Cuaca Tak Menentu, Babel akan Asuransikan 8.500 Hektare Lahan Padi

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 07 Agustus 2019 | 08:00 WIB
Cuaca Tak Menentu, Babel akan Asuransikan 8.500 Hektare Lahan Padi
Irigasi tersier Ferocemen. [Dok. Kementan]

Suara.com - Cuaca yang tidak menentu, yang berpotensi menyebabkan kekeringan atau banjir, membuat Kementerian Pertanian (Kementan) mengingatkan petani untuk menyadari pentingnya asuransi pertanian.

Hal ini juga berlaku bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang akan mengasuransikan 8.500 hektare lahan pertanian padi sawah. Menurut Analis Pasar Hasil Pertanian Dinas Pertanian Kepulauan Babel, Intan Fortuna, asuransi pertanian ditujukan untuk memotivasi petani agar terus mengembangkan usaha pertanian di daerah penghasil bijih timah itu.

"Apabila padi sawah yang diasuransikan ini gagal panen, maka pemerintah akan membayar ganti rugi Rp 6 juta per hektare kepada petani," katanya, usai rapat koordinasi dampak kekeringan di Pangkalpinang, Babel, Senin (5/8/2019). 

Ia mengatakan, lahan pertanian seluas 8.500 hektare ini diasuransikan, sesuai target pemerintah daerah dalam meningkatkan luas panen dan produksi padi di Babel. Dana asuransi pertanian tersebut berasal dari APBN seluas 5.000 hektare dan APBD 3.500 hektare.

"Saat ini, kita sudah mendaftarkan 2.400 hektare pertanian sawah petani untuk diasuransikan, sehingga mereka akan tidak mengalami kerugian bila terjadi gagal panen, akibat kemarau panjang dan hama," ujarnya.

Menurut Intan, ganti rugi sebesar Rp 6 juta per hektare tanaman padi gagal panen ini cukup untuk membeli bibit, pupuk dan pengolahan lahan pertanian tersebut.

"Petani yang berhak mendapatkan asuransi adalah petani yang memiliki luas lahan maksimal dua hektare, " katanya.

Ia menambahkan, saat ini minat petani untuk mengikuti program asuransi pertanian masih kurang, karena sosialisasi yang belum optimal.

"Kita bersama petugas lapangan terus menyosialisasikan program asuransi ini, agar mereka bisa memanfaatkan program tersebut untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan produksi padinya," katanya.

baca juga

Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, harga premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) relatif sangat murah. Manfaatnya sangat besar bagi petani, terutama di musim kemarau seperti saat ini.

"Sebelum mulai menanam, sebaiknya didaftarkan asuransi dulu. Bayarnya tak mahal, karena disubsidi pemerintah. Petani yang sawahnya kekeringan dapat ganti Rp 6 juta per hektare," ujarnya.

Menurutnya, AUTP merupakan cara Kementan untuk melindungi usaha tani agar petani masih bisa melanjutkan usahanya ketika terkena bencana banjir, kekeringan atau serangan OPT. Karena AUTP menjadi program Kementan, premi asuransi tani tersebut sampai saat ini masih disubsidi pemerintah Rp 144 ribu per hektare.

"Kami harapkan semua petani padi bisa mendaftar sebagai anggota AUTP. Karena harga preminya murah dan sangat bermanfaat," ujarnya.

AUTP tak hanya diperuntukkan bagi petani yang lahan sawahnya berada di kawasan rawan bencana dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), tapi juga untuk petani yang lahan sawahnya aman dari bencana. 

"AUTP akan terus kami sosialisaikan ke petani, karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka. Saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggota AUTP, " papar Sarwo lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Realisasi Premi Asuransi Ternak Sapi hingga Juli 2019 Capai Rp 17,48 M

Realisasi Premi Asuransi Ternak Sapi hingga Juli 2019 Capai Rp 17,48 M

Bisnis | Selasa, 06 Agustus 2019 | 08:14 WIB

Cegah Resistensi Antimikroba, Kementan X FAO Luncurkan Buku

Cegah Resistensi Antimikroba, Kementan X FAO Luncurkan Buku

Press Release | Senin, 05 Agustus 2019 | 21:00 WIB

Lindungi Lahan Pertanian, Purwakarta Tolak Izin Pembangunan Perumahan

Lindungi Lahan Pertanian, Purwakarta Tolak Izin Pembangunan Perumahan

Bisnis | Senin, 05 Agustus 2019 | 08:16 WIB

Gula Semut dari Kulon Progo Diminati Pasar Internasional

Gula Semut dari Kulon Progo Diminati Pasar Internasional

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 19:16 WIB

Atasi Kekeringan, Kementan Perkuat Koordinasi Tim Upaya Khusus di Daerah

Atasi Kekeringan, Kementan Perkuat Koordinasi Tim Upaya Khusus di Daerah

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 15:33 WIB

Kementan Minta Petani Wajib Miliki Kartu Tani, Begini Cara Mendapatkannya

Kementan Minta Petani Wajib Miliki Kartu Tani, Begini Cara Mendapatkannya

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 08:15 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×