Luhut: Kita Masih Asik Ngomong Asing-Aseng, China Sudah Kemana-mana

Iwan Supriyatna | Muhammad Yasir | Suara.com

Selasa, 16 Juli 2019 | 15:46 WIB
Luhut: Kita Masih Asik Ngomong Asing-Aseng, China Sudah Kemana-mana
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Kepresidenan, Kamis (22/11/2018). (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menilai, rakyat Indonesia harus cermat melihat perubahan global ekonomi dunia. Bukan sekadar berpolemik tentang anti asing dan aseng.

Hal itu dikatakan Luhut saat menjadi keynote speaker dalam acara workshop bertajuk 'Pemanfaatan Minyak Sawit untuk Green Fuel Dalam Mendukung Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Petani Sawit' di Kantor BPPT, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).

Luhut menceritakan pengalaman dirinya saat berkunjung ke China, di negara tersebut telah sibuk mengembangkan riset dan industri. Sementara, Indonesia masih sibuk bertikai soal asing dan aseng.

"Saya baru kembali dari China, 6 hari di sana lihat industri, bagaimana setiap industri ada riset. Mereka diskusi, terus dikembangkan. Kita masih asik ngomong asing - aseng segala macam, mereka sudah kemana-mana," kata Luhut.

Luhut mengatakan Indonesia harus cermat melihat perubahan global ekonomi dunia. Dimana, kata dia, orang terkaya justru saat ini lebih banyak di China dibandingkan di Amerika Serikat.

"Kita lihat sekarang milioner terbanyak ada di China bukan di Amerika. Jadi terjadi perubahan global dan kita harus simak ini dengan cermat, jangan kita membuat diri kita jadi seperti katak dalam tempurung bahwa China itu masalah. Masalah mana saja masalah kalau tidak kita olah dengan baik. Jadi pengelolaan ini yang saya kira penting," ungkapnya.

Berkenaan dengan itu, Luhut menegaskan bahwa pihak asing maupun aseng tidak bisa mendikte Indonesia. Meskipun, pemerintah Indonesia terbuka terhadap investasi dari mereka.

"Asing sudah saya sampaikan jangan mendikte kita, tidak perlu mendikte, kita mandiri kok. Yang membuat diri kita didikte itu kita sendiri, tapi kalau kita tegas mereka nurut. Saya tegas, kamu boleh investasi tapi syaratnya ini," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Absen Saat Jokowi Bertemu Prabowo, Luhut: Kepentingan Saya Hadir Apa?

Absen Saat Jokowi Bertemu Prabowo, Luhut: Kepentingan Saya Hadir Apa?

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 13:32 WIB

KPK Berikan Lampu Hijau untuk Penggarapan Blok Masela, Luhut: Bagus Itu

KPK Berikan Lampu Hijau untuk Penggarapan Blok Masela, Luhut: Bagus Itu

Bisnis | Senin, 15 Juli 2019 | 18:42 WIB

Luhut: Ada yang Kritik, Tidak Makan dari Infrastruktur, Itu Mungkin Betul

Luhut: Ada yang Kritik, Tidak Makan dari Infrastruktur, Itu Mungkin Betul

News | Senin, 15 Juli 2019 | 12:48 WIB

Terkini

Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong

Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:22 WIB

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:18 WIB

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:17 WIB

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:04 WIB

IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak

IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:59 WIB

Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun

Arus Balik Bali-Jawa Lesu di H+2 Lebaran, Jumlah Penumpang dan Kendaraan Justru Turun

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:58 WIB

Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran

Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:49 WIB

Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026

Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:28 WIB

Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS

Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:59 WIB

Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid

Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:30 WIB