Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menko Darmin Optimis Target Pertumbuhan Tercapai, Tapi Tergantung Global

Chandra Iswinarno | Muslimin Trisyuliono | Suara.com

Senin, 05 Agustus 2019 | 20:47 WIB
Menko Darmin Optimis Target Pertumbuhan Tercapai, Tapi Tergantung Global
Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution. [Suara.com/Muslimin Trisyuliono]

Suara.com - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2019 sebesar 5,2 persen. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2019 melambat sebesar 5,05 persen.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku tetap optimis target pertumbuhan ekonomi akan tercapai. Meski, ia belum bisa menyimpulkan prediksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun.

"Iya tentu saja, tergantung ekonomi global seperti apa pasti ada pengaruh ke situ, tapi kita tidak bisa bilang murni hanya sekedar ekonomi dalam negeri," ujar Menko Darmin di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi ke depannya akan dipengaruhi kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tarif tambahan 10 persen untuk produk impor China. Rencananya, kebijakan tersebut akan diterapkan pada 1 September 2019 mendatang dan bakal memberikan tantangan lebih besar terhadap perekonomian global.

"Ya tantangan lebih besar, daripada saya bilang semakin tertekan lebih baik saya bilang tantangan lebih besar," ujar Darmin.

Menko Darmin mengemukakan pertumbuhan ekonomi global sedang mengalami ketidakpastian. Oleh sebab itu, ia enggan berkomentar lebih jauh terkait target pertumbuhan ekonomi tersebut.

"Global kita belum tahu, tapi melihat gejala global katanya berunding-berunding tapi tahu-tahu bea masuk naik lagi. Jadi, saya belum mau menyimpulkan seperti apa tahun ini," tambahnya.

Untuk diketahui, Perang dagang antara Amerikat Serikat (AS) dengan China kembali memanas. Lantaran, Presiden AS Donald Trump memberikan tarif impor baru kepada China.

Seperti dilansir Reuters, Trump memberikan tarif tambahan 10 persen menjadi 300 miliar dolar AS pada produk-produk impor dari China. Tarif tersebut bakal berlaku pada 1 September mendatang.

"Pembicaraan perdagangan terus berlanjut, dan selama pembicaraan tersebut, AS akan mulai, pada 1 September, memberikan tambahan tarif 10 persen untuk sisa 300 Miliar Dolar AS barang dan produk yang berasal dari China ke Negara kami. Ini belum termasuk 250 Miliar Dolar AS yang sudah Tarif di 25 persen," ujar Trump.

Dalam hal ini, Trump juga menyalahkan China karena tidak menepati janji untuk membeli lebih banyak produk pertanian Amerika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Dagang Ancam Pertumbuhan Ekonomi Global, Sri Mulyani: Waspada

Perang Dagang Ancam Pertumbuhan Ekonomi Global, Sri Mulyani: Waspada

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 13:51 WIB

Ekonomi Global Akan Resesi Jika Tak Ada Kesepakatan Trump-Xi Jinpin

Ekonomi Global Akan Resesi Jika Tak Ada Kesepakatan Trump-Xi Jinpin

Bisnis | Rabu, 26 Juni 2019 | 10:18 WIB

Kondisi Global Bergejolak, Darmin Sebut Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh

Kondisi Global Bergejolak, Darmin Sebut Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh

Bisnis | Selasa, 25 Juni 2019 | 17:51 WIB

Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,6 Persen di 2020

Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,6 Persen di 2020

Bisnis | Selasa, 11 Juni 2019 | 20:05 WIB

Jokowi Optimis Indonesia Bisa Jadi Negara dengan Ekonomi Terkuat di Dunia

Jokowi Optimis Indonesia Bisa Jadi Negara dengan Ekonomi Terkuat di Dunia

Bisnis | Kamis, 09 Mei 2019 | 11:12 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB