterlambatan pengiriman pesawat ke konsumennya pada Oktober 2018.

Chief Financial Officer Boeing, Greg Smith mengatakan, keterlambatan pengiriman ini, karena produsen pesawat asal Amerika Serikat itu tersandung masalah bahan baku mesin.

Menurut Greg, pemasok mesin yakni General Electric terlambat mengirimkan mesin, sehingga mempengaruhi produksi pesawat.

"Pengiriman untuk tahun ini akan dimuat kembali. Anda akan melihat bulan Oktober yang lebih rendah dari biasanya, dan Anda akan melihat profil pengiriman lebih tinggi pada bulan November dan Desember," ujar Greg seperti dilansir Reuters, Kamis (8/11/2018).

Boeing saat ini fokus dalam rencana pemulihannya untuk pesawat seri 737 terlaris produksinya yang disebabkan oleh keterlambatan pesawat, mesin dan komponen lainnya, sehingga memicu hambatan produksi di pabriknya di Seattle.

"Kami fokus pada rantai pasokan GE dan GE mereka kembali pada rencana pemulihan. Kami masih belum sepenuhnya pulih dan tidak berharap sampai akhir tahun ini," tambahnya.

Selain mengumumkan keterlambatan pengiriman pesawat, Boeing juga menyatakan telah mengirim surat ke operator maskapai pengguna pesawat yang diproduksinya seperti pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 yang belum lama ini jatuh dan menyebabkan 189 orang jadi korban meninggal dunia.

Surat yang dikirimkan oleh Boeing isinya memberikan peringatan pada maskapai, jika ada kesalahan pembacaan sistem sedikit saja dapat menyebabkan pesawat secara tiba-tiba menyelam.

Sensor itu memberikan informasi kepada pilot soal posisi pesawat dan aliran udara di sekitarnya ketika terbang. Jika sudut pesawat ketika lepas landas dan hendak mencapai ketinggian jelajah terlampau tajam, maka bisa menyebabkan pesawat itu kehilangan kendali aerodinamika (stall).

“Boeing akan memperingatkan pilot untuk mengikuti prosedur yang ada untuk menangani masalah itu," kata pejabat Boeing yang tak ingin disebutkan namanya dilansir dari Reuters Rabu, (7/11/2018).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Insiden Lion Air, Boeing Kirim Surat ke Maskapai Operator 737 MAX

Insiden Lion Air, Boeing Kirim Surat ke Maskapai Operator 737 MAX

Bisnis | Kamis, 08 November 2018 | 05:46 WIB

Tabrak Tiang, Kemenhub Larang Pesawat Lion Air PK LGY Terbang

Tabrak Tiang, Kemenhub Larang Pesawat Lion Air PK LGY Terbang

News | Rabu, 07 November 2018 | 23:12 WIB

Lion Air Jatuh, Boeing Peringatkan Maskapai-maskapai Langganannya

Lion Air Jatuh, Boeing Peringatkan Maskapai-maskapai Langganannya

Tekno | Rabu, 07 November 2018 | 18:15 WIB

Terkini

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:46 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:23 WIB

BRI Konsisten Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

BRI Konsisten Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:22 WIB

Yuk Serbu Diskon Tarif Jalan Tol Mulai 26 Maret 2026, Hindari Puncak Arus Balik di Akhir Pekan

Yuk Serbu Diskon Tarif Jalan Tol Mulai 26 Maret 2026, Hindari Puncak Arus Balik di Akhir Pekan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kesadaran Investasi Emas Naik, Masyarakat Manfaatkan THR untuk Aset Masa Depan

Kesadaran Investasi Emas Naik, Masyarakat Manfaatkan THR untuk Aset Masa Depan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:10 WIB

Maskapai Minta Harga Tiket Pesawat Naik 15 Persen, Kemenhub Janji Pertimbangkan

Maskapai Minta Harga Tiket Pesawat Naik 15 Persen, Kemenhub Janji Pertimbangkan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:06 WIB

Cerita Purbaya Lapor SPT Tahunan: Kurang Bayar Rp 50 Juta, Isi Coretax Dibantu Orang Pajak

Cerita Purbaya Lapor SPT Tahunan: Kurang Bayar Rp 50 Juta, Isi Coretax Dibantu Orang Pajak

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:42 WIB

Maskapai-maskapai Penerbangan Indonesia Minta Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Perang di Teluk

Maskapai-maskapai Penerbangan Indonesia Minta Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Perang di Teluk

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:06 WIB

OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027

OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:07 WIB

Penumpang Whoosh Naik 11% saat Lebaran 2026, Tren Pengguna Kereta Cepat ke Bandung Masih Tinggi

Penumpang Whoosh Naik 11% saat Lebaran 2026, Tren Pengguna Kereta Cepat ke Bandung Masih Tinggi

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:50 WIB